
Shanum menggeliat saat merasakan sentuhan di wajahnya. Begitu membuka mata, ia langsung berjingkat kaget karena kini Arga tengah memandangi dirinya dengan jarak yang sangat dekat. Bahkan, hembusan napas Arga sangat terasa menerpa wajahnya
"Apa yang kau lakukan?"
"Kau sudah bangun rupanya"
"Apa yang akan kau lakukan memangnya?" Shanum kembali bertanya, tentunya dengan sikap waspada
"Tidak, aku ingin membangunkanmu tadi, tapi kau justru bangun sendiri. Sudahlah, ayo kita turun"
Shanum ikut turun menyusul Arga yang sudah lebih dulu turun. Ia baru menyadari jika saat ini mereka berada di pesisir pantai. Hamparan laut yang luas terlihat sangat menawan, apalagi di tengah terik matahari seperti saat ini
"Ayo kemari" seru Arga
Shanum berjalan mendekat, dan duduk di kursi yang di siapkan Arga "Kenapa kita ke pantai?" tanya Shanum
"Tidak, aku ingin saja. Kenapa, apa kau tidak menyukai pantai?"
"Suka, aku justru sangat menyukainya"
"Baguslah kalau begitu" Arga ikut mendudukkan dirinya berhadapan dengan Shanum, tidak lama setelah itu terlihat seorang wanita yang membawakan makanan yang sudah di pesan Arga sebelumnya "Makanlah, kau pasti lapar"
Dengan senang hati, Shanum langsung meraih makanan yang diberikan Arga. Ia memakan dengan lahap, karena memang perutnya sudah sangat lapar setelah melewatkan makan siang. Sedangkan Arga yang melihat Shanum menikmati makannya merasa senang, sebab ia bisa melihat Shanum bahagia sekarang
"Bagaimana makananmu, enak?" tanya Arga
"Enak, kau pandai memilih makanan"
Arga tersenyum mendengar pujian Shanum "Kau mau mencoba punyaku?"
"Biasanya para wanita lebih suka memakan makanan pasangannya meskipun jenisnya sama. Apa kau tidak?"
"Tidak, milikku juga sama enaknya. Makanlah milikmu, biar aku memakan milikku"
Arga mengangguk mendengar ucapan Shanum. Tadinya, ia pikir Shanum akan sama seperti wanita pada umumnya yang lebih memilih makanan milik pasangannya meskipun jenis dan rasanya sama. Maka dari itu ia berinisiatif untuk menawarkan makanan miliknya pada Shanum, tapi ternyata Shanum malah menolak
Selesai makan, Arga memindahkan kursinya menjadi bersebelahan dengan Shanum. Mereka duduk bersama, sembari menatap hamparan laut. Melihat Shanum yang tidak berinisiatif untuk mendekatinya, akhirnya Arga yang lebih dulu bergerak, ia menarik Shanum dan membawanya kedalam pelukan
"Ga, kau apa apaan?" tanya Shanum kaget
"Biar romantis Hann, sudahlah nikmati saja" Arga mengusap usap pucuk kepala Shanum yang terbalut topi. Ya, Shanum selalu mengenakan topi kemanapun, karena ia merasa sangat nyaman mengenakan itu "Hann..." panggil Arga
"Hm... kenapa?"
"Sebenarnya, aku ingin mengajakmu menaiki jetski"
"Ayo, kenapa kau tidak mengatakan itu sedari tadi? Aku sangat ingin menaiki jetski, aku penasaran bagaimana rasanya" ujar Shanum, terlihat sekali Shanum tampak sangat bersemangat
"Itu dia masalahnya, aku tidak berani menaikinya karena aku mabuk laut" Arga memperhatikan raut wajah Shanum yang tidak lagi sebahagia tadi, ia lantas melepas rengkuhannya dan balas menatap wajah Shanum "Kau benar benar ingin menaikinya?" tanya Arga
"Sebenarnya iya, tapi karena kau tidak bisa, ya sudah, tidak masalah, kita duduk disini saja" Shanum memalingkan wajahnya untuk melihat beberapa orang yang juga tengah bermain jetski
"Kalau kau mau, aku siap menemanimu, meskipun yang akan terjadi selanjutnya pasti akn sangat merepotkanmu"
Tawa Arga terdengar saat mengucapkan kalimat itu. Seketika bayangannya berkelana pada beberapa tahun yang lalu saat ia dan para sahabatnya membantu Lion untuk mengungkapkan perasaannya pada Diana dengan konsep lautan, yang akhirnya membuat mereka semua menaiki jetski agar bisa ikut berpartisipasi. Namun yang terjadi selanjutnya benar benar merepotkan para sahabatnya, karena setelah itu, semua orang sibuk mengurus dirinya yang muntah dan mual di pantai