STORIES OF LIFE VINA

STORIES OF LIFE VINA
BERJANJI



Dave mengikuti langkah Kaki Vina dengan saling berpegangan tangan, Vina begitu antusias memberikan Kejutan memperkenalkan Davin pada Ayahnya.


Tetapi, saat Vina tiba di kamarnya. Vina tak mendapati Davin berada di sana. Sesaat Vina teringat Davin yang sedang bersama Mak atau Suster, Sehingga Vina memutuskan untuk keluar mencari Davin. Dave merasa heran, karena kini melihat Vina seperti sedang bingung.


Saat Vina dan Dave sampai di ruang tengah, Vina mendengar tangisan Davin. Vina melepas pegangan tangan Dave, dan berlari menuju arah suara. Di ruang tamu Vina melihat Davin yang berada di pangkuan Mak, yang sedang berusaha menenangkannya.


"Vin, kamu dari mana saja? dari tadi Davin menangis karena lapar." Tanya Mak sedikit kesal.


Dave menghentikan langkahnya, tak melanjutkan mendekati Vina.


"Siapa anak itu? kenapa Vina tampak begitu menyayanginya." Lirih Dave berbicara sendiri.


Pluk...Tiba-tiba seseorang menepuk pundak Dave.


"Dia anakmu Dave, jangan berpikir macam-macam pada anakku." Ucap Ayah Wisnu tiba-tiba.


Dave menoleh ke kanan, menatap Pak Wisnu yang kini berada tepat di sampingnya mengikuti memperhatikan Vina. Terlihat senyuman di wajah Pak Wisnu, menampakkan rona kebahagiaan di wajahnya yang masih tampak muda dan segar. Garis wajahnya yang tegas, membuat rasa segan pada setiap orang yang memandangnya.


Vina melihat Ayahnya dan Dave yang sedang memandangnya lalu tersenyum segera menghampiri mereka dengan maksud segera masuk kamar untuk memberi ASI pada Davin.


"Permisi Ayah, Vina ke kamar dulu Davin sepertinya haus." Ucap Vina saat melewati Ayahnya.


Ayahnya mengangguk tanda mengerti.


"Masuklah ke kamar Dave, mungkin kamu ingin melihat anakmu," Pinta Pak Wisnu pada Dave.


"Baik Ayah, saya masuk dulu." Jawab Dave segera berjalan menuju kamar menyusul Vina yang masih berjalan menuju kamar.


"Sayang, inikah kejutan yang akan kau beri?" Tanya Dave yang kini berjalan bersama berdampingan dengan Vina.


"Iya sayang, ini Davin anak kita," Jawab Vina masih menenangkan Davin yang masih menangis.


Saat Vina masuk kamar, dengan segera menutup pintu dan memberi ASI pada Davin. Hingga akhirnya Davin tertidur di pangkuan Vina, tentu saja setelah merasa cukup kenyang.


Vina segera menidurkan Davin ke Box bayi, setelah di rasa merasa posisi Davin pas. Tiba-tiba tubuh Vina di balik oleh Dave, kini Vina dan Dave saling berdiri berhadapan. Dave langsung memeluk Vina, ada rasa bersalah dan bahagia menyelimuti hatinya kini. Karena tak pernah ada di masa-masa kehamilan dan persalinan Vina, juga bahagia kini dia mengetahui dirinya telah menjadi seorang Ayah.


"Maafkan aku sayang, ternyata banyak waktu yang hilang bersama kamu. Maafkan aku sayang, dan terimakasih kamu telah memberi kejutan yang indah untuk saya," Ucap Dave masih memeluk dan mengusap rambut Vina.


'Pelukan ini, adalah pelukan yang selama ini aku rindukan Dave. Pelukan yang sempat hilang, memberi kebimbangan dan kegelisahan di hati ini' Lirih Vina dalam hati membalas pelukan Dave dengan erat.


"Ngga apa-apa sayang, yang penting sekarang kamu sudah datang dan hadir bersamaku juga Davin," Jawab Vina pada Dave.


"Saya berjanji akan selalu ada di samping kamu, selalu menjaga dan merawat anak kita bersama-sama." Ucap Dave kembali.


Dave mengecup bibir Vina lembut, lalu memeluk Vina kembali.


Tok...tok...Suara ketukan pintu kamar.


"Vin, ayo kita ke ruang makan untuk makan bersama," Ucap Mak di balik pintu.


"Iya Mak, nanti Vina nyusul," Jawab Vina meninggikan suaranya.


"Ayo Dave, kita makan dulu," Ajak Vina pada Dave.


