
Hari ini Vina merasa kurang enak badan, suhu badannya terasa hangat dan menggigil. Tapi Vina harus tetap ke kampus, dikarenakan hari ini hari terakhir Ujian Semester. Vina ngga boleh meninggalkan ujian, dan harus mendapatkan nilai yang baik. Vina ngga mau jikalau Beasiswanya dicabut.
Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu, disaat Vina sedang mengikat rambutnya dan mengenakan sweaternya karena hendak bersiap-siap berangkat ke kampus.
Tok...tok...tok suara ketukan pintu kembali terdengar.
"Iya sebentar" Teriak Vina dari dalam kamar menghampiri pintu dan dibukalah pintu kamar.
'Es balok, lha ngapain dia ke sini?' Pikir Vina heran.
"Ngapain kamu ke sini? Aku mau ke kampus" Ucap Vina ketus dan mengenakan sepatu.
Setelah Vina berdiri, seperti biasa Dave menarik tangan Vina hingga masuk ke dalam mobil.
'Ngga apa- apa deh dia jemput, aku lagi males naik angkut. Lagian hemat ongkos juga plus aku kurang enak badan' Pikir Vina menghibur diri.
Selama Ujian berlangsung Vina memang izin ke Ibu Veronika untuk tidak bekerja karena harus fokus belajar.
"Liburan kamu mau kemana?" Tanya Dave membuka percakapan.
"Ya kemana lagi, ya pasti aku pulang kampung lah. Aku juga mau perpanjangan Izin cuti kerja ke mama kamu" Jawab Vina.
"Memang kampung kamu dimana?" Tanya Dave kembali.
"Bandung" Jawab Vina singkat.
"Kamu sakit? Ngga seperti biasanya muka kamu pucat" Tanya Dave segera memegang kening Vina.
"Wah kamu demam nih, kita ngga usah ke kampus. kita ke Dokter aja yah?" Ucap Dave khawatir.
"Aku ngga apa- apa cuma kecapean, kurang tidur dan sering telat makan mungkin. Nanti juga kalau udah sarapan ngga apa-apa kok" Jawab Vina menenangkan.
" Tapi nanti sakit kamu keterusan, kalau ngga segera diobati" Ucap Dave membujuk Vina.
" Aku ini dari kampung Dave, Fisik aku lebih kuat dari orang kota. Kamu ngga usah khawatir gitu" Jawab Vina kembali.
" Jadi maksud kamu orang kota lemah hah! sembarangan kalo ngomong" Ucap Dave kesal.
"Kamu jangan marah gitu, Itu kenyataan Dave. Orang kampung itu jarang yang doyan ke Dokter, biasanya kita itu suka minum jamu herbal dari alam buat ngobatin sakit. Memanfaatkan kekayaan alam yang ada di sekitar kita" Jawab Vina menjelaskan.
"Ok kalo gitu, tapi buktinya banyak orang kampung yang pergi ke Kota untuk mencari pekerjaan dan memakai fasilitas kota dan juga banyak yang menuntut ilmu, Seperti kamu contohnya" Ucap Dave masih merasa tak sependapat dengan ucapan Vina "Kalau ada yang mudah untuk langsung minum obat tanpa mengolah, kenapa ngga? Hidup itu jangan dibikin sulit " Ucap Dave panjang lebar.
"Ok...ok...kamu benar kota itu lebih di cari dari pada kampung. Tapi, satu yang harus kamu inget. Ngga akan pernah ada yang namanya kota kalau ngga ada Kampung. Dan ngga ada angka 10, 100, 1000 dan seterusnya tanpa angka nol" Celoteh Vina kesal, dengan mimik wajah tak suka.
Mereka terdiam dalam pandangannya masing-masing sampai tibalah di kampus. Vina sudah tidak selera untuk pergi sarapan, jadi Vina langsung bergegas ke kelas untuk sekedar baca-baca buku dulu.
~
Akhirnya Dosen keluar kelas setelah memberikan Ujian Semester, Vina merasa tubuhnya semakin tak karuan.
"Vin, Lo sakit?" Tanya Riska khawatir.
"Iya...muka lo pucat banget" Ucap Doni mengiyakan dan berubah khawatir.
"Aku ngga apa-apa kok, cuma lemes aja" Jawab Vina tersenyum.
Bella memegang kening Vina dan terkejut karena keningnya terasa panas banget.
"Beneran aku ngga apa-apa, oya mungkin karena dari semalem aku ngga makan jadi lemes. Kita ke kantin aja yah" Ajak Vina dengan tatapan yang tampak lemas.
"Ok deh kalau gitu, kita ke kantin. Tapi, kalo kamu udah ngga kuat kamu ngomong ke kita-kita ya...?" Ucap Doni memberi syarat.
"Ok siap bos" Jawab Vina memberi hormat.
Disaat berjalan menuju kantin, Vina dan kawan-kawan berangkat bersama ke kantin dengan Dave dan teman-temannya yang sedari tadi menunggu di luar kelas.
Vina yang sudah benar-benar merasa lemah dan tak dapat menahan sakit kepala. Pingsan terjatuh disaat berjalan, untung di sebelah Vina Dave sudah sigap menahan Vina karena sedari tadi memperhatikan gerak-gerik Vina yang semakin lemah dan pucat.
"Eh Vin...vin...lo kenapa? sadar Vin..." Ucap Bella Panik.
"Kita bawa Vina ke ruang kesehatan kampus aja yuk" Ajak Doni pada teman-temannya.
"Ngga! Vina aku bawa ke Rumah sakit aja, Suhu badannya bener-bener panas" Jawab Dave segera mengangkat tubuh Vina keluar kampus diikuti teman-temannya.
Vina diantar oleh Bella,Riska, Doni dan Dave sedangkan gilang dan Kevin tak ikut karena takut lihat jarum suntik. Sesampainya di depan ruang IGD Vina langsung ditangani Suster dan Dokter. Sedangkan Dave mengurus Administrasi di bagian Pendaftaran, lalu bertemu mamahnya juga tante Cinta yang sedang check up.
"Lho Dave ngapain kamu disini?" Tanya Bu'Veronika heran.
"Ini mah, Vina pingsan Suhu badannya panas banget" Jawab Dave panik dan merasa kacau.
Ibu Veronika dan Tante Cinta saling bertatapan, dan berubah panik juga.
"Dave, tante boleh lihat Vina ngga? Kalau Boleh tau Vina ada dimana?" Tanya tante Cinta Pelan menghampiri Dave dan berdiri tetapt disamping Dave.
"Boleh Tan, Vina ada di IGD Tante. Tapi, saya harus urus Administrasinya dulu ya tante?" Jawab Dave dan melanjutkan mengurus aadministrasi Rumah sakit.
"Mamah sama tante duluan aja ya" Ucap Ibu Veronika.
Di ruang IGD ternyata hanya ada Bella yang bersama Vina, karena tidak boleh menunggu beramai-ramai. Disaat Ibu Veronika datang Bella pamit kedepan dan menjelaskan tidak boleh banyak kerabat yang menunggu pasien. Akhirnya Ibu Veronika dan Bella keluar IGD.
"Vi...na, kamu ngga apa-apa kan sayang?Jangan buat semua orang khawatir. Kamu harus sehat" Ucap tante Cinta terisak sambil memegang tangan Vina yang terasa dingin.
Setelah pemeriksaan dan hasil Lab keluar, Vina diharuskan rawat inap karena terinfeksi typus.
Akhirnya teman-teman pamit, tetapi Dave juga mamahnya dan tante Vina memutuskan menunggu Vina di kamar perawatan.
"Sebaiknya tante Cinta dan Mamah ke kos'an Vina. Untuk membawa baju ganti Vina, Kasihan Kalau Vina ngga ganti dalaman dan Baju" Ucap Dave menyarankan.
"Tapi kunci kosan Vina dimana? "Tanya mamah Dave.
"Mamah cari aja di tasnya mungkin ada" Jawab Dave menunjuk Tas Vina yang tersimpan di meja.
Lalu Tante Cinta mencari kunci di dalam tas Vina dan akhirnya menemukan kunci kamar kos Vina. Lalu tante Cinta dan Ibu Veronika segera pamit pada Dave untuk pergi kekosan Vina.
Setelah Mamah dan Tantenya pergi. Dave duduk di samping Vina yang masih terlelap entah dalam pingsan atau dalam tidurnya. Dave memegang tangan Vina dan menciuminya, merasa sedih dan khawatir.
"Aku ngga apa-apa...ngga usah cium-cium tangan aku tau. jijik" Ucap Vina tiba-tiba setelah diam-diam tersadar.
"Ka...kamu udah sadar? aku panggilin dokter ya..." Ucap Dave tampak senang.
Hai readers...Jangan lupa Rate 5, Like, Comment, Jadikan bacaan Favoritmu dan juga Votenya ya...Mari kita saling mendukung para Author.
Lanjuuut.....