STORIES OF LIFE VINA

STORIES OF LIFE VINA
DOKTER FADHLAN



"Ah...akhirnya, aku masuk kampus lagi. Senangnya" Ucap Vina mengangkat kedua tangannya seperti sedang mengulat dan berputar-putar senang hingga hampir terjatuh lalu Dave menahannya agar tak terjatuh.


Dave dan Vina saling bertatapan, Dave tersenyum melihat mimik wajah Vina yang tampak malu dan memerah.


"Ah, apa'an sih lepasin" Ucap Vina melepas pelukan Dave, lalu Vina dan Dave kembali berjalan.


Dave marangkul pundak Vina sambil berjalan, memasuki kampus. Ada beberapa mahasiswi yang bisik-bisik memperhatikan Dave dan tersenyum tebar pesona.


"Hai Dave, kita boleh minta foto bareng ngga?" Ucap dua orang mahasiswi yang memberanikan diri menghampiri Dave.


Dave tampak tersenyum dan mengangguk tanpa mengatakan apapun, lalu berfoto bersama. Dan beberapa mahasiswi lainpun ikut menghampiri Dave dan meminta foto bersama dan meminta tanda tangan Dave. Vina yang kesal menunggu dan melihat pertunjukan para mahasiswi kampus dan Dave, memutuskan untuk segera pergi menuju kelas sendiri.


"Gila baru jadi selebriti sebentar dan baru membintangi satu film aja udah norak banget"


gumam Vina berbicara sendiri sambil berjalan.


"Hei...kamu kan Vina? apa kamu kuliah di kampus ini?" Ucap pria yang berjalan didepan dan berlawanan arah dengan Vina.


"Emm...Iya aku Vina, kalau ngga salah kamu.opss...sorry, maksud saya anda Dokter Fadhlan kan?" Jawab Vina dan pangling melihat Dokter Fadhlan tampak berbeda


"Oh iya saya kuliah di kampus ini, dokter sendiri kenapa ada disini?" Tanya Vina.


"Ooh, saya habis ada perlu dengan ayah saya" Jawab Dokter Fadhlan.


"Pasti Ayah dokter salah satu dosen disini ya?" Ucap Vina asal menebak.


Dokter Fadhlan tersenyum mendengar ucapan Vina.


"Bukan...Ayah saya bukan Dosen disini. Kebetulan Ayah saya Rektor kampus ini" Jawab Dokter Fadhlan.


"Maaf ya..aku pikir dosen, hehe. Oya, aku cabut ke kelas dulu ya?" Ucap Vina pamit.


" Oke. Oya Vin, kalau kamu ada waktu nanti kita makan sepulang kamu dari kampus ya" Ajak Dokter Fadhlan.


"Ngga! Vina mau jalan sama gue, jadi ngga bisa ikut kamu." Ucap Dave yang tiba-tiba datang menghampiri.


" Siapa bilang aku mau jalan sama kamu, aku bisa kok Dok" Jawab Vina menatap Dave.


"Baiklah, kalau begitu nanti saya hubungi kamu." Ucap Dokter Fadhlan tampak senang.


" Memangnya Dokter tau Nomer Ponsel aku?" Tanya Vina heran dan tiba-tiba Dokter Fadhlan menyerahkan ponselnya pada Vina.


"Tolong kamu save nomer kamu di ponselku" Pinta Dokter Fadhlan pada Vina menyerahkan ponselnya.


Vinapun segera menyimpan Nomernya di ponsel Dokter Fadhlan dan segera berjalan ke kelasnya.


"Hei Vin, tunggu" Ucap Dave pada Vina.


Lagi-lagi disaat Dave hendak menghampiri Vina ada beberapa mahasiswa angkatan baru menghampirinya meminta foto bersama, yang membuat Dave tak dapat mengejar Vina.


Dokter fadhlan tersenyum melihat Dave yang dimintai berfoto oleh para mahasiswi dan berlalu meninggalkan kampus.


Vina masuk ke dalam kelas disana sudah ada sahabat-sahabatnya yang sudah duduk manis di dalam kelas.


"Hei Vin, welcome back again in the class" Ucap Bella saat melihat Vina datang dan segera memeluk Vina.


"Thanks ya...aku seneng deh. Akhirnya bisa bareng-bareng kalian lagi" Jawab Vina memeluk Bella erat.


