Shanum Hanania

Shanum Hanania
Bab 79



"Ga... apa kau masih belum mengantuk, ini sudah tengah malam" ucap Shanum


"Sebentar lagi, kau harus tahan untuk jangan dulu tidur" ujar Arga


"Ada apa memangnya, aku sudah terlanjur mengantuk"


"Tunggu sebentar saja" Arga melirik kearah pintu masuk, tapi ia sama sekali tidak melihat apapun di sana. Ia terus memantau pintu masuk secara berkala, dan tatapannya melihat satu tangan yang mengangkat jempol tanda semua sudah siap


"Shan..." panggil Arga, membuat Shanum menatap kearahnya "Aku ingat beberapa bulan yang lalu adalah ulang tahunmu, dan aku tidak bisa merayakannya bersamamu karena banyaknya hal yang harus kita selesaikan, dan malam ini, aku ingin mengucapkan selamat ulang tahun untukmu"


Shanum masih mengerutkan keningnya dan menatap Arga dengan penuh keheranan. Lalu tiba tiba, ia membalik tubuhnya saat mendengar derap langkah kaki yang berangsur mendekat. Shanum membekap mulutnya, ia sampai tidak bisa berkata kata saat para sahabat Arga membawakan sebuah birthday cake yang cukup besar kearahnya


"Selamat ulang tahun Nia" bisik Arga, membisikakkan panggilan masa kecil Shanum


Nyanyian ulang tahun mulai terdengar. Wajah semua orang juga tampak berbinar, menyaksikan ulang tahun dari Shanum. Arga meminta Shanum untuk meniup lilinnya, dan memotong kue. Namun saat Shanum memotong kue, ia sedikit kesusahan, dan seakan ada sesuatu yang keras di dalam kue tersebut. Ia sedikit melirik Arga, dan hanya mendapati wajah Arga yang terlihat tersenyum sembari mengangguk.


Shanum kembali fokus pada kue ulang tahunnya, dan berusaha memotong. Begitu kue terpotong, terlihat sebuah kotak berwarna biru yang sedikit menyembul. Dengan ragu, Shanum mengambil kotak tersebut, ia melirik semua orang sejenak, sebelum akhirnya memilih untuk membuka kotak tersebut. Begitu kotak terbuka, terlihat sebuah cincin dengan permata kecil diatasnya yang berkilauan karena terkena cahaya lampu


Arga mendekati Shanum, dan mengambil kotak tersebut dari tangan Shanum "Dulu, aku selalu menyaksikan setiap acara istimewa sahabat sahabatku. Diana dan Lion melakukan lamaran diatas jetski. Gita dan Ardan juga sama, mereka memutuskan untuk menikah di tengah laut, menngunakan jetski. Daffa dan Sekar juga memutuskan untuk menjalani pernikahan dengan baik di tempat yang sama, yaitu diatas jetski. Sedangkan kita, aku tidak bisa melakukan itu karena kau tahu sendiri kalau aku ini mabuk laut" ucap Arga sembari terkekeh pelan


"Aku juga tahu bahwa kau sangat tidak suka dengan hal hal romantis seperti ini. Tapi aku sengaja meminta bantuan mereka semua untuk membuat acara ini, karena aku ingin para sahabatku ikut menyaksikan hari bahagia untukku, hari dimana aku memintamu untuk terus berada di sisiku. Berjanjilah untuk terus membersamaiku dalam keadaan apapun, karena aku sangat tidak bisa di tinggalkan" Arga membuka kotak tersebut sembari berjongkok di hadapan Shanum


"Nia-ku, sang peri masa kecilku, maukah kau menikah denganku?"


Shanum memalingkan wajahnya saat air mata dengan lancang mengalir di pipinya. Ia tidak ingin siapapun melihat tangisnya, karena ia tidak mau siapapun menganggap dirinya lemah. Ia mengusap kasar pipinya untuk menghapus air mata tersebut, kemudian ia kembali menatap Arga yang masih menatap dirinya dan menantikan sebuah jawaban


"Aku mau"


Arga tersenyum senang mendengar jawaban Shanum. Ia lantas mengeluarkan cincin tersebut, dan memasangkannya di jari manis Shanum, setelah itu ia bangkit dan mensejajarkan tinggi tubuhnya, dengan tatapan yang tidak lepas sedikitpun dari Shanum. Keduanya sama sama tersenyum dengan tatapan yang sama sama terkunci. Di detik berikutnya, pelukan hangat mereka lakukan sebagai wujud rasa bahagia yang kini tengah mereka rasakan


Semua sahabat Arga juga ikut merasakan bahagia dan keharuan, karena pada akhirnya Arga menemukan wanita yang ia cintai. Mereka semua adalah saksi dimana Arga yang terlihat begitu humoris, sama sekali tidak memiliki ketertarikan untuk menjalin hubungan dengan siapapun, karena terikat dengan masa lalunya. Tapi kini, mereka semua bahagia, karena pada akhirnya, tembok besar yang di bangun Arga, berhasil di robohkan oleh Shanum. Sungguh, tidak ada kebahagiaan lain bagi seorang sahabat, selain melihat sahabat mereka bahagia


Tamat