
Vina dirawat di rumah selama 4 hari, dan hanya oleh Suster Renatha. Karena, Suster Sandra sudah keluar setelah kejadian semalam saat kepergok oleh Pak Wisnu.
Sudah 1 minggu setelah Vina jatuh pingsan, kini Vina sudah beraktivitas seperti biasa. Dan hari ini saatnya bagi Vina untuk kontrol ke Dokter kandungan.
"Say, nanti kamu pulang lebih cepat dari kantor ya?" Pinta Vina pada Suaminya.
"Memangnya kenapa sayang? kalau kamu minta untuk jalan-jalan, jelas saya ngga mau. Kamu kan baru sembuh, dan ingat di kantor kamu jangan terlalu capek." Kilah Dave menasihati Istrinya.
"Ngga Yang, aku mau minta antar ke Dokter kandungan. Masa sih kamu lupa?" Jawab Vina berusaha santai.
"Oh iya, kalau ngga salah kita buat janji jam 4 sore ini ya?" Tanya Dave sambil dipakaikan dasi oleh Vina.
"Iya Yang, jam. 4 Sore ini kita ada janji dengan Dokter Vincent di Rumah Sakit harapan kasih." Jawab Vina memberitahu.
"Ok, nanti saya jemput kamu ke kantor." Ucap Dave mengiyakan.
"Ya sudah, kita berangkat yuk. Aku mo bilang ke Ayah dulu biar Jaka dan Bimo ngga usah ngawal, soalnya nanti kita nanti kan mau ke Dokter." Jelas Vina.
"Terserah kamu aja, Ayo kita sarapan dulu. Mungkin Ayah dan Mak kamu sudah menunggu." Dave segera menggandeng Vina untuk segera keluar kamar menuju Ruang Makan .
Akhirnya Vina beserta keluarga segera sarapan, sebelum akhirnya melanjutkan aktifitasnya ke kantor. Sedangkan Mak pergi ke Kedai untuk memantau para karyawan, meskipun Mak dan Vina sudah mempercayakan semuanya kepada Arief. Tetapi, Mak tidak boleh lepas tangan menyerah hingga tidak tahu kondisi kedainya.
Vina dan Dave sibuk dengan pekerjaannya masing-masing di kantor, dan Ayah pergi ke luar kota Pulang dan Pergi untuk meeting dengan kliennya. Dalam rangka pengembangan bisnisnya, untuk membuat proyek pembangunan gedung Apartement baru.
Pukul setengah 3 Sore, Dave menelepon Vina untuk mengingatkan dan segera bersiap-siap tepat pukul 3 sore. Karna Dave sudah menyelesaikan pekerjaannya lebih cepat.
Vina masih sibuk mempelajari beberapa File untuk kebutuhan kantornya, sambil asyik ngemil Biskuit coklat yang saat ini sangat ia sukai.
Tok..tok...tok..Suara ketukan pintu ruangan kerja Vina.
"Iya masuk" Perintah Vina pada seseorang di balik pintu.
Pintu terbuka perlahan, Vina menunggu siapa yang masuk Ruangannya tanpa berkata sepatah katapun dengan tatapan penasaran.
"Hai sayang, masih sibuk nih?" Tanya Dave tiba-tiba dengan tersenyum.
"Huh, aku pikir siapa. Ngga ini sedikit lagi kok, oya kamu mau biskuit nih." Vina menawarkan biskuit kepada suaminya.
"No, thanks honey. Ayo kita segera berangkat." Ajak Dave pada Vina sambil melihat jam tangannya.
"Oke, sebentar aku siap-siap dulu." Jawab Vina sambil memasukan Laptopnya dan beberapa filenya ke dalam tas kerjanya.
Vina dan Dave segera bergegas, menuju mobil.
"Yang...ko aku rasanya sedih gitu ya, terus seperti ada yang beda gitu di hati." Keluh Vina di dalam mobil pada Dave.
"Mungkin itu cuma perasaan kamu saja, atau mungkin karena hari ini kamu ngga di kawal oleh para pengawal seperti biasanya.
'Ngga tahu Vin, jujur aku juga merasa akhir-akhir ini seperti ngga rela jauh dari kamu. Tapi ngga tau kenapa?' Lirih Dave membatin dalam hatinya.
Vina tersenyum ke arah Dave, dengan tatapan penuh rasa sayang. Akhirnya mereka tiba di Rumah sakit untuk segera bertemu dengan Dr. Vincent.
Setelah mendapat beberapa penjelasan dan resep Obat dari Dokter. Vina dan Dave segera menebusnya di Apotek Rumah sakit, dalam keadaan senang. Karena mengtahui keadaan janin yang sehat dan baik.
Diperjalanan pulang, Dave merasa di buntuti oleh mobil yang tidak ia kenal. Dave sekali-kali memperhatikan kaca spion, untuk memastikan mobil putih yang membuntutinya.
"Kamu kenapa Yang, dari tadi kok merhati'in spion terus?" Tanya Vina penasaran melihat tingkah Dave.
"Ngga tau sayang, kok aku ngerasa mobil putih itu ngikutin kita terus ya." Jelas Dave pada Vina.
"Iya sih, tapi setau aku anak buah Ayah ngga ada deh yang pakai mobil kaya gitu." Seingat Vina.
"Bissmillah aja sayang, mudah-mudahan ngga ada apa-apa sama kita. Aku chat dan Share lokasi ke Jaka ya." Ucap Vina segera mengirim Share lokasi pada Jaka agar tau keberadaannya kini.
Dave sengaja mengambil jalan pintas, agar segera sampai ke rumah. Tanpa Dave dan Vina tahu, itu merupakan strategi mereka mendorong Mobil Dave agar mengambil Jalan pintas, agar jalan lebih tampak sepi.
Dave dan Vina terkaget saat dua buah motor menghalangi laju jalan mobil mereka, Dave berusaha menghindari motor mereka agar tidak menabrak mereka dengan membanting setir ke kiri. Hingga menabrak sebuah Bak sampah yang membuat mereka mengalami kecelakaan.
Mobil Dave mengepulkan Asap, di dalamnya Vina dan Dave mengalami luka di kepala mereka.
Dave mengalami luka lebih parah dari Vina, karena Dave sengaja memutar setir mobil ke sebelah kanan agar benturan mobil dari Bak sampah tidak parah melukai Vina. Darah segar mengalir segar dari kepala Dave dan Vina mengalami benturan di Dahinya.
Seorang wanita bermasker dan berkaca mata hitam, menarik Dave dari dalam mobil. Lalu memindahkan ke dalam mobilnya, di bantu oleh supir dan dua orang pengemudi motor suruhannya. "Akhirnya kamu menjadi milikku sayang" Ucap Wanita tadi dengan senyum penuh kemenangan.
Lalu mereka membawa Dave pergi dengan kecepatan tinggi, diikuti dua motor tadi.
Tak lama kemudian Jaka dan yang lainnya tiba di tempat kejadian Vina kecelakaan, lalu segera membawa Vina ke Rumah Sakit. Meskipun mereka heran, karena tidak ada Dave di samping Vina. Sedangkan noda darah tampak jelas di kursi supir.
"Non Vina, anda harus bertahan" Ucap Jaka sedikit berlari sambil mengangkat tubuh Vina menuju UGD.
Disaat Vina di tangani oleh Dokter, Jaka sengaja mengabari Pak Wisnu. Akan kondisi Vina saat ini.
****
Di lain tempat Wanita yang membawa Dave, memanggil Dokter ke kediamannya untuk menangani Dave, dan Dokter tadi harus bersedia tutup mulut atas apa yang ia kerjakan saat ini.
Wanita tadi sudah mempersiapkan Jet pribadi untuk membawa Dave pergi jauh dari negeri ini, lebih tepatnya ke luar negeri.
"Cheers" Wanita tadi bersulang dengan beberapa orang yang telah membantunya.
***
Di Rumah Sakit Ibu Cinta dan Mak segera mendatangi Vina di UGD, karena khawatir akan keadaan Vina yang sedang mengandung cucu mereka.
"Dok, bagaimana dengan keadaan anak saya dan janin dalam kandungannya" Tanya Ibu Cinta khawatir pada Dokter yang sedang menangani Vina.
"Iya Dok, tolong selamatkan anak saya dan usahakan yang terbaik bagi Anak dan Janin di dalam kandungannya." Isak Mak Memohon.
■□■□■□■□■□
Hai readers...Jangan lupa
# Rate 5,
# Like,
#Comment,
#Jadikan bacaan Favoritmu dan juga
#Vote ya...
💖Mari kita saling mendukung.💖👍
Lanjuuut.....