
Arga menatap tak percaya pada tampilan Shanum yang sangat jauh dari ekspektasi-nya. Ia seakan tak percaya jika wanita cantik yang ada dihadapannya ini adalah Shanum, seorang Office Girl di perusahaannya. Ia berjalan mendekat, dan merangkul pinggang Shanum. Membuat Shanum juga ikut terdiam karena gugup
Ya, Shanum gugup saat melihat tatapan lekat Arga padanya. Ia bahkan kesulitan menelan saliva saat tangan sang atasan merangkul erat pinggang rampingnya. Ia mendongak, menatap wajah Arga yang berada sangat dekat dengan wajahnya, sebab saat ini tingginya hampir mengimbangi tubuh tinggi Arga, karena ia mengenakan high heels. Entah kemana perginya seluruh kemanpuan bela dirinya, jika biasanya ia akan segera menghajar Arga saat laki laki itu berlaku tidak sopan padanya, maka kali ini ia hanya diam saat Arga merangkul pinggangnya
"Kau sangat cantik Hann..." ucap Arga, masih tetap menatap lekat Shanum. Tangannya terangkat, dan mengusap pipi Shanum yang tampak merona. Bahkan Arga bisa mendengar detak jantung Shanum saat ini
"Pak..."
"Panggil aku Mas"
Shanum menekan dadanya yang berdegup kencang. Ia kembali menunduk, menutupi wajahnya yang saat ini pasti telah merah merona "Pak, saya tidak nyaman dengan pakaian ini" ujar Shanum
"Kenapa?"
"Pakaian ini terlalu ketat dan terbuka"
"Tidak, kau sangat cantik. Sudah, kau tunggu disini, dan kini giliranku yang akan bersiap" Arga menuntun Shanum untuk duduk di sofa yang tadi ia duduki. Setelah itu, ia masuk kedalam, dan mempersiapkan tampilannya
Beberapa menit menit berlalu, Arga keluar dari ruangan dan menemui Shanum. Sama halnya seperti Arga yang tadi terpaku dengan tampilan Shanum. Kini Shanum pun ikut terpaku saat melihat Arga yang sudah terbalut tuxedo hitam yang senada dengan gaun yang ia kenakan
"Bagaimana, calon kekasihmu ini tampan bukan?" ujar Arga dengan percaya dirinya
Shanum memalingkan wajahnya saat kedatapan memandang Arga dengan lekat. Melihat hal itu tentu membuat Arga merasa sangat gemas. Ia berjalan mendekati Shanum, dan mengulurkan tangannya, yang seketika itu langsung di sambut oleh Shanum. Membuat Arga dengan berani mencium punggung tangan Shanum sekilas
Shanum dan Arga keluar dari salon, dan segera masuk kedalam mobil. Mobil mulai melaju membelah jalanan yang tampak ramai. Tidak lama, akhirnya mereka tiba di tempat yang mereka tuju
Sebuah ballrom mewah tempat diadakannya acara makan malam antara banyak pengusaha. Shanum mengamit lengan Arga dan masuk bersamaan kedalam ballrom. Seketika itu, semua mata tertuju pada mereka berdua yang tampak begitu serasi. Beberapa orang tampak berbisik, mengatakan kekaguman akan sepasang kekasih yang barusaja memasuki ballrom tersebut
"Perkenalkan Mr, dia Hanna, kekasihku"
"Hai, senang bertemu denganmu, calon Nyonya Argantara"
"Terima kasih"
Arga dan laki laki itu berbincang sejenak. Kemudian, Arga mengajak Shanum untuk masuk dan bergabung dengan rekan bisnisnya yang lain. Dalam pertemuan ini, Shanum bisa melihat dan merasakan sendiri seperti apa circle pertemanan Arga yang sangat jauh dari pergaulannya
"Pak, saya mau ke toilet sebentar" izin Shanum membuat Arga menolehkan kepalanya dan tersenyum sembari mengangguk
"Ayo" ajak Arga
"Kemana Pak?"
"Bukankah kau ingin ke toilet, aku tidak akan mengizinkanmu pergi sendiri. Kau tidak lihat banyak laki laki yang memandang takjub dirimu, aku tidak rela jika mereka sampai mengganggumu"
Shanum mengedarkan pandangannya. Benar saja, banyak pasang mata yang melihat penuh minat kearah dirinya "Mmm saya tidak jadi ke toilet Pak, nanti saja" Shanum tidak mungkin meminta di temani oleh Arga, ia pasti akan merasa canggung nantinya
"Sudah ayo aku antar" Arga segera membawa Shanum pergi dari keramaian ballroom tersebut setelah berpamitan pada beberapa rekan bisnisnya.
Tiba didepan toilet wanita, Arga membukakan pintu toilet, dan mempersilahkan Shanum untuk masuk. Sedangkan dirinya menunggu Shanum diluar, dengan bersandar pada tembok toilet. Tidak berselang lama, akhirnya Shanum keluar dari kamar mandi
"Sudah?" tanya Arga
"Sudah Pak"