
Shanum keluar dari kamar saat sadar bahwa ia berada di kamar miliknya yang seharusnya di tempati Arga. Ia berjalan perlahan untuk mencari Arga. Ibu dan Adik Adiknya sudah tidak terlihat keberadaannya, mungkin mereka sudah masuk ke kamar, dan tidur, pikir Shanum. Ia menuntun langkah untuk untuk masuk ke dapur, dan semua sudut rumahnya, tapi ia sama sekali tidak menemukan keberadaan Arga
Shanum membuka pintu belakang, dan melihat lihat, mungkin saja Arga tengah duduk disana, walaupun sebenarnya itu tidak mungkin. Namun benar saja, ia sama sekali tidak melihat keberadaan Arga disana. Ia kembali menutup pintu saat merasa udara yang begitu dingin menusuk tulang
"Kau mencari apa?"
"Aaaa...." Shanum menjerit keras saat mendengar suara Arga berada di belakang tubuhnya "Kenapa mengagetkanku?" gerutu Shanum
"Lagipula kau jalan mindik mindik seperti maling saja, ada apa?"
"Tidak"
"Kau pasti mencariku" goda Arga
"Kau itu terlalu percaya diri. Sudahlah, kenapa kau belum tidur? Ini sudah cukup larut"
"Dan kau mengkhawatirkan-ku?" tampaknya Arga masih belum puas untuk menggoda Shanum
"Berbicara denganmu hanya menghabiskan waktu, lebih baik kau tidur sana, cepat" Shanum berjalan melewati Arga. Namun barusaja melangkah, dirinya hampir saja kembali menjerit saat dirinya di tarik, dan berada dalam pelukan Arga
"Aku ingin tidur memelukmu seperti ini" ucap Arga sembari memejamkan matanya, meresapi wangi tubuh Shanum yang begitu ia sukai
"Jangan macam macam Ga"
"Tidak, hanya satu macam. Kita nikmati saja dulu pelukan ini" Arga kembali mengeratkan pelukannya seolah enggan untuk berjauhan. Shanum yang merasa hangat dan nyaman, akhirnya membiarkan saja saat Arga memeluk dirinya "Hann..." panggil Arga
"Hmm..."
"Berapa usiamu?"
"Kenapa?" Shanum mengerutkan dahinya mendengar pertanyaan Arga
"Tinggal jawab saja, kenapa susah sekali"
"Aku lupa"
"Dua puluh sembilan tahun" jawab Shanum akhirnya
"Bukankah seingatku baru dua puluh delapan?"
"Kau bilang sudah lupa"
"Tidak, ternyata aku masih ingat. Jadi berapa usiamu yang sebenarnya?" tanya Arga memastikan
"Dua puluh sembilan tahun, tepat malam ini"
Arga melepas pelukannya "Itu artinya, kau berulang tahun malam ini?"
Shanum mrngangguk "Iya, tepatnya dua puluh menit lagi" jawab Shanum, karena memang saat ini jam sudah menunjukkan pukul 23.40, dan itu artinya dua puluh menit lagi, ia akan menginjak usia dua puluh sembilan tahun
Arga menarik Shanum kembali kedalam pelukannya, ia kecup pucuk kepala Shanum dengan begitu dalam dan hangat "Selamat ulang tahun, istriku"
Shanum terkekeh mendengar ucapan Arga "Ingat, baru calon, dan kita tidak akan menikah jika aku tidak menyetujuinya"
"Kalau begitu akan ku buat kau menyetujuinya"
Arga kembali merenggangkan pelukannya. Di tatapnya wajah Shanum dengan begitu dalam. Hingga tanpa terasa, semua seakan berjalan di luar kendalinya, ia mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Shanum, membuat Shanum hanya mampu memejamkan mata, karena otaknya seakan bekerja lebih cepat, dan bisa menangkap arah pergerakan Arga
Cup
Shanum membuka kedua matanya saat merasakan rasa hangat yang ada di ujung hidung mancungnya. Begitu matanya terbuka, netranya langsung bersitatap dengan bola mata hijau milik Arga yang juga tengah menatapnya. Ia tersipu, dan menyembunyikan rasa malu dengan menundukkan kepala. Ternyata otaknya terlalu berpikir jauh, dan mengarah kearah arah dewasa. Namun kenyataan yang ia dapatkan justru hanya hal kecil, yang sialnya membuatnya blushing
"Aku tidak akan merusakmu, sebelum kau resmi menjadi istriku"