Shanum Hanania

Shanum Hanania
Bab 27



Shanum menggelengkan kepalanya, saat pikiran pikiran buruk datang. Ia memejamkan mata saat pikirannya mengarahkan untuk terus melihat Arga yang duduk di depannya. Sedangkan Arga yang sejak tadi melihat Shanum yang terus memperhatikan dirinya melalui kaca spion hanya tersenyum tipis


"Buka saja matamu, kenapa di tutup begitu. Memang kau rela menyia nyiakan ciptaan Tuhan yang indah ini" ujar Arga


"Dih, percaya diri sekali" Shanum memalingkan wajahnya


"Aku ini memang tampan, dan aku sangat percaya itu" ujar Arga "Oh iya Hann, bagaimana kabar orang tuamu?" tanya Arga


"Untuk apa kau menanyakan orang tuaku?" tanya Shanum ketus, ia bahkan tidak lagi memanggil Arga dengan sebutan Bapak


"Tidak apa apa, tidak salah bukan jika aku menanyakan keadaan calon mertuaku sendiri"


Shanum melotot mendengar ucapan Arga. Ia bahkan melayangkan tinju ringan pada kursi Arga. Membuat Arga tergelak


"Kau ini terlalu percaya diri sekali, padahal aku belum tentu mau denganmu"


"Tapi aku sudah pasti mau denganmu"


Shanum menghela napas kasar. Berbicara dengan Arga benar benar menguji kesabaran hatinya. Ia memilih diam, dan melihat jalan yang mereka lalui, daripada terus menerus beradu mulut dengan Arga


"Ah iya, ingat untuk men-transfer tips-ku malam ini dengan segera" ujar Shanum saat teringat janji Arga padanya. Laki laki itu sudah menjanjikan uang padanya jika ia bersedia menemani Arga makan malam bersama klien malam ini


"Tentu saja, berapa yang kau inginkan?"


"Berikan lima ratus ribu sekarang juga" Shanum mengulurkan tangannya dengan menantang


"Apa maksud tanganmu?"


"Mmm bagaimana jika satu juta tapi transfer" tawar Arga


"Dua juta, cash" Shanum tampak mempertimbangkan


Arga menghela napas frustasi. Ia tidak memiliki uang cash sebanyak itu. Bahkan jika saat ini dompetnya di geledah, mungkin hanya akan melihat pecahan uang dua puluh ribu saja disana. Sebab dirinya memang tidak pernah menyimpan uang cash. Arga menghentikan kendaraannya, dan keluar dari mobil


"Tunggu disini sebentar"


Shanum melirik bangunan di depannya. Sebuah bangunan yang bertuliskan Atm Bri. Shanum melihat bagaimana Arga masuk kedalam bangunan tersebut, dan tidak lama segera keluar lagi


"Deal, dua juta cash" Arga menyerahkan dua ikat uang pada Shanum


Shanum gelabakan saat mendapati Arga benar benar memberinya uang sebanyak itu. Padahal, tadi ia hanya bercanda, karena ia yakin jika Arga tidak mungkin memiliki uang cash sebanyak itu. Namun ia tidak menyangka jika Arga akan menganggap candaannya serius


"Tidak, aku hanya bercanda. Berikan padaku lima ratus ribu saja, itu sudah cukup"


"Aku sudah terlanjur menarik dua juta, dan aku tidak terbiasa memegang cash, jadi kau harus menerima uang ini, atau aku akan membuangnya"


"Ya sudah, buang saja kalau begitu" tantang Shanum


Arga menatap Shanum tak percaya. Bukan perkara susah untuknya mendapatkan uang, bahkan ia menganggur sekalipun, uang masih tetap akan mengalir ke rekeningnya. Namun ia juga bukan orang yang senang menghambur hamburkan uang. Berniat menarik uang dengan nominal banyak, berharap Shanum akan menerimanya, tapi justru membuatnya pusing sendiri. Sebab ia tidak terlalu suka memegang uang cash, karena segala tagihan miliknya sudah ia masukkan di kartu kartu penting miliknya


"Aku berharap kau mau mengambil semuanya. Tapi jika kau hanya ingin mengambil sesuai yang kau katakan, maka ambillah" Arga menyodorkan kembali uang tersebut pada Shanum


Shanum mengambil satu ikat uang dari tangan Arga. Ia mengambil setengah dari uang tersebut, dan langsung saja menyimpannya kedalam tas "Jika kau membutuhkan bantuanku, mungkin aku akan mempertimbangkannya. Tapi tolong ingat satu hal, jangan pernah merendahkan orang miskin sepertiku dengan uang yang kau miliki"