
"Sorry Vin, gue yang ngajak Kakak kesini. Kita bakalan ngebahas ide kamu kemarin, masalah Perjanjian kerja gue sama Kakak gue" Ucap Dave menjelaskan.
Vina mengangguk, meskipun merasa ragu dan tak yakin.
Sebelum memulai membahas isi perjanjian, Dave memesan Nasi Padang untuk 5 orang dan memesan beberapa snack untuk cemilan.
Setelah selesai makan Mak masuk kamarnya, sedangkan Vina, Dave, Kak Mikha dan Kak Herri membuat beberapa isi perjanjian di bumbui dengan aneka perdebatan kecil antara mereka. Hingga tak terasa waktu menunjukan pukul 11 malam, Kak Mikha dan Kak Herri pamit. Sedangkan Dave menginap sesuai rencananya.
Sabtu pagi ini Vina dan Dave melakukan olahraga lari pagi bersama, Di tengah jalan mereka berdua bertemu dengan Rangga yang juga sedang berlari pagi, lalu mereka berlari bersama-sama.
Hosh...hosh...hosh...
"Sudah ah aku cape, balik yuk" Ajak Vina yang berjongkok karena lelah.
Disaat Vina berdiri tergesa-gesa, Vina hampir terjatuh karena kurang keseimbangan. Secara spontan Dave disisi kanan dan Rangga disisi kiri, membantu Vina agar tidak terjatuh. Vina menoleh pada kedua pria disamping kanan dan kirinya, lalu melepas pegangan mereka.
"Thanks ya" Ucap Vina segera berjalan pulang.
Dibelakang Vina, Dave dan Rangga saling menyenggol berebut untuk mendekati Vina. Vina mendengar sedikit perdebatan diantara dua pria dibelakangnya, dan saat Vina menoleh ke belakang Dave dan Rangga pura-pura berjalan seperti biasa dan tak ada masalah. Vina menepuk jidatnya sendiri tak mengerti apa yang terjadi, dan melanjutkan berjalan. Tetapi Dave dan Rangga terus saling menyenggol dan sedikit berdebat, Seolah bertarung memperebutkan Vina.
Disaat Vina asyik berjalan, Vina melihat seorang pria culun berkaca mata sedang didekati oleh beberapa para preman dan merampas harta benda milik pria tersebut. Tanpa ragu Vina menghampiri mereka.
"Hei, sedang apa kalian?" Tanya Vina dengan nada tinggi.
Salah satu diantara mereka yang berambut panjang kribo, menoleh ke arah Vina dengan tatapan tajam dan senyum ke arah samping membuang rokoknya.
"Tolong lepaskan pria itu, perbuatan kalian itu adalah perbuatan yang tak baik" Ucap Vina kembali.
"Hai cantik, kalau kamu ingin selamat ngga usah ikut campur urusan kami" Ucap pria kribo itu hendak mencolek pipi Vina, tetapi Vina berhasil menghindar mundur ke belakang.
"Kau pikir aku takut sama kalian, hah" Ucap Vina menantang dengan posisi kuda-kuda serta tangan bersiap untuk melawan.
Sedangkan Dave dan Rangga yang tertinggal jauh, dibelakang Vina. Bingung mencari Vina, karena tak ada di depan mereka.
"Apa kau menantang kami cantik? hyaaaat" Ucap Pria kribo tadi, dan hendak meninju Vina.
Vina berhasil menangkis tangan pria tersebut, lalu berbalik meninju pria tersebut berkali-kali ke arah perutnya. Lalu meninju kedua pipi kribo tadi tanpa ampun, Hingga pria tersebut jatuh tersungkur.
Lima orang pria yang sebelumnya asyik menghajar pria culun berkacamata tadi, berbalik arah menghadap Vina karena melihat salah satu rekan mereka jatuh tersungkur. Terlihat jelas wajah amarah di mata mereka.
"Waaah, ada yang berani nantangin kita nih" Ucap pria botak bertubuh tinggi besar, membusungkan badannya.
Vina sudah bersiap-siap dengan gerakan kuda-kuda dan tangan bersiap menghajar mereka.
Mereka semua mengkeroyok dan hendak menghajar Vina, tetapi Vina berhasil menangkis satu persatu semua para penjahat dan menghajar serta menendang mereka hingga mereka semua terjatuh.
Tiba-tiba datang kembali beberapa kawan dari para penjahat, setelah pria kribo berhasil kabur dan membawa teman-temannya lainnya untuk ikut bergabung.
"Wah, sial kenapa jadi bertambah banyak gini" Gumam Vina berbicara sendiri mulai khawatir.
"Hei Cewek, kuat juga lo lawan teman-teman gue. Tapi bersiaplah kita ***** habis lo sampai meminta ampun, hahaha" Ucap pria bertubuh besar yang baru datang lalu tertawa terbahak-bahak.
Mereka semua mulai menghajar Vina, Hingga Vina merasa kewalahan dan kehabisan tenaga.
Hosh...hosh...hosh
"Kalian pengecut, beraninya main keroyokan" Ucap Vina memegang bahunya yang terasa sakit dengan posisi terjatuh tersungkur.
Disaat pria bertubuh besar itu hendak menghajar Vina, tiba-tiba Dave datang menangkis tangan pria tersebut dan menghajarnya bertubi-tubi hingga terjatuh.
"Beraninya kamu sama perempuan, ********" Teriak Dave penuh emosi
Rangga dan Vina sibuk menghajar para anak buah pria besar tersebut, Dan mereka semua terjatuh dan bangkit kembali untuk menyerang secara bersama'an.
Dor...Dor...Dor
Tiba-tiba terdengar suara tembakan, yang mengagetkan semuanya, yang ternyata KOMPOL (Komisaris Polisi) Erik datang atas laporan warga dengan mobilnya memberikan tembakan peringatan ke atas.
Para penjahat mengangkat kedua tangannya keatas, mengaku menyerah dan tak melawan. Dan tiba para bantuan polisi, lalu menangkap para penjahat tadi. Tetapi pria bertubuh besar tadi, mencoba melarikan diri.
Dor...
"Selamat siang, bisa jelaskan apa yang sebenarnya terjadi? hingga terjadi perkelahian seperti ini" Tanya KomPol Erik.
"Siang Pak, maaf sebenarnya saya cuma membantu pria tersebut karena dihajar dan barang-barangnya di rampas" Jawab Vina.
"Ok, kalau begitu kamu bisa bantu kami, untuk memberi keterangan di kantor polisi" Ucap kembali Pak Erik meminta.
"Baik Pak" Jawab Vina meringis.
"Tapi sepertinya, luka anda harus diobati terlebih dahulu. Saya lihat, anda mengalami lebam di area muka anda" Ucap Pak Erik.
Vina mengangguk dan ikut naik mobil polisi, bersama dengan Pria korban rampok yang diketahui bernama Mamat, Dave dan Rangga.
Dikantor Polisi Vina diobati oleh Polwan, lalu memberi keterangan bersama mamat untuk kronologi kejadian.
"Oya Pulangnya saya antar ya? Sepertinya kamu kelelahan" Ajak Pak Erik menawarkan diri.
Disaat Vina masuk ke dalam mobil Pak Erik, Dave dan Rangga ikut masuk di kursi belakang supir.
"Lho, kenapa kalian ikut naik?" Tanya Pak Erik heran.
Vina tersenyum melihat ekspresi Pak Erik yang keheranan
" Ngga apa-apa Pak, kebetulan mereka memang sedang menginap di rumah saya" Ucap Vina memberitahu.
"Ok, kalau begitu" Jawab Pak Erik segera melajukan mobilnya.
Akhirnya tiba dirumah, Vina heran karena didepan rumahnya sudah terparkir mobil yang tidak ia kenal. Dan Vina beserta yang lainnya segera masuk ke dalam.
Vina kaget, ternyata didalam sudah ada Mak yang sedang asyik mengobrol dengan Kak'Fadhlan di Sofa ruang tamu.
"Kamu kenapa Vin?" Tanya Mak khawatir menghampiri, karena melihat muka Vina tampak lebam dan tertempel plester.
"Vina ngga apa-apa Mak" Jawab Vina melepas pegangan Mak di kedua pipinya.
"Kenapa muka kamu lebam Vin?" Tanya Kak Fadhlan ikut khawatir.
'Yaaah, tambah lagi saingan. Gue ngga boleh kalah, pokoknya gue yang harus dapetin Vina' Ucap Dave dalam hati.
Kak Fadhlan, Dave, Rangga dan Pak Erik saling bertatapan.
'Sebenarnya mereka bertiga siapanya Vina?' Pikir Pak Erik menatap Dave, Rangga dan Kak'Fadhlan bergantian.
"Oya bu, perkenalkan saya Erik" Ucap Pak Erik memperkenalkan diri pada Mak.
"Iya Mak, Pak Erik adalah polisi yang sudah banyak bantu Vina" Ucap Vina menjelaskan.
Erik tampak bangga, dan tersenyum merendahkan pada Dave, Rangga dan Kak Fadhlan.
"Ya sudah, saya mandi dulu ya? Mak tolong temenin mereka dulu ya" Ucap Vina segera berlalu kekamar mandi.
Davepun ikut masuk tetapi ke kamar tamu, dan mengambil pakaian ganti. Untuk giliran mandi setelah Vina.
"Sebelumnya saya ucapkan terimakasih ya Nak Erik, karena sudah membantu Vina" Ucap Mak kepada Erik.
"Ngga apa-apa Bu, itu sudah menjadi kewajiban saya" Jawab Erik tersenyum.
"Maaf panggil saja saya Mak, Mak merasa canggung kalau dipanggil Ibu" Ucap Mak meminta.
Pak Erik mengangguk tanda mengerti.
"Mak Vina lapar" Ucap Vina merengek karena perutnya sudah menelepon berkali-kali..
"Oh iya, kalau begitu kita makan bareng-bareng Yuk?" Ajak Mak pada semua
"Ga hayu kita makan" Ajak Mak karena melihat Rangga masih terduduk.
Hai readers...Jangan lupa Rate 5, Like, Comment, Jadikan bacaan Favoritmu dan juga Votenya ya...Mari kita saling mendukung para Author.
Lanjuuut.....