Shanum Hanania

Shanum Hanania
Bab 50



Berkali kali Shanum menghela napas sembari menatap bangunan megah yang saat ini berdiri di hadapannya. Ya, saat ini ia berada di depan kediaman Argantara. Sesuai dengan janji laki laki itu sebelumnya yang akan membuktikan keseriusannya dengan membawa dirinya menemui keluarga besar dari Arga.


"Ayo kita turun" ajak Arga


Shanum melirik kearah Arga sejenak, meyakinkan hati untuk melangkah masuk kedalam sana. Setelah itu ia mengangguk, dan turun dari mobil. Begitu keluar dari mobil, Arga berjalan menghampiri Shanum, dan menggenggam jemarinya


"Assalamu'alaikum..." salam Arga


"Wa'alaikum salam" terdengar suara Selfi yang mendekat "Mas... Kak Shan..." sapa Selfi, begitu menyadari keberadaan Arga dan Shanum di depan sana. Ia segera membukakan pintu, dan mempersilahkan dua orang itu untuk masuk


"Mama Papa dimana Cep?" tanya Arga pada adiknya


"Ada Mas, lagi di belakang tadi. Sebentar, biar aku panggilkan"


Selfi pergi menuju halaman belakang. Meninggalkan Shanum dan Arga yang kini duduk di kursi ruang tamu. Tidak lama, terlihat Mama Brianna dan Papa Rapi berjalan mendekat


"Pagi Ma, Pa" sapa Arga


"Pagi Sayang" Mama Brianna melangkah maju, dan memeluk putranya "Hai, ada Shanum juga ternyata, bagaimana kabarmu Shan?" Mama Brianna melepas pelukan pada putranya dan menyapa Shanum yang duduk di samping sang putra


"Kabar saya baik Bu"


"Syukurlah"


Mama Brianna mengikuti suaminya yang duduk di sofa, berhadapan dengan Arga dan Shanum. Sedangkan Selfi, memilih duduk di sofa tunggal di samping Arga. Cukup lama mereka saling diam, hingga akhirnya Tuan Rapi mulai membuka suara


"Jadi apa yang membawa kalian kemari pagi pagi, apakah Shanum akan bekerja kembali di rumah ini?"


"Tidak Pa... Aku sengaja membawa Shanum kemari untuk mengenalkan pada kalian" ucap Arga


"Sebelumnya, mungkin Alina belum mengatakan apapun pada kalian tentang aku dan dia. Bahwa aku dan Alina memutuskan untuk menolak perjodohan yang sudah kalian atur, dan aku sudah memilih Shanum, untuk menjadi pendampingku" terang Arga


"Tapi, kenapa Alina tidak mengatakan apapun?" tanya Nyonya Brianna


"Karena aku yang memintanya Ma, aku sendiri yang harus mengatakan semua ini kepada Mama dan Papa"


"Tapi semua ini tidak semudah itu Arga, berita pertunanganmu sudah tersebar, dan semua orang sudah tahu akan hal itu. Lalu apa kata orang nanti jika tiba tiba pertunanganmu di batalkan?" ujar Nyonya Brianna


"Tidak di batalkan Ma"


"Apa yang kau maksud?" tanya Nyonya Brianna tak mengerti


"Pertunangan akan tetap kita lakukan sesuai dengan tanggal yang sudah di tetapkan. Tapi bukan antara aku dan Alina, melainkan antara aku dan Shanum"


Nyonya Brianna menatap suaminya yang sedari tadi hnya diam. Nyonya Brianna bahkan tidak berani berkata banyak, karena perjodohan ini bukan atas dasar keinginannya, tapi atas kemauan sang suami. Jadi, jika ada masalah seperti yang saat ini mereka hadapi, maka Nyonya Brianna akan menyerahkan ini kepada sang suami


"Tidak akan ada masalah Ma, pertunangan akan tetap di lakukan, dan keluarga kita tidak akan malu, lalu apalagi?" ucap Arga kembali saat melihat sang mama terdiam "Kita akan..."


"Arga stop!" Tuan Rapi mulai bersuara saat mendengar putranya lagi lagi memberikan pembelaan "Kau bisa berpikir bahwa ini semua tidak akan berpengaruh. Tapi nyatanya, sebagian orang sudah mengetahui siapa calon tunanganmu, dan dia adalah Alina, bukan Shanum. Semua ini akan menjadi pertanyaan besar nantinya"


"Aku siap menghadapi apapun Pa, asalkan aku dan Shanum bisa bersama" jawab Arga


"Tidak, kau tidak akan sanggup"


"Apa maksud Papa?"


"Papa tidak bisa menerima dia sebagai menantu di keluarga kita, sampai kapan 'pun. Jadi jika kau masih bersikeras untuk bersamanya, maka dengan berat hati, Papa akan mengeluarkanmu dari daftar ahli waris keluarga kita"