Shanum Hanania

Shanum Hanania
Bab 41



"Apakah Shanum juga mencintaimu?" tanya Alina lagi


"Belum"


Satu detik, dua detik, tiga detik, keduanya tampak terdiam. Sebelum akhirnya terdengar gelak tawa dari Alina. Ia bahkan sampai mengeluarkan air mata karena terlalu banyak tertawa


"Apa yang kau tertawakan?" tanya Arga heran


"Tentu saja dirimu. Kau itu aneh sekali, kau lebih memilih Shanum yang bahkan tidak mencintaimu sama sekali, daripada mencoba untuk mencintai aku yang sudah jelas ada bersamamu. Kenapa kau tidak mencoba untuk mencintaiku saja"


"Karena kau temanku" ucap Arga, ia menegakkan tubuhnya, dan meraih tangan Alina untuk ia genggam "Apakah kau marah karena aku menolakmu?" tanya Arga, ya dia harus memastikan hal ini dulu sebelum melangkah lebih jauh


Alina melepas genggaman tangan Arga. Ia memilih berdiri, dan berjalan menuju pinggir kolam. Melihat hal itu, Arga ikut bangkit dari duduknya dan mengikuti Alina


"Aku rasa terlalu naif jika aku mengatakan bahwa aku tidak marah padamu. Tapi sebagai teman, aku bersyukur karena kau mau mengatakan ini sebelum kita melangkah jauh" ucap Alina, ia membalik tubuhnya dan menatap Arga yang berdiri di belakangnya "Aku akan mendukung keputusanmu sekali lagi. Aku akan melepasmu, dan merelakanmu untuk menjadi milik Shanum. Tapi jika wanita itu ternyata menolakmu, maka aku akan dengan senang hati menerimamu kembali" Alina merentangkan tangannya


Melihat hal itu, Arga segera berjalan mendekat dan memeluk Alina dengan hangat. Hatinya merasa lega setelah mendengar penuturan Alina. Sekali lagi ia harus mengakui bahwa Alina adalah sosok wanita yang memiliki hati yang begitu lapang. Karena sekali lagi, Alina melaangkan hatinya untuk membiarkan Arga bersama dengan wanita lain. Padahal, Arga tahu bagaimana gadis kecil ini dulu sangat amat mendambakannya


"Terima kasih telah menjadi teman yang baik"


"Sama sama"


Arga melepas rengkuhannya, ia kembali membawa Alina untuk duduk di kursi yang tadi mereka duduki "Tapi untuk meluluhkan Shanum aku rasa akan sangat sulit, jadi maukah kau membantuku?" tanya Arga


*


Shanum telah tiba di lantai tempatnya bekerja. Ia segera melakukan tugasnya seperti biasa, yaitu membuatkan kopi untuk atasannya, Arga. Begitu selesai meletakkan kopi di meja Arga, Shanum lekas keluar dari ruangan atasannya, barusaja menutup pintu dan hendak pergi, ia harus menghentikan langkah saat melihat Arga keluar dari lift dengan menggandeng tangan seorang wanita cantik


"Pagi Hann..." sapa Arga hangat


"Pagi Pak, kopi anda sudah saya letakkan di meja"


"Terima kasih, kau boleh pergi" ucap Arga, setelah itu ia kembali melangkah menuju pintu ruangan, dan membukakannya "Ladies first" ujarnya sembari mempersilahkan wanita tersebut untuk masuk, setelah itu ia juga ikut masuk dan menutup pintunya


Setelah menutup pintu ruangannya, Arga segera berjalan mendekati Alina. Ya, wanita yang sedari tadi bersamanya adalah Alina "Bagaimana menurutmu?" tanya Arga


"Aku rasa dia sedikit kepanasan saat melihat kita tadi" jawab Alina


"Benarkah? Tapi aku justru melihat wajahnya biasa saja, dia bahkan tidak terlihat marah ataupun cemburu" ujar Arga


"Tapi aku bisa melihatnya, aku bisa melihat tapan matanya yang seolah ingin menanyakan tentang status dan keberadaanku. Intinya kau tenang saja, akan aku pastikan, kau akan mendapat jawaban atas perasaannya padamu" Alina berjalan menuju sofa dan duduk santai disana


"Kau yakin?"


"Sangat"