STORIES OF LIFE VINA

STORIES OF LIFE VINA
PINDAH RUMAH



Vina sedang sibuk mempacking barang-barangnya kedalam kardus, dibantu Bella dan Riska juga Dave yang sedari tadi sibuk memperhartikan Vina dan teman-temannya tanpa membantu sama sekali.


"Hei, Es balok kalo kamu ngga niat bantuin ngapain kesini coba, Hah?" Tanya Vina kesal.


"Ya suka-suka gue lah" Jawab Dave tak peduli.


"Hoo...kamu tuh ya!" Vina menarik nafas panjang dan berucap dengan kesal.


" kalo kamu bukan anak bos saya, ngga mau aku baik-baikin kamu" Ucap Vina kembali.


"Udahlah Vin, sekarang kita fokus aja packing. Lagian ngga banyak juga kan? anggap aja itu kecoa nyasar" Ucap Riska dengan tatapan sinis pada Dave.


"Apa...kalian ini ya..., untung aja cewek" Jawab Dave yang mulai merasa terpancing dikatai kecoa Nyasar.


"Akhirnya kelar juga, Ya udah kita tinggal Cuss berangkat. Tapi Mak sama Abah udah sampe mana ya?" Ucap Vina semangat sambil menepuk-nepuk tangannya sendiri seperti gerakan membersihkan tangan.


"Ya udah kita kesana, mau pake mobil gue atau gimana?" Tanya Bella melirik Vina.


"Es balok kamu angkat kardus-kardus ini, simpan ke dalam mobil kamu ya?kamu kan ganteng" Ucap Vina memohon sambil tersenyum dan mengedip-ngedipkan matanya.


'Bahaya nih, gue bisa kena diabetes nih kalo ngeliat senyum kamu yang manis banget gini' Pikir Dave dalam hati.


"Hey! ditanya malah ngelamun, terpesona sama aku ya?hahaha" Ucap Vina mentertawakan.


"Idiiih pede abis lo, sapa juga yang terpesona. gue liat lo tuh kaya orang yang lagi sakit mata tau." Jawab Dave sinis


"Ya udah gue angkat barang-barangnya, tapi kalian juga bawa kardus-kardus kecilnya. Kalo ngga mau gue tinggalin nih barang-barang" Ucap Dave mengancam.


"Parah lo ya, ngebantu belum jalan udah pake tapi. Dasar lo ya, huuh" Jawab Bella kesal dan menghentakan kakinya.


Akhirnya mereka mengangkat satu persatu barang-barang yang sudah di packing ke dalam mobil Dave, dan Vina memberikan kunci ke ibu kos dan pamit.


"Vin, lo bareng gue." Ucap Dave mengajak.


"Ogah, lagian mobil kamu udah penuh sama barang termasuk kursi disamping kamu,weeek" Jawab Vina tersenyum dan meledek.


"Apaaa! kalian ini. kenapa barang-barangnya disimpen di kursi depan, paraaah ya kalian." Ucap Dave kesal dan pasrah segera masuk dan mengemudikan mobil.


"Sumpah, ngakak banget gue liat ekspresi Dave gagal bareng kamu.Hahaha" Ucap Bella sembari menyetir.


"Iya lucu banget mukanya" Jawab Vina tersenyum simpul.


"Eh itu ibu Laila, ternyata lagi nungguin. Aku turun duluan ya?" Ucap Vina segera turun setelah sampai rumah.


"Neng, ibu mau pamit sekalian mau nyerahin semua kunci ke neng'Vina" Ucap bu'Laila didampingi anak laki-lakinya yang seumur dengan Vina.


"Oya bu, terimakasih. Padahal ibu ngga usah repot-repot nunggu, maaf ya tadi pasti lama" Jawab Vina sembari menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal.


"Ngga apa-apa neng, lagian saya bareng sama anak bungsu saya Andri" Ucap Bu'Laila.


Andri tampak tersenyum kepada Vina dengan tatapan terpesona, yang membuat Vina merasa sedikit kikuk. Akhirnya Dave tiba dan segera menghampiri Vina, karena dari mobil terlihat cowok yang bersama bu'Laila terus menatap Vina dengan tatapan dalam.


"Vin, gimana barang-barangnya kita turunin sekarang" Ucap Dave menghampiri Vina.