"Tapi anak kita bagaimana Vin? masa di tinggalin," Tanya Dave khawatir.


"Ngga apa-apa sayang, Davin kan lagi tidur. Nanti kita kunci pintunya, lagian pintunya kan pakai kode PIN." Ucap Vina menjelaskan.


"Baiklah kalau begitu," Ucap Dave mengikuti langkah Vina ke Ruang makan.


Dave dan Vina segera menuju ruang makan, suara denting sendok, garpu di piring mengiringi acara makan bersama tersebut. Porsi makan Vina, kini semakin besar karena kini Vina harus menyusui Davin.


Selesai makan Vina bergegas ke kamar kembali, karena khawatir akan Davin yang mungkin sudah terbangun.


"Ayah, Vina duluan ke kamar ya...barangkali Davin sudah bangun," Jelas Vina pada Ayahnya.


"Baiklah, segeralah. Aku ngga mau cucuku kenapa-napa." Ucap Pak Wisnu pada Vina.


"Hai, memangnya kamu sudah beres makan?" Tanya Vina melihat Dave menyusulnya.


"Sudah Vin," Jawab Dave singkat.


"Baiklah, oya ingat nih ya...kode pin kita. Supaya nanti kamu bisa keluar masuk kamar kita," Pinta Vina sambil menekan beberapa tombol kode kamarnya.


Dave tampak mengamati dan mengingatnya, agar dirinya hapal akses melalui kode masuk kamarnya.


Setelah masuk tampak Davin masih tertidur lelap, membuat Vina lega. Lalu Vina duduk di sofa kamar sambil menyalakan televisi, untuk menonton acara Drama korea kesukaannya. Sedangkan Dave masih duduk di sisi ranjang, memperhatikan Davin di box bayi.


"Apa yang kamu lihat Dave, jangan ganggu anakku. Biarkan dia tidur," Pinta Vina melihat Dave memasukkan tangannya ke dalam box hendak mengusap pipi kecil baby Davin.


Dave mengangkat kembali tangannya, lalu menghampiri Vina.


"Saya tak berniat mengganggunya, aku hanya ingin mengusapnya," Ucap Dave tak suka akan ucapan Vina tadi, sambil duduk di samping Vina.


"Aku hanya ngga mau Davin terganggu, biarkan dia tertidur. Karena semalam Davin beberapa kali terbangun, saya ngga mau Davin kurang tidur," Ucap Vina menjelaskan.


"Maaf jika kamu tersinggung" Ucap Vina mendekatkan wajahnya menghadap tepat di wajah Dave suaminya.


Raut muka Dave tampak memerah, dia malu karena sempat merasa tersinggung akan ucapan Vina. Tanpa tau alasan Vina melarangnya.


Vina mengecup bibir Dave, dan Dave membalasnya lebih dalam. Hingga Vina sedikit susah bernafas karenanya, lalu melepas kecupan Dave.


"Sudahlah sayang, aku senang akhirnya kamu kembali lagi." Ucap Vina mengawali pembicaraan.


"Tampaknya saya memang lama meninggalkanmu, buktinya kamu sudah melahirkan anak kita."


"Saya berjanji akan selalu ada buatmu dan anak kita." Ucap Dave kembali.


"Saya pegang janji kamu, aku ngga mau kamu pergi lagi," Pinta Vina duduk sambil menyenderkan kepalanya ke dada Dave.


"Sekali lagi saya minta maaf, sudah membuatmu khawatir. Saya pun tak tahu apa yang telah terjadi sama saya," Dave menjelaskan.


"Apa kamu yakin tidak ingat sama sekali, saat kamu ngga di sini?" Tanya Vina penasaran.


"Hanya sedikit mengingatnya, tapi itupun sedikit samar-samar," Jawab Dave.


Sebenarnya Vina tahu dari Ayahnya, kalau Dave sempat berganti nama menjadi David. Dan menikah dengan wanita yang menculiknya, karena begitu terobsesi pada Dave.


Hanya saja Vina tak mau membahasnya, berharap Dave melupakannya. Dan fokus dengan dirinya yang telah kembali menjadi Dave yang dengan jati diri yang sebenarnya.


□■□■□■□■□■□■□■□■□■□■□■□■


Hai...Mudah-mudahan kalian suka ceritanya.


Mampir juga di karyaku I LOVE U, MY ALIEN.



Untuk dukung dan agar aku terus semangat dan termotivasi menulisnya tolong selalu beri.


☆☆☆☆☆Rate 5


👍 Like


💬 Komentar


❤ Favorite


💓 Vote


Karena dukungan kalian begitu berarti buatku.


💖Mari kita saling mendukung 💖