"Vin, sorry ya kemarin kita-kita ngga ikut nyari, waktu lo diculik. Sumpah, kita-kita ngga tau kalo lo diculik" Ucap Riska yang ikut menghampiri dan memeluk Vina.


"Ngga apa-apa genks, yang penting sekarang buktinya aku sehat dan selamat" Ucap Vina pun segera duduk karena dosen sudah tampak di pintu masuk kelas.


Akhirnya Vina belajar dan mengikuti kegiatan kampus , seperti biasa hingga akhirnya jam kelas usai.


"Sorry genks, aku ada janji nih" Ucap Vina pada teman-temannya.


"Loh emangnya kamu ada janji sama siapa? Dave?" Tanya Riska penasaran.


"Itu...aku udah ada janji sama dia mau keluar, tadi pas di bawah mau ke kelas kebetulan ketemu, terus ngajak aku keluar. Ya sudahlah..." Jawab Vina menunjuk Dokter Fadhlan yang sudah menunggu di pintu masuk.


"Lha itu kan Dokter Fadhlan, cie...cie yang mo ngedate nih" Ucap Bella meledek.


"Ich apa'an sih, ya udah aku cabut dulu ya..." Ucap Vina pamit mrnghampiri Dokter Fadhlan.


Riska, Bella dan Doni saling menatap, dengan tatapan heran dan penasaran.


"Ayo Dok, kita jalan" Ajak Vina segera berjalan mendahului dokter Fadhlan.


Dokter Fadhlan menyusul Vina dan berjalan bersama, lalu menaiki mobil dokter Fadhlan menuju Rumah makan Chinese Food langganan Favorit Dokter Fadhlan.


***


Dikampus Dave yang baru keluar kelas segera terburu-buru menuju kelas Vina bersama Gilang dan Kevin.


Dikelas Vina sudah datang Rangga yang 5 menit keluar kelas lebih telat dari kelas Vina sudah berkumpul dengan Riska, Bella dan Doni.


"Bell, Vina kemana? ko ngga ada,apa jangan-jangan sudah jalan sama cowo tadi?" Tanya Dave dengan mata mencari Vina


" Argh...sial" Gumam Dave kesal.


"Ough, iya tadi udah ada Dokter Fadhlan yang udah nunggu didepan pintu, mereka kayanya mo jalan bareng deh" Jawab Bella sedikit memanasi Dave.


" Ya udah kalo gitu Kevin, Gilang kita keluar yuk" Ajak Dave pada kedua sahabatnya.


Dave dan kedua sahabatnya segera keluar, menyisakan Sahabat-sahabat Vina.


***


" Ok Vin, kamu mau makan apa silahkan pilih" Ucap Dokter Fadhlan pada Vina.


Vina melihat-lihat daftar menu dan harga yang ia pegang, dan tak percaya dengan harga yang tertera.


'Gila, masa air mineral aja 15ribu sih. Mahal amat...'


Pikir Vina melihat harga air mineral kemasan botol


"Tapi disini harganya mahal - mahal dok, kita cari tempat lain aja yah?" Ucap Vina pelan menutup samping bibirnya dengan tangan.


"Tenang, saya traktir ko. Kamu bebas pilih menu apa aja, ngga usah mikirin bayarnya" Ucap Dokter Fadhlan tersenyum.


" Ok kalau begitu. Oya aku pesan Nasi goreng seafood, Udang crispi saus asam manis, Sama Cumi ring crispi, kalau minumnya air mineral sama teh manis hangat deh" Ucap Vina senang karena ditraktir.


"Itu kamu bakal habis semua?" Tanya Dokter Fadhlan heran.


"Lihat aja nanti" Jawab Vina tersenyum.


Dan akhirnya semua pesanan Vina dan Dokter Fadhlan tiba, dan terlihat Vina makan dan menghabiskan semua makanan tak tersisa membuat Dokter Fadhlan geleng-geleng kepala tak percaya.


***


Ditempat lain Bella, Riska, Doni dan Rangga pergi resto cepat saji disalah satu mall. Bella diam-diam memperhatikan Rangga yang menurutnya sangat tampan dan sesuai kriterianya.


Hai readers...Jangan lupa Rate 5, Like, Comment, Jadikan bacaan Favoritmu dan juga Votenya ya...Mari kita saling mendukung para Author.


Lanjuuut.....