
Vina merasa muak mendengar ucapan Marsha, entah kenapa hatinya terasa panas dan kesal melihatnya dekat-dekat dengan Dave.
'Ini wanita ngga ada harga dirinya banget, nempel-nempel ke cowok gitu' Gerutu Vina kesal didalam hatinya dengan mata melirik tajam ke arah Marsha.
"Dave, kita jalan yuk. Mumpung, jadwal aku lagi kosong nih" "Ucap Marsha sengaja membelai pipi Dave dengan mesra.
"Marsha please, gue sekarang lagi kuliah. Gue ngga berminat untuk jalan dengan cewek manapun! Kecuali dengan pacar gue" Jawab Dave kesal.
"Iiich, kamu kok tega sih? Aku sih Ngga apa-apa kalau kamu udah punya pacar, kan pacar kamu ngga lihat" Ucap Marsha manja.
" Siapa bilang pacar gue ngga lihat?" Jawab Dave asal.
"Memangnya pacar kamu ada disini, emmmh...maksud kamu mereka?" Ucap Marsha menatap Vina dan Bella bergantian
"Selera kamu rendah banget Dave" Cibir Marsha sombong.
Vina benar-benar sudah meradang karena emosi dan segera berdiri
Braaagh...Vina menggebrak meja
"Kamu pikir kamu siapa, Hah? bebas ngatain orang seenak mulutmu, tampang cuma polesan gitu aja bangga" Ucap Vina dengan nada sedikit tinggi.
"Hei lo, ngga pantas ya lo bicara kasar kaya gitu. Slow dooong, Lo sama gue itu ngga selevel" Ucap Marsha dengan tatapan meledek diiringi gerakan tangan sejajar di dadanya.
" Sha...please Lo jangan berulah disini" Ucap Dave meminta dan tiba-tiba Dave mendekati Vina
"Oya, kenalkan wanita yang lo sebut ngga selevel dengan lo itu adalah Pacar gue" Ucap Dave manarik tangan Vina agar lebih dekat dengannya lalu merangkul pundak Vina.
Sontak saja Bella, Rangga, Kevin, Gilang serta Marsha kaget atas pengakuan Dave. Begitupun dengan Vina, yang tak mengerti maksud ucapan Dave.
"Apa...? Dave, kayanya lo sudah buta deh. Cewek macam gini lo jadi'in pacar, gue ngga paham selera lo" Gertak Marsha kesal dan
Braaagh...Marsha menggebrak meja dan berlalu pergi, di ikuti oleh Asistennya yang berlari kecil mengejar Marsha.
"Sorry guy's, makan kita keganggu karena ulah teman gue" Ucap Dave tak enak hati dan kembali duduk selepas Marsha pergi.
Vinapun kembali duduk beserta yang lainnya. Vina memejamkan matanya untuk meredakan emosi yang naik gara-gara ulah Cewek Songong yang datang tak diundang.
"Dev, yang lo bicara'in ke Marsha tadi serius" Tanya Kevin penasaran
"Sudahlah kamu jangan bahas kejadian barusan, gue udah ngga mood makan" Ucap Dave meletakkan kembali sendoknya diatas piring.
Vina melirik ke arah Dave, karena merasa tak menghargai perasaannya. Beberapa menit yang lalu Dave bilang Vina pacarnya, beberapa menit kemudian Dave tak mau membahasnya.
"Bell, aku duluan ke kelas ya? Sorry gue sudah ngga mood" Ucap Vina berlalu pergi
Dave yang melihat Vina tampak marah dan kesal, berlari menghampirinya
"Vin, kamu kenapa? kamu marah sama gue..." Tanya Dave segera menggenggam pergelangan tangan Vina dari belakang.
Vina menoleh ke arah Dave, dan melepas genggaman tangan Dave di tangannya.
"Vin, please gue minta maaf. Kamu jangan kaya gini dong, aku ngga tau kalau Marsha akan nekat datang" Ucap Dave kembali mengejar Vina lalu memeluknya.
"Gila kamu Dev, gimana kalau jadi bahan gosip di kampus. Lalu gimana beasiswa saya nanti Dave" Ucap Vina kesal.
"Gue ngga peduli Vin, please kamu ngerti'in gue" Ucap Dave merasa kacau.
"Ok aku ngerti'in kamu, tapi kamu juga harus ngerti'in aku!" Ucap Vina menunjuk Dada Dave dan Dada dirinya sendiri.
"Baiklah saya akan coba ngerti'in kamu" Ucap Dave dengan jari telunjuk hendak menuju Dada Vina, tetapi Vina segera menepisnya.
"Apa'an sih, ngga sopan" Ucap Vina dengan muka memerah.
"Pulang kampus, lo mampir ke rumah gue ya? Mamah kangen sama kamu katanya. Kebetulan nanti ada acara makan malam bersama rekan dan tim Kak Mikha di rumah" Ajak Dave menjelaskan.
"Aku minta izin dulu ke Mak Dave, jadi aku minta kamu antar aku pulang dulu" Jawab Vina.
"Ok sip, Love you" Ucap Dave setelah sampai ke depan pintu kelas Vina dan pamit berjalan mundur dengan isyarat cium jarak jauh oleh kedua jarinya.
Vina tersenyum melihat tingkah Dave yang tampak lucu dan menggemaskan.
Vina duduk dikelas, sambil membaca beberapa buku dari dalam tasnya. Dan membuka laptopnya untuk mempelajari materi yang akan dipelajari sebentar lagi.
"Vin, dikira'in Lo sama Dave kemana. Ternyata Lo malah lagi asyik belajar dikelas" Ucap Bella saat melihat Vina sedang asik belajar di muka pintu.
Vina menoleh ke arah Vina, lalu melanjutkan kembali belajar di laptop dan bukunya.
"Vin, gue boleh nanya ngga?" Tanya Bella penasaran
" Tanya apa'an sih? awas jangan ngebahas malah tadi di kantin, emosi saya sudah turun nih. Jangan dikomporin lagi" Jawab Vina sedikit ketus.
"Yeay judes amat, si Mamat juga ngga judes gitu" Celetuk Bella menjawab.
"Siapa tuh Mamat?" Karena merasa dikelas tidak ada yang bernama Mamat.
"Ich dasar katro, itu cuma perumpama'an Vin" Jawab Bella terkekeh.
"Hehe,sorry" Ucap Vina
Akhirnya mereka belajar kembali di kelas setelah Dosen datang masuk kelas, sampai tak terasa waktu pulang tiba. Dan Dave sudah berada menunggu di depan pintu.
Dave pulang dengan Vina, sedangkan Bella pergi bersama Rangga untuk kembali melanjutkan kekurangan belanja untuk acara BakSos.
"Dave aku ngga percaya diri kalau harus datang di acara rekan dan tim Kak Mikha" Ucap Vina pada Dave.
"Kenapa ngga percaya diri, kamu cantik kok" Jawab Dave santai
Sesampainya di rumah, Vina segera mandi lalu segera shalat magrib bergantian antara Vina, Dave dan Mak.
Vinapun bersiap-siap untuk pergi bersama Dave, setelah mendapat izin dari Mak. Vina hanya memakai pakaian casual gaya pakaian yang biasa Vina gunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Hai readers...Jangan lupa Rate 5, Like, Comment, Jadikan bacaan Favoritmu dan juga Votenya ya...Mari kita saling mendukung para Author.
Lanjuuut.....