"Oh boleh Dave" Jawab Vina singkat


"Oya bu, maaf saya harus sudah mulai berbenah terimakasih sebelumnya" Ucap Vina sambil menundukkan kepala.


"Ok semoga kamu dan orang tua kamu betah ya? Ibu pamit, salam untuk kedua orang tua kamu" Jawab Bu'Laila segera berangkat dan masuk ke dalam mobil.


Mak dan Abah segera turun dari truk, dengan melihat sekeliling halaman rumah.


"Mak- Abah" Vina segera berlari memeluk kedua orangtuanya.


"Panas juga cuaca disini, Gerah Mak" Ucap Mak setelah membalas pelukan Vina.


"Ya disini emang panas Mak, jauh kalau dibanding dengan udara di kampung." Jawab Vina,


"Kita masuk yuk, biar barang-barang diangkut sama kendek dan sopir. Mak sama Abah lihat-lihat ke dalam aja" Ucap Vina mengajak dan menggenggam tangan Mak untuk mrngikutinya ke dalam rumah.


Rangga dan Kak'Heri menyempatkan diri datang dan membantu mengangkat barang-barang ke dalam rumah.


"Akhirnya kelar juga, Oya gue keluar dulu bentar ya? "Ucap Dave pergi untuk membeli makan ke Nasi padang karena perutnya sudah terasa lapar.


"Ok, tapi jangan kabur ya?" Jawab Vina mengingatkan.


" Siap" Jawab Dave kembali.


Akhirnya semua mulai duduk-duduk istirahat di sofa yang sudah ditata di ruang depan.


Dave datang membawa tiga kantung keresek berisi Nasi padang yang tadi dia beli.


"Heummm...Wangiiii. Aroma-aroma nasi padang nih, mantap. tau aja kita semua lagi lapar." Ucap Rangga menggoda Dave.


"Iya ini, gue beli buat kita semua. Oya ini 3 bungkus ini buat supir sama kendek yang bantu-bantu udah plus air botolnya ya. Lo yang ngasihin sonoh" Ucap Dave memberi satu kantung keresek yang sengaja dipisah.


"Ok siap" Jawab Rangga meraih keresek dan menyerahkan kepada supir dan teman-temannya yang sedang duduk di teras.


Akhirnya mereka semua makan dengan lahap, nasi padang yang dibawakan oleh Dave. Setelah makan semua teman-teman Viba pamit begitupun supir truk yang merupakan tetangga di kampung.


Vina, Mak dan Abahpun sibuk membuka semua, isi barang ke dalam lemari yang sudah ditata oleh supir dan kendek-kendeknya. Sedangkan Mak sibuk membereskan di dapur, sedangkan Vina membereskan kamarnya juga kamar Mak dan Abah. Sampai waktu tak terasa sudah menunjukan pukul delapan malam. dan mereka memasakan mie instan lalu terlelap tidur dikamarnya masing-masing dengan kondisi rumah yang belum terlalu rapih.


"Mak?" Vina mencari mak setelah terbangun dari tidurnya.


"Iya Vin, Mak ada didapur sayang. Kenapa?" Jawab Mak lalu bertanya.


"Vina kira, Mak sama Abah pergi ninggalin Vina, soalnya sepi banget" Tanya Vina memeluk Mak.


"Kamu ini ya, udah besar manja banget. Ini mak lagi mo siapin sarapan buat kalian semua." Jawab Mak yang sibuk menggoreng Bakwan dan nasi goreng.


"Ko Mak bisa masak, emang Mak belanja dimana?" Tanya Vina penasaran.


"Ngga..., Mak udah bawa bahan-bahan masakan dari kampung. biar ngga usah belanja di luar, soalnya Mak belum paham harus belanja dimana" Jawab Mak menjelaskan.


"Ih, Mak memang the best lah" Ucap Vina memeluk Mak kembali.


"Jadi...maksud kamu Abah ngga the best gitu?" Tanya Abah yang muncul tiba-tiba.


"Ngga, maksud Vina Mak dan Abah gitu" Vina berjalan menuju Abah dan memeluknya


"Mak-Abah nanti Vina berangkat Kerja ya...Mak sama Abah ngga boleh pergi jauh-jauh ya" Ucap Vina pada Mak dan Abah.


Hai readers...Jangan lupa Rate 5, Like, Comment, Jadikan bacaan Favoritmu dan juga Votenya ya...Mari kita saling mendukung para Author.


Lanjuuut.....