Shanum Hanania

Shanum Hanania
Bab 31



"Hann..."


"Hem..."


"Kalau aku menginap disini malam ini, bagaimana?"


Shanum melirik Arga, sedikit aneh dengan apa yang barusaja laki laki itu utarakan "Kenapa? Tuan dan Ibu pasti menunggumu di rumah"


"Aku sedang tidak ingin bertemu mereka. Jika kau mengizinkan, maka aku ingin menginap disini bersamamu, jika tidak, mungkin aku akan mencari hotel terdekat saja nanti" ucap Arga


"Oh, kalau begitu kau cari hotel terdekat saja, karena aku tidak bisa mengizinkan laki laki asing menginap di tempatku"


"Hann..." Arga pikir dengan memasang wajah sedih akan membuat Shanum luluh, dan mengizinkannya untuk menginap, tapi ternyata Shanum justru dengan gamblang memintanya untuk menginap di tempat lain saja "Apa kau bersungguh sungguh dengan ucapanmu?" tanya Arga, berharap jika apa yang ia dengar salah


"Sudahlah, aku tidak suka mengulang ucapanku, jadi pergilah" Shanum beranjak dari duduknya hendak kembali masuk. Namun langkahnya terhenti saat Arga memegang pergelangan tangannya


Arga ikut bangkit dari duduknya tanpa melepas cekalannya pada tangan Shanum "Apa kau benar benar tidak memiliki rasa apapun padaku?" tanya Arga penuh harap


"Ini adalah ke-dua kalinya kau menanyakan hal yang sama. Jadi apakah aku harus menjawab pertanyaanmu untuk ke-dua kalinya juga?"


"Izinkan aku untuk membuatmu mencintaiku Hann, aku serius dengan ucapanku"


Selama beberapa menit waktu seolah berhenti. Shanum terdiam mendengar ungkapan Arga padanya tentang sebuah keseriusan, dan ia bisa menangkap ketulusan dalam setiap kata yang laki laki itu ucapkan. Namun Shanum berusaha bersikap biasa, dan melepas genggaman tangan Arga dari tangannya


"Maaf, aku benar benar tidak bisa"


Shanum memejamkan kedua matanya. Ia tidak mungkin memberi jawaban atas pertanyaan Arga dengan jawaban yang sebenarnya. Tanpa mengucap sepatah katapun Shanum melangkah masuk, dan mengunci pintu kontrakannya, meninggalkan Arga yang tampak menahan kekecewaan yang mendalam atas penolakan Shanum


Dring... dring...


Dering ponsel di saku celana Arga membuatnya segera mengangkat panggilan yang ternyata berasal dari Mamanya "Halo Ma..."


"Sayang, kau dimana Nak, ini sudah malam tapi kau belum pulang, apa kau lembur?"


"Iya, tidak perlu menungguku Ma, karena malam ini aku tidak akan pulang"


"Tapi Sayang..."


"Assalamu'alaikum"


Tanpa mendengar ucapan lebih lanjut dari sang Mama, Arga segera mematikan panggilannya. Ia kembali menatap pintu kontrakan Shanum, masih berharap wanita itu membukakan pintu untuknya. Namun setelah beberapa saat, akhirnya ia kembali masuk kedalam mobil dan pergi dari sana


Sedangkan Shanum yang sebenarnya masih berada di belakang pintu hanya diam dengan tatapan kosong. Bohong jika ia menolak Arga benar benar dari hatinya, karena pada kenyataannya, Arga adalah sosok yang benar benar cocok dengan kriteria pasangannya. Namun untuk bersama, Shanum benar benar merasa tidak pantas. Setelah mendengar mobil Arga jalan menjauh, Shanum segera masuk kedalam kamarnya


"Ada apa dengannya sebenarnya?"


Pertanyaan yang sedari tadi berputar putar dalam kepala Shanum. Sebab, biasanya Arga akan selalu membuatnya kesal, tapi tadi, dirinya bahkan kasihan saat melihat wajah Arga yang terlihat begitu sedih. Walaupun dengan wajah sedih sekalipun, laki laki itu tetap menjengkelkan di mata Shanum