Shanum Hanania

Shanum Hanania
Bab 24



Arga mendatangi rumah konrakan Shanum yang tidak begitu jauh dari gedung perusahaannya. Ya, setelah tadi siang sempat menolak untuk menempati rumah pemberian Arga. Akhirnya Arga menawarkan bantuan untuk membantu Shanum mencari rumah sewa, dan akhirnya Shanum menemukan rumah sewa dengan harga yang sedikit lebih murah


Arga turun dari mobilnya, dan mulai mengetuk pintu kontrakan Shanum. Tidak lama, Shanum keluar dari kontrakannya dengan menenteng sebuah paper bag di tangannya, sedangkan dirinya terlihat memakai pakaian yang biasa ia kenakan. Melihat Shanum sudah siap, Arga segera membukakan pintu mobilnya, dan kembali melajukan kendaraannya tersebut menuju salon, ia akan melakukan permak habis habisan untuk merubah tampilan Shanum malam ini. Begitu tiba di salon yang dituju, Arga segera turun, diikuti oleh Shanum


"Ada yang bisa saya bantu Tuan?" tanya Karyawan salon yang terlihat gemulai


"Tolong make-up dia sesuai dengan dress yang akan ia kenakan"


Laki laki gemulai tersebut melirik Shanum. Melihat paper bag yang dibawa Shanum, laki laki tersebut segera mengulurkan tangan, dan melihat warna dress yang akan klien-nya kenakan. Setelah melihat warna dress tersebut, ia segera membawa Shanum masuk ke ruangan miliknya


Shanum ia dudukkan di kursi rias. Laki laki tersebut mengeluarkan beberapa alat make-up yang akan ia gunakan, dan mulai memoles wajah Shanum. Tangan laki laki itu begitu cekatan memberikan polesan polesan untuk mempercantik wajah Shanum. Shanum yang tidak terbiasa dengan make-up, beberapa kali tampak bersin saat kuas make-up tersebut menyapu area hidungnya


"Wow, kau sangat cantik Baby" ujar laki laki itu memuji kecocokan hasil make-upnya dengan wajah cantik Shanum


Shanum melihat dirinya di pantulan cermin. Sedikit tidak percaya jika wanita yang saat ini ada dalam cermin itu adalah dirinya. Sebab, saat ini ia telah menjelma menjadi sosok Cinderella yang sudah di sulap oleh Mami Peri. Ia meraba wajahnya untuk memastikan apa yang ia lihat itu benar benar dirinya. Namun teriakan melengking dari laki laki yang sudah memake-overnya membuatnya menghentikan gerakan tangannya


"Jangan disentuh, kalau tidak kecantikanmu akan luntur"


"Ya sudah, sekarang yey ikut eyke, kita ganti baju dulu, capcus" laki laki itu berjalan mendahului menuju ruang ganti "Ayo lepas pakaiannya" ujarnya


Shanum membelalak. Kepalan tinjunya bahkan sudah siap melayang di wajah laki laki gemulai di hadapannya. Namun ia urungkan saat melihat laki laki tersebut sedikit menggeser tubuhnya, dan memberi jalan untuk Shanum berganti sendiri dibalik sebuah tirai


Shanum masuk kedalam ruangan yang ditutupi tirai tersebut. Ia mengganti bajunya dengan dress yang tadi ia bawa. Setelah itu ia keluar dari ruang ganti dengan menarik narik ujung bajunya yang terasa begitu pendek


"Mas, ada baju lain tidak? Aku tidak nyaman dengan dress ini" ujar Shanum


"Mas, Mas, enak saja. Panggil aku Sista"


"Sis... Sista? Ahh iya, baiklah. Sista apakah ada baju lain yang sedikit lebih panjang yang bisa aku pakai. Aku tidak nyaman dengan baju ini" ujar Shanum


"Kami hanya menyediakan jasa make-over Sayang, bukan wardrobe, jadi tidak ada baju ganti. Lagipula kau terlihat cantik dengan baju itu, Tuan yang tadi menunggumu pasti suka. Ayo aku antar keluar" laki laki tersebut meraih tangan Shanum, dan menggandengnya keluar untuk menemui Arga


"Tuan..."