
"Begini Pak, saya mengajak Orang tua saya ke sini karena saya mau meminta Restu atas hubungan saya dan Vina. Dan saya bermaksud untuk melamar Vina dan meminta Izin untuk kita bertunangan" Jawab Dave mengutarakan niatnya.
"Tapi kalian kan masih kuliah, lagian memang Vina nya mau?" Ucap Pak Wisnu menatap Vina.
Vina tersenyum dan mengangguk pada Ayahnya, menandakan setuju atas perkataan Dave.
" Baiklah saya setuju, jika memang Vina mau. Dan bagaimana dengan Mak?" Ucap Pak Wisnu dan bertanya pada Mak.
"Kalau saya sih Pak, asal Vina bahagia itu sudah cukup" Jawab Mak mendekap Vina.
"Baiklah, kamu sudah mengantongi Izin saya dan Mak. Tinggal kamu bicara sama Ibunya, saya tidak mau ada masalah nantinya karena tidak ada Izin dari dia" Jelas Pak Wisnu pada Dave.
"Iya Pak, rencananya. Setelah dari sini saya bersama Orang tua saya juga Vina dan Mak akan datang ke rumah Tante Cinta" Jawab kembali Dave meminta Izin pada Pak Wisnu.
"Tidak-tidak, kalian undang mereka saja ke sini. Saya ingin mendengar langsung jawabannya" Tolak Pak Wisnu memberi ide lain.
"Tapi Ayah, apa Ibu mau datang ke sini?" Tanya Vina merasa ragu.
"Kamu kan belum coba, bilang saja ada hal penting yang harus di bicarakan" Jawab Pak Wisnu keukeuh.
Vina dan Dave saling menatap, tak tahu harus bilang apa lagi. Kini yang menjadi tugas mereka saat ini adalah meyakinkan Tante Cinta agar mau datang ke kediaman Pak Wisnu, agar bisa bergabung demi mendapat restu dan keputusan bersama.
"Ya sudah kalau begitu, Vina telepon Ibu dulu ya Ayah" Ucap Vina pamit ke belakang untuk segera menelepon Ibu nya. Di ikuti oleh Dave agar lebih meyakinkan Tante Cinta.
Sesampainya di belakang, menjauh dari ruang tamu Vina dan Dave merasa bingung harus menyusun kata apa untuk bicara dengan Tante Cinta.
"Vin, kira-kira Tante Cinta mau ngga kalau diminta datang ke sini?" Tanya Dave pada Vina, dengan tangan merangkul Vina.
"Ngga ada salahnya kita coba Dave, mungkin Ibu bisa mengerti" Jawab Vina segera menekan kontak Ibu di layar ponsel.
Turth...Turth....Suara sambungan telepon di ponsel Vina.
"Ya hallo Vin, bagaimana kabar kamu sayang? Oya, kamu jadi menginap di rumah Ayah kamu...." Ucap Ibu di telepon.
"Alhamdulillah Vina baik bu, ini sekarang Vina lagi di rumah Ayah" Jawab Vina di telepon.
"Tumben kamu telepon Ibu, ada apa Vin?" Tanya Ibu kembali.
"Begini bu, sekarang Ibu sama Papah Reino bisa datang ke rumah Ayah ngga?" Tanya Vina dengan nada ragu-ragu.
"Lho memangnya ada apa Vin, apa semua baik-baik saja?" Tanya Ibu khawatir.
"Alhamdulillah semuanya baik bu, cuma ada yang harus dibicarakan sama Ibu. Kebetulan di sini, ada Dave sama Orang tuanya datang ke sini Bu" Jawab Vina menjelaskan.
"Ya sudah kalau begitu Ibu coba bicara dengan Papah kamu dulu ya? nanti ibu kabarin kamu lagi" Ucap Ibu memberi tahu.
"Baik Bu, Vina tunggu kabarnya segera ya Bu. Soalnya semua sudah kumpul disini" Pinta Vina kembali.
"Sebenarnya ini mendadak sekali, ya sudah sebentar Ibu kabarin lagi ya?" Jawab Ibu kembali.
"Iya Bu, maaf ya Bu" Ucap Vina karena merasa tak enak hati.
"Ngga apa-apa sayang" Jawab Ibu.
"Wa'alaikum salam" Jawab Ibu, segera menutup teleponnya.
Vina dan Dave segera kembali ke Ruang tamu, dan duduk di sofa bersama yang lainnya.
"Bagaimana Vin, apa Ibu kamu mau datang ke sini?" Tanya Pak Wisnu pada Vina.
"Belum Ayah, nanti Ibu kabarin Vina. Soalnya Ibu bicara dulu dengan Papah." Jawab Vina segera duduk di tengah disamping Ayah dan Mak.
"Oya sambil nunggu Ibu kamu datang, apa sebaiknya kita makan siang dulu" Ajak Pak Wisnu melihat jam tangan yang sudah menunjukan pukul.12 siang.
"Ayo mari" Ajak Pak Wisnu untuk segera ke Ruang makan.
Tiba-tiba Vina teringat akan Nasi uduk yang ia bekal dari rumah, ia simpan di dalam kamarnya.
"Sebentar Ayah, Vina ke kamar dulu yah..." Ucap Vina segera menuju ke kamarnya.
Vina mengambil rantang yang ia bekal di kamar, untuk di bawa ke Ruang tamu. Dan segera duduk di dekat Ayah dan Vina menghadap Mak yang juga di samping Dave.
"Apa yang kamu bawa Vin, bukannya disini sudah banyak makanan." Tanya Pak Wisnu keheranan.
"Vina itu dari dulu suka banget Nasi Uduk Pak, kebetulan tadi Mak bikin Nasi Uduk. Dia minta bekal sisanya" Jawab Mak memberitahu.
Uhuk...uhuk...Pak Wisnu terbatuk mendengar penjelasan Mak tentang Vina yang suka Nasi Uduk, karena mengingatkan dia dulu yang juga suka sekali Nasi Uduk. Saat pertama kali Pacaran dengan Cinta, Cinta lah yang mengenalkan Nasi Uduk padanya. Tetapi, karena dia berpisah dengan Cinta. Dia sudah lama tak makan Nasi Uduk.
"Apa Ayah mau?" Tawar Vina pada Ayahnya.
Pak Wisnu menatap Vina, lalu menjawabnya "Boleh" sambil menyodorkan piring pada Vina.
Akhirnya mereka makan siang bersama dengan khidmat. Hingga akhirnya Tante Cinta datang ke kediaman Pak Wisnu brsama Om Reino dan juga Kenzo, dan menunggu di Sofa ruang tamu.
"Hallo Kenzo, dikira kamu ngga ikut" Tanya Vina langsung memeluk adiknya.
"Iya Kak" Kenzo langsung mencium punggung tangan Mak, Pak Wisnu, Ibu Veronika dan Om Daniel bergantian.
"Maaf kalau saya terlambat, sebenarnya ini ada apa ya? ko tumben harus kumpul kaya gini..." Tanya Tante Cinta membuka suara.
"Begini Tante, sebelumnya Dave meminta maaf karena ini mendadak sekali. Dan Dave sudah bicara dengan Om Wisnu juga Mak, sekarang Dave juga harus menyampaikan ini semua ke Tante Cinta juga Om Reino" Jawab Dave menjelaskan.
" Baiklah, sebenarnya apa yang mau kamu sampaikan Dave" Tanya Tante Cinta kembali.
"Begini Cinta, maaf saya yang jawab. Saya dan Suami sayajuga Dave, berniat untuk melamar Vina untuk hubungan yang lebih serius. Rencananya saya mau Vina dan Dave bertunangan dulu" Ucap Ibu Veronika menjelaskan niatnya.
"Tapi, Vina masih kuliah dan Usianya masih sangatlah muda Ver?" Jawab Tante Cinta menatap Ibu Veronika dalam.
"Saya dan Mak saja sudah memberi Restunya? Apa kamu mau mempersulit hubungan Vina?" Ucap Pak Wisnu menyindir.
"Maksud kamu apa Wisnu, saya tidak ada maksud mempersulit hubungan mereka. Yang saya lihat Vina itu masih terlalu muda untuk menjalin hubungan yang serius!" Jawab Tante Cinta dengan nada meninggi karena tak suka dengan ucapan Pak Wisnu.
Hai readers...Jangan lupa Rate 5, Like, Comment, Jadikan bacaan Favoritmu dan juga Votenya ya...Mari kita saling mendukung para Author.
Lanjuuut.....