
Hai Ka, maaf banget, ini bukan flashback. Karena setelah aku pikir pikir lagi, kayaknya ngga cocok kalo ini di buat kilas balik dengan cerita masa lalu, dan aku pikir kayaknya lebih baik kita tau cerita masa lalu keluarga Argantara dari cerita Ibu Siti langsung aja. Soalnya kalau harus flashback, kayaknya bakalan lama. Jadi selamat menikmati sajian cerita amburadul ini. Tapi apapun itu, semoga kalian suka. Sekian...
...****************...
Ibu Siti menghela napas sebelum memulai ceritanya "Dulu, Ibu dan Om Harun, Ayah Shanum di besarkan di panti asuhan, kami berdua adalah teman baik. Sampai akhirnya Om Harun bernasib baik, karena ada keluarga kaya yang mau mengadopsinya, tapi buruknya adalah kami tidak bisa main bersama lagi karena Om Harun langsung di bawa menuju kediaman orang tua angkatnya, yaitu Kakek dan Nenekmu. Om Harun tumbuh besar, dan menjadi laki laki tampan yang pastinya di gilai perempuan. Namun ternyata, dari banyaknya perempuan yang mendekatinya, ia lebih memilih kembali ke panti, dan mencari Ibu. Dia mencintai Ibu, dan akhirnya kami menikah"
"Setelah menikah, Om Harun meminta Ibu agar tidak menunda kehamilan, karena dirinya sudah sangat mendambakan anak dari pernikahan kami. Namun hingga beberapa tahun, ternyata kami masih belum diberikan kepercayaan untuk memiliki anak. Kabar kehamilan Mama-mu saat itu membuat Om Harun marah, ia tidak terima jika Papa-mu yang lebih dulu memiliki anak, karena jika itu terjadi, maka harta kekayaan keluarga Argantara akan jatuh ke tangan anak tersebut, dan anak itu adalah dirimu"
Ibu Siti kembali menarik napas sembari menatap pada Arga. Dapat Ibu Siti lihat jika Arga cukup terkejut saat mendengar ceritanya. Namun Arga sama sekali tidak menyela ucapannya, membuat Ibu Siti akhirnya melanjutkan ceritanya
"Setelah Shanum lahir, lagi lagi Om Harun kecewa, karena harta gono gini keluarga Argantara harus di bagi rata antara Shanum dan Selfi. Ia kecewa karena Shanum terlahir sebagai wanita, padahal jika Shanum terlahir sebagai laki laki, maka setidaknya bagiannya pasti akan lebih besar daripada harta bagian untuk Selfi. Om Harun akhirnya benar benar menjalankan rencananya, sebuah rencana yang ternyata bertujuan untuk mencelakai Papa dan Mama-mu. Namun ternyata semua di luar dugaan, karena mobil milik Papamu, justru di pakai oleh Kakek dan Nenekmu, sehingga mereka berdua yang harus menanggung akibat dari rencana busuk Om Harun"
"Butuh waktu tujuh tahun bagi Papa-mu mengusut tentang pristiwa kecelakaan yang menghabisi nyawa Kakek dan Nenekmu. Hingga akhirnya ia menemukan kenyataannya. Kenyataan bahwa adik angkat yang selama ini ia sayangi adalah dalang di balik kematian kedua orang tuanya, dan di detik itu juga, Papa-mu mengusir Ibu dan Om Harun, serta Shanum yang masih kecil untuk pergi. Harta pembagian yang semula milik Shanum, akhirnya di tarik, dan di balik namakan, karena Papa-mu tidak mau ada nama keluarga kami di dalam silsilah keluarga Argantara"
Ibu Siti kembali melihat Arga yang hanya terdiam. Ia tahu, anak ini mungkin sangat hancur saat mendengar cerita masa lalu keluarga mereka. Namun cepat atau lambat, baik Arga maupun Shanum harus mengetahui semua ini. Ya, Arga dan Shanum, sebab sepanjang Ibu Siti bercerita kepada Arga, ia melihat keberadaan Shanum yang menguping pembicaraannya dari balik pintu belakang, bahkan hingga saat ini, Shanum masih berada di sana
"Setelah kami di usir dari kediaman Argantara, kami memulai hidup seperti ini. Hidup serba kekurangan dan kemiskinan. Ibu tidak menyalahkan keluargamu, karena ini memang hukuman yang pantas untuk Om Harun terima, walaupun imbas buruk dari perbuatannya harus membuat Shanum ikut hidup menderita dengan segala kekurangan kami"