
Setelah sampai di depan rumah, Vina segera turun dari mobil dan masuk kedalam. Sedangkan Mobil yang mengantar Vina, melaju cepat setelah yakin Vina pulang dengan selamat.
Tak selang berapa lama, setelah Vina duduk santai di Sofa. Motor Kenzo dan mobil Dave datang, lalu mereka segera turun dan menghampiri Vina ke dalam.
"Kakak, ngga apa-apa kan?" Tanya Kenzo khawatir memeluk kakaknya yang sedang duduk di sofa sambil melamun.
"Kakak ngga apa-apa kok Dek" Jawab Vina melepas pelukan Kenzo, dan beralih melihat Dave yang datang bersama adiknya.
"Kok, kamu bisa bareng Kenzo?" Tanya Vina heran.
"Tadi gue yang samperin Kenzo" Jawab Dave singkat, "Tapi kamu ngga apa-apa kan?" Tanya Dave khawatir.
"Aku ngga apa-apa...kalian bisa lihat sendiri kan? aku ngga apa-apa." Ucap Vina segera berdiri dan berputar.
"Syukurlah, terus Marsha bagaimana?" Tanya Dave keceplosan.
"Lho kok, kamu tau aku tadi bersama Marsha?" Tanya Vina menyipit kedua matanya "Aku ngga tau Dave, yang jelas tadi Marsha di bawa oleh sekelompok orang berseragam hitam yang nolongin aku" Jawab Vina mengingatnya.
"Orang berseragam hitam? Memangnya siapa mereka..." Tanya Dave penasaran, segera duduk di samping Vina.
"Aku ngga tau Dave, yang jelas sekarang aku mau mandi dulu. Terus antar aku ke kedai Ya, mau bantuin Mak" Jawab Vina meminta tolong dengan tersenyum manis.
"Kenzo ikut ya Kak?" Tanya Kenzo semangat.
"Kamu minta izin dulu sama Ibu ya, nanti Kakak kena omel Ibu lagi. Karena kamu ngga ngerjain tugas-tugas Sekolah kamu." Ucap Vina mengingatkan Kenzo.
Vinapun segera mandi, dan bersiap-siap untuk ke Kedai membantu Mak dan Arief.
Setelah Tiba di Kedai Usaha Vina dan Mak, Vina melihat Rangga dan Bella yang sudah berada di sana membantu Mak dan Arief. Karena sedang ramai pembeli.
"Eh kok kamu baru datang sih, kemana aja...?" Tanya Bella saat Vina datang bersama Dave dan adiknya Kenzo.
"Vin, muka kamu kenapa kok kaya ada lebam-lebam" Ucap Rangga hendak menyentuh muka Vina, tetapi tangannya di tepis oleh Dave dan Bella.
Vina tersenyum melihat tingkah Bella dan Dave yang cemburu tak beralasan bagi Vina.
"Aku ngga apa-apa kok, tadi aku ngga sengaja nabrak tembok saat jalan-jalan di Mall" Jawab Vina asal.
Mak yang sedang sibuk di Mini bar segera menghampiri Vina, dan tau dengan pasti kalau Vina sedang berbohong. Dan Mak menggeleng-gelengkan kepalanya, karena tau sikap Vina yang sedang berbohong. Vina hanya bisa tersenyum melihat Mak.
"Ga, kapan-kapan ajak Bella jalan keluar dong. Kalian kan udah jadian..." Ucap Vina menggoda Rangga.
"Jalan kemana, ke sini juga sudah masuk Jalan keluar kan?" Jawab Rangga melirik Bella.
Rangga dan Bella sudah seminggu berpacaran, karena Rangga melihat ketulusan Bella mencintainya. Jadi, Rangga memutuskan mencoba menjalin hubungan dengan Bella, dengan harapan benih cinta datang dengan sendirinya.
Bella tersenyum mendengar jawaban Rangga tentang jalan berdua, dan yakin suatu saat Rangga akan mencintainya dengan tulus.
"Dave, kok kamu disini sih? kenapa ngga ke kantor kamu?" Tanya Vina melihat Dave yang duduk di meja tamu.
"Memangnya gue ngga boleh kesini? Hah" Cetus Dave kesal.
"Dave ganteng, jangan marah dong. Aku kan cuma nanya." Ucap Vina tersenyum.
"Oya Dave, aku kepikiran Marsha deh" Ucap Vina kembali teringat Marsha duduk di samping Dave.
***
Marsha dibawa oleh anak buah Pak Wisnu dengan mata tertutup, membuat Marsha takut dan bingung. Merasa dirinya yang akan menjebak Vina, tetapi malah dirinya yang terjebak.
"Emmm...emmmmm" Marsha hanya terdengar mengucapkan itu karena mulutnya tertutup kain yang mengikatnya.
'Sebenarnya mereka siapa, kenapa mereka nyulik gue kaya gini' Tanya Marsha pada dirinya sendiri dalam hati.
Marsha ditarik masuk kedalam sebuah ruangan dan di suruh duduk di sebuah kursi yang telah di sediakan oleh anak buah Pak Wisnu.
"Marsha Chalista" Ucap Pak Wisnu membuka suara "apa kamu mau hidup dan karirmu berumur panjang?" Tanya Pak Wisnu pada Marsha yang masih dalam keadaan mata dan mulut tertutup.
"Oya Kamu, bisa jawab pertanyaan saya dengan menganggukan kepala atau menggelengkan kepala kamu" Ucap kembali Pak Wisnu.
Marsha tampak menganggukan kepala, atas pertanyaan Pak Wisnu padanya.
"Ok, jika kamu masih mau hidup jangan pernah ganggu atau mendekati Vina atau orang-orang yang dekat dengan Vina. Apalagi mencoba untuk menyakiti hati atau raganya, kamu dengar itu!" Ucap Pak Wisnu mulai meninggikan suaranya menggenggam kedua rahang Marsha hingga mendongkak ke atas.
'Sebenarnya siapa dia, mengapa dia begitu peduli pada Vina' Gerutu Marsha dalam hati.
'Kalau aku tau dari awal wanita kampung itu, ada yang melindungi dan menjaganya. Ngga akan sudi, gue berurusan sama dia, ah sial! Ucap Marsha dalam hatinya kesal.
***
Vina tak tenang, pikirannya terus memikirkan Marsha. Dan entah kenapa, Vina merasa ingin sekali berkunjung ke rumah Ayahnya.
"Dave, apa kamu mau temanin aku ke Rumah Ayah?" Bisik Vina pada Dave.
Dave menoleh ke Vina dan tersenyum, lalu balik berbisik pada Vina.
"Gue temenin kamu mandi dan tidurpun mau ko'" Bisik Dave menggoda Vina.
Reflek Vina menepuk pundak Dave
"Pikiran kamu kotor, dasar Mesum" Bisik Vina kembali dengan mencubit lengan Dave berkali-kali.
"Aww...aww, ampun-ampun" Ucap Dave, karena Vina terus mencubitnya.
"Hehe, gimana kamu mau antar kan? Aku mau minta izin dulu ke Mak" Tanya Vina kembali.
Akhirnya Vina meminta izin pada Mak, dan tentu saja Mak mengizinkan Vina. Asalkan Vina hati-hati, itu syarat yang Mak beri pada Vina.
Vina dan Dave segera pergi menggunakan mobil Dave, sedangkan di Kedai Mak di bantu oleh teman-temannya. Karena Riska dan Doni baru tiba, disaat Vina hendak berangkat.
Dave, menghentikan mobilnya tepat di depan gerbang besar dan tinggi, dan seperti biasa Vina turun dari mobil dan berbicara kepada para penjaga untuk bertemu dengan Ayahnya.
***
Di Ruangan tempat Pak Wisnu dan Marsha berada, tiba-tiba seorang penjaga masuk dan berbisik pada Pak Wisnu. Memberi tahu Pak Wisnu, bahwa Vina datang dan sedang menunggu di sofa Ruang tamu.
Pak Wisnu segera keluar, dan meminta Penjaga untuk menjaga pintu ruangan Marsha disekap.
"Vina, kenapa kamu tidak mengabari Ayah kalau kamu akan datang kemari" Ucap Pak Wisnu menghampiri Vina.
Vina segera berdiri, mencium punggung tangan Ayahnya dan segera memeluknya. Dave pun segera mencium punggung tangan Pak Wisnu.
"Maaf, kalau Vina sudah mengganggu waktu Ayah. Tapi Vina ngga tau, tiba-tiba mau ke sini Ayah" Ucap Vina pada Ayahnya.
Hai readers...Jangan lupa Rate 5, Like, Comment, Jadikan bacaan Favoritmu dan juga Votenya ya...Mari kita saling mendukung para Author.
Lanjuuut.....