
Acara masih berlanjut, Shanum terlihat sudah cukup akrab dengan teman teman Arga. Sebab, mereka semua sangat ramah, dan menerima keberadaan Shanum dengan begitu baik. Shanum tengah berbincang bersama Gita, Diana, dan Sekar, saat tiba tiba sepasang pengantin mendekati mereka semua
"Hai Kak, terima kasih sudah dagang di pernikahanku" ujar sang pengantin wanita
"Tidak perlu sungkan Fin, bukankah kau adalah adik dari Daffa, itu artinya, kau juga adalah adik kami" ucap Arga
"Terima kasih sekali lagi. Oh iya, aku sedikit penasaran dengan wanita di samping Kak Arga, apa dia..." pengantin wanita sedikit menatap curiga pada Shanum, sebab belum pernah sebelumnya ia melihat Arga membawa gadis dalam pertemuan apapun
"Benar Fin, gadis cantik ini adalah calon istri si bujang lapuk ini, sayang sekali bukan, gadis secantik dia harus menikah dengan Arga" ujar Ardan
"Hei, aku ini belum terlalu tua" sangkal Arga tak terima
"Tapi pada kenyataannya, diantara kami semua, kaulah yang paling tua" ucap Daffa mendukung Ardan
"Terserah kalian, tapi yang pasti sebentar lagi aku akan menikah, dan kalian semua harus memberikan kado terindah untukku" ucap Arga sembari menarik Shanum untuk mendekatinya
"Bukankah kau yang paling kaya diantara kami semua, lalu apa yang bisa kami berikan pada seorang crazy rich sepertimu?" tanya Lion
"Aku memang tidak akan meminta bantuan kalian para laki laki, tapi aku akan meminta bantuan pada para istri kalian"
"Para istri kami?" tanya para lelaki serempak sembari menatap para istri mereka yang juga tampak kebingungan
*
Pesta selesai, ballroom hotel juga sudah tampak sangat sepi. Tidak ada siapapun lagi di ballrom tersebut selain Arga dan Shanum. Shanum yang memang tidak begitu mengantuk, tidak mempermasalahkan saat Arga mengajaknya untuk berada di sana dalam waktu yang mungkin cukup lama. Namun, ia sedikit bosan, lantaran Arga seakan tidak menghiraukan keberadaannya. Karena kini, Arga justru terlihat fokus pada ponsel di tangannya
"Ga..." panggil Shanum
"Hmm... kenapa? Kau lapar, atau haus?" tanya Arga, tanpa mengalihkan tatapannya dari layar ponsel
"Tidak, aku hanya bosan. Bisa tidak, kau jangan bermain ponsel dengan alasan apapun saat di depanku, aku hanya ingin mengobrol denganmu" sungut Shanum
"Hm, baiklah" Arga mematikan ponselnya dengan segera dan menyimpannya. Kemudian tatapannya beralih menatap Shanum yang sudah memasang wajah masam "Jadi bagaimana, kita akan membicarakn apa?" tampak Arga memulai obrolannya, sebab ia tahu jika Shanum benar benar tengah kesal sekarang
"Aku sudah pernah katakan padamu untuk tidak bermain ponsel saat bersamaku, tapi kau malah melakukannya dengan terang terangan, dan aku sangat kesal sekarang"
"Baiklah, maafkan aku, jadi kita harus membicarakn apa sekarang"
Shanum menatap Arga demgan tatapan tidak suka. Entah mengapa ia merasa Arga menjadi sosok yang berbeda malam ini. Arga yang biasanya sangat menghargai keberadaannya, malam ini justru seakan menatapnya acuh. Bahkan Shanum hampir tidak pernah melihat Arga bermain ponsel saat sedang bersamanya, tapi malam ini, Arga justru bermain ponsel cukup lama, dan tidak memperhatikannya sama sekali