
"Bagaimana, kau ingin menaikinya?" tanya Arga
"Memang boleh?"
