Shanum Hanania

Shanum Hanania
Bab 52



Jika Arga dan Shanum tengah mempersiapkan keberangkatan menuju Bogor. Maka di rumah besar kediaman Arga, Nyonya Brianna tampak menatap suaminya setelah kepergian Arga dan Shanum. Ia melirik Selfi yang juga masih setia di tempatnya, seolah ingin menanyakan hal yang sama dengannya, tentang alasan dari Tuan Rapi tidak merestui hubungan Arga dan Shanum


"Bisa Papa jelaskan semua ini?" tanya Nyonya Brianna


Tuan Rapi melirik istri dan putrinya bergantian. Kemudian menghela napas, dan bersiap untuk menjawab semuanya "Dia adalah Shanum Hanania Ma, putri dari Harun dan Siti"


"Harun dan Siti?"


Pikiran Nyonya Brianna mulai mengingat ingat dua nama yang terasa tidak asing itu. Hingga akhirnya ingatannya berputar pada awal pernikahan antara dirinya dan sang suami. Serta semua hal yang terjadi di masa lalu dalam keluarga besar Argantara


"Dan Shanum, dia adalah Nia?" tanya Nyonya Brianna memastikan, yang langsung saja dijawab anggukan oleh Tuan Rapi


"Tunggu, Mama dan Papa ini bicara apa? Kenapa Ceppy sama sekali tidak paham?" tanya Selfi


Pandangan Nyonya Brianna beralih pada putri kesayangannya "Cep, kau ingat Kak Nia?" tanya Nyonya Brianna


"Kak Nia?"


"Iya, kau sering memanggilnya Kakak peri saat kalian masih kecil dulu. Apa kau mengingatnya?"


"Tidak, aku tidak mengingat apapun. Ada apa ini sebenarnya Ma, aku benar benar tidak mengerti" tanya Selfi bingung


"Shanum adalah anak dari Om Harun, adik angkat Papa-mu" ujar Nyonya Brianna


"Adik angkat Papa? Itu artinya..." Selfi mulai paham sekarang


"Oh my God"


Selfi menutup mulutnya saat mendengar apa yang barusaja di katakan sang Mama. Ia tentu ingat dengan pristiwa itu. Pristiwa dimana Kakek dan Neneknya meninggal karena sebuah kecelakaan terencana, yang ternyata hasil dari rencana busuk Om Harun.


"Jadi Kak Shan... apakah dia juga masuk kedalam keluarga kita dengan tujuan yang sama? Atau justru, ini adalah trik balas dendam darinya atas kematian Om Harun?" tanya Selfi


"Aku rasa tidak" Tuan Rapi mulai menyahut "Aku yakin anak itu tidak seperti itu. Dia bahkan mungkin sudah lupa dengan kita"


"Tapi segala kemungkinan bisa saja terjadi Pa" ujar Mama Brianna sedikit takut. Ia takut putranya salah langkah untuk hal ini, walaupun awalnya ia mendukung keputusan Arga untuk memperjuangkan cintanya, tapi sekarang ia sedikit takut, mengingat betapa nekad-nya Harun dulu, dan mungkin saja tekad itu telah mengalir ke darah Shanum saat ini


"Aku juga mengkhawatirkan itu, tapi Arga sudah mantap dengan pilihannya, dan kau tahu, anak itu tidak akan mundur begitu saja jika tekadnya sudah bulat. Bukankah kau lihat sendiri tadi, bagaimana di menentang keputusanku dan memilih Shanum" ucap Tuan Rapi


Nyonya Brianna terdiam. Apa yang di katakan suaminya sepenuhnya adalah benar. Putranya tidak akan mungkin mundur begitu saja dari pilihannya, jika itu memang sudah pilihan mutlak darinya


"Lalu apa yang akan kita lakukan sekarang?" tanya Nyonya Brianna


"Biarkan Arga melakukan apapun. Cepat atau lambat, mereka pasti akan mengetahui semuanya, dan mereka juga sudah cukup dewasa untuk menghadapi masalah dalam hidup mereka" jawab Tuan Rapi


"Itu artinya Papa merestui hubungan Arga dan Shanum?"


"Melarang 'pun tidak ada gunanya"