Shanum Hanania

Shanum Hanania
Bab 32



Di sisi lain, tepatnya di kediaman keluarga Arga. Nyonya Brianna tampak mondar mandir kesana kemari, setelah teleponnya di matikan secara sepihak oleh Arga. Melihat sang istri yang tampak gelisah, Tuan Rapi segera mendekati


"Ada apa Ma?" tanya Tuan Rapi


"Arga tidak pulang lagi Pa. Aku tidak tahu kemana anak itu sekarang" ucap Nyonya Brianna cemas. Meskipun Arga sudah mengatakan bahwa dirinya lembur. Namun Nyonya Brianna tidak sepenuhnya percaya akan hal itu "Pa... apa mungkin penyebab Arga tidak ingin pulang dua hari ini karena perjodohan yang sudah kita ucapkan padanya?"


Ya, entah mengapa Nyonya Brianna menjadi teringat dengan perjodohan yang mereka rencanakan. Bahkan hal ini juga sudah sempat mereka utarakan pada Arga secara langsung, dan pastinya usulan mereka ini mendapat penolakan dari Arga. Namun Tuan Rapi yang memang memiliki pendirian teguh, tetap melanjutkan keinginannya. Ya, perjodohan ini adalah keinginan langsung dari Tuan Rapi


"Sudahlah, jangan terlalu di pikirkan. Dia pasti akan pulang nanti"


"Tapi Pa..."


"Sudah, Mama juga harus tidur, jangan terlalu lelah atau Mama akan sakit nanti" peringat Tuan Rapi. Ia segera menuntun sang istri untuk kembali ke kamar, dan membaringkannya di ranjang "Tidurlah"


Setelah mengatakan itu, Tuan Rapi keluar dari kamar, dan masuk kedalam ruang kerjanya. Ia duduk di kursi kebesarannya, dengan bersedekap dada. Ia kembali teringat dengan wajah Shanum, wajah yang sangat mirip dengan seseorang yang cukup berpengaruh di masa lalunya, dan hal itulah yang membuatnya merencanakan perjodohan ini. Dengan dalih untuk memisahkan Arga dari Shanum.


Ya, Tuan Rapi pernah muda, ia bisa melihat setiap gerak gerik Arga selama ini. Betapa putranuya itu tampak memperlakukan Shanum dengan berbeda. Bahkan kini Shanum bekerja di perusahaan putranya atas rekomendasi langsung dari Arga. Tuan Rapi meraih ponselnya yang berdering, dan langsung menjawab panggilan telepon dari orang kepercayaannya


"Bagaimana?" tanya Tuan Rapi begitu panggilannya terhubung


"Semua yang anda minta sudah saya kirimkan di email anda Tuan"


"Baiklah"


Tuan Rapi segera mematikan panggilannya, dan membuka email dengan segera. Ia ingin segera mengetahui kebenarannya, dan membuktikan segala kecurigaannya. Begitu email terbuka, ia langsung membaca email dari orang kepercayaannya dengan seksama


Cukup bagi Tuan Rapi mengetahui nama ayah dari Shanum, dan hal ini sudah membuktikan segalanya. Tekadnya untuk memisahkan Shanum dari Arga benar benar keputusan yang tepat. Ia akan melakukan segala cara untuk memisahkan mereka berdua. Termasuk, menjodohkan Arga dengan Alina, anak dari sahabat baik istrinya


*


Pagi menjelang. Shanum telah tiba di depan kantor Arga. Ia segera melangkah masuk, dan menuju pantry untuk membuatkan kopi untuk Arga. Begitu selesai, ia segera menuju ruangan Arga, dan meletakkan kopi tersebut di meja. Setelah selesai, ia lantas keluar


Shanum mengambil sapu dan kain pel, dan memulai pekerjaannya pagi ini. Yaitu membersihkan ruangan Arga dan ruangan Gibran, asisten Arga. Selesai membersihkan dua ruangan tersebut, Shanum membawa kembali sapu dan kain pel untuk ia taruh di tempat semula.


Begitu Shanum melewati lift, bertepatan dengan lift yang terbuka dan memperlihatkan Gibran keluar dari sana "Selamat pagi Pak" sapa Shanum


"Selamat pagi Shan"


Shanum sedikit terpaku di tempatnya. Ada terbersit pertanyaan tentang dimana Arga, mengapa Gibran hanya datang seorang diri. Biasanya, dimana ada Gibran maka disana ada Arga. Karena dua laki laki itu adalah satu paket yang tidak bisa di pisahkan dalam hal pekerjaan. Shanum tidak ingin terlalu ambil pusing, dan segera melanjutkan langkahnya


"Shan..."


Shanum menghentikan langkahnya, dan membalik tubuhnya menghadap Gibran kembali "Saya Pak?" tanya Shanum memastikan yang dijawab anggukan oleh Gibran


"Tidak perlu membuatkan kopi untuk Pak Arga, beliau tidak ke kantor hari ini"


"Baik Pak"