
Marsha terbangun dari tidurnya dan mendapati dirinya sudah terbaring di tempat tidur miliknya. Marsha menyentuh mulut dan tangan yang sebelumnya terikat, merasa tak mengerti dengan apa yang terjadi dengannya sebelumnya.
'Ada apa ini, kenapa gue ada disini?' Lirih Marsha dalam hatinya, sambil melihat sekeliling ruangan, meyakinkan dirinya bahwa saat ini, dirinya benar-benar berada di kamarnya.
Ditepuk pipinya oleh dirinya sendiri, memastikan dirinya tidak sedang bermimpi.
Plaak...."Awww..Sakit" Lirih Marsha karena tamparannya sendiri.
Marsha segera duduk, dan beranjak dari tempat tidurnya. Karena dirinya merasa haus. Tidak-tidak! Tetapi, Haus sekali... ya benar-benar haus. Karena menahan dahaga nya bagai tak minum berapa lama.
"Eh Marsha, akhirnya kamu bangun sayang. Sebenarnya kamu kenapa, tadi kata Supir Taksi yang ngantar kamu. Kamu pingsan di Jalan" Ucap Ibunya menjelaskan.
"Apa! Supir Taksi? Pingsan di Jalan? Aduuuh, Marsha ngga ngerti Bun, Ya sudahlah Marsha haus mau ambil minum di dapur." Jawab Marsha tak mengerti perkataan Ibunya, dan segera berjalan ke dapur.
***
Akhirnya malam berganti pagi...Sinar matahari pagi Cerah bersinar menyoroti Teras Rumah Vina, sedari Subuh Vina dan Mak sudah bangun untuk melaksanakan Ibadah Shalat Subuh. Vina sudah berusaha membangunkan Ibu dan adiknya, tetapi mereka sulit sekali untuk bangun. Dan Vina tak enak hati bila terus memaksa bangun, terutama kepada Ibunya.
Semalam Vina mendapat Chat ucapan Selamat Malam dari Dave, dan memberitahu Vina agar bersiap-siap Pukul. 6 Pagi. Karena, Dave akan segera menjemput Vina Sepagi itu.
Suara Mobil berhenti Tepat, pukul. 6 Pagi dan benar saja suara ketukan Pintu berbunyi.
Tok...tok...tok..."Permisi" Ucap Dave di balik Pintu.
'Ah, untung aku udah siap-siap' Gumam Vina dalam hati, segera membuka pintu.
"Hai...Morning" Ucap Dave tersenyum Manis.
"Jangan senyum-senyum gitu, apalagi ke Cewek lain Nanti bisa jatuh hati..." Celoteh Vina asal pada Dave.
Dave mengangkat kedua Alisnya, merasa lucu dengan Celotehan Vina yang cemburu tak beralasan.
"Hayo...kita berangkat?" Ajak Dave pada Vina.
"Eh ada Dave, sini sarapan dulu." Ajak Mak pada Dave.
"Ngga Mak, terimakasih. Kita mau buru-buru ke Kampus." Jawab Dave menolak, dan mencoba menarik tangan Vina. Tetapi, Vina berhasil menepisnya.
"Mak, Vina berangkat dulu yah? Tolong sampaikan Maaf ke Ibu, karena Ngga sempet pamit sama Ibu. Dan tolong bangunin Kenzo ya mak, karena harus sekolah." Ucap Vina memohon, dan mencium punggung tangan Mak.
"Iya sayang, pasti Mak sampaikan dan bangunin adik kamu. Ya sudah sana hati-hati, jangan lupa berdoa dulu. Biar lancar semuanya," Ucap Mak pada Vina.
"Ya sudah kita pamit ya Mak, Assalamu'alaikum." Ucap Vina pamit.
"Wa'alaikum salam" Jawab Mak segera menutup pintu, dan kembali ke dapur.
"Dave, kenapa mesti pagi-pagi banget sih ke Kampusnya?" Tanya Vina di dalam mobil.
"Ya ngga apa-apa sih, lebih pagi bagus kan? Udaranya masih segar." Jawab Dave tersenyum.
"Kamu tuh, ada-ada aja" Ucap Vina menepuk paha Dave pelan.
"Oya, pertemuan kemarin sama teman Papah kamu gimana?" Tanya Vina menatap Dave yang sedang menyetir mobil.
"Alhamdulillah berjalan lancar, nanti papah lanjut meeting di kantor. Tapi, gue ngga bisa ikut soalnya gue bilang sibuk di kampus." Jawab Dave memberitahu, sesekali menengok Vina.
"Hah sibuk, itu makh kamu aja yang ngeLes kali" Ucap Vina meledek.
"Iya nanti malam kita jalan ya...Ada Resto baru di tepi Pantai. View nya bagus lho..." Ucap Dave memberitahu.
"Sembarangan aja kalo ngomong" Gerutu Dave menimpali.
"Hehe, maaf." Ucap Vina terkekeh.
"Oya, kamu mau sarapan apa Vin?" Tanya Dave yang perutnya mulai terasa lapar.
"Kita sarapan Nasi Uduk di seberang Kampus aja, sudah pernah coba belum?" Jawab Vina memberitahu.
"Emmm...belum sih" Jawab Dave menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Kamu sih levelnya mesti Resto mulu sih, padahal kalau kamu mau coba Makanan Kaki lima ngga kalah rasa juga ramah di dompet." Ucap Vina menjelaskan.
"Iya...iya...makanya ajari gue dong." Gerutu Dave meminta.
Akhirnya Vina dan Dave tiba di pelataran Parkir Kampus, Lalu mereka segera berjalan menuju warung Nasi uduk di seberang kampus.
"Bu, Nasi uduknya 2 ya? makan disini, sama Gorengannya 10." Pesan Vina pada Penjual Nasi Uduk.
"Baik neng, gorengannya campur?" Jawab Ibu penjual dan kembali bertanya.
"Iya campur, tapi yang asin aja ya Bu" Jawab Vina pada Ibu penjual.
Akhirnya Vina dan Dave menikmati, Sarapan Nasi Uduk dan gorengan hingga habis tak tersisa. Dan mereka segera menuju kelasnya masing-masing, untuk sekedar baca-baca dan mempelajari pelajaran yang sudah di beri oleh Dosen.
"Hai Vin, tumben nih udah di kelas." Tanya Bella yang baru sampai, dan segera duduk di kursinya.
" Iya Bell, lagi semangat ke kampus nih." Jawab Vina asal.
"Iyaaaalaaaaah, gue percaya" Ucap Bella, sambil membuka laptopnya.
"Eh, Riska dan Doni dah nongol nih. Ko' kalian murung sih?" Tanya Bella heran melihat Riska yang diam tak menampakan senyum.
"Aaah, aku tau kalian pasti lagi ambekan" Ledek Vina menunjuk Riska dan Doni.
"Apaan sih, so-toy banget" Jawab Riska cemberut.
"Yeay, terus kenapa?" Ucap Vina kembali.
"Itu tuh Si Doni bikin kesel aja, hampir aja tadi kita nabrak orang lagi. Untung keburu di Rem, gara-garanya sih pas dia jemput dia ngga suka lihat gue ngobrol akrab sama tetangga gue." Gerutu Riska masih kesal.
"Wajar dong, kalau gue cemburu...bener ngga? dan gue juga udah minta maaf, kamunya aja yang ngambek terus" Ucap Doni membela diri.
"Ya udah, berisik banget sih. sekarang kalian maafan, ribut mulu malu sama yang lain. Tuh, kalian diliatin sama anak-anak noh" Ucap Bella kesal.
Akhirnya tanpa terasa jam belajar usai, Vina segera ke kedai di antar Dave. Sedangkan Riska dan Doni akhirnya akrab kembali, dan Bella dan Rangga jalan berdua untuk nonton bioskop. Sedangkan Kevin dan Gilang pergi Ke rumah gebetan baru Kevin di kampus.
Vina dan Mak memutuskan untuk membuat lowongan untuk menambah karyawan di kedai dan menempati beberapa posisi juga rencana memperbesar Kedai menjadi lebih luas dan menampung banyak pelanggan.
Vina sibuk melayani beberapa pelanggan, dan sampai 7 malam tiba, Vina dan yang lainnya segera pulang dan menutup kedai.
Sesampainya di rumah Vina segera membersihkan diri, lalu berganti pakaian karena pukul 8 malam, Dave segera menjemput untuk makan malam bersama seperti yang sudah dijanjikan tadi pagi.
Hai readers...Jangan lupa Rate 5, Like, Comment, Jadikan bacaan Favoritmu dan juga Votenya ya...Mari kita saling mendukung para Author.
Lanjuuut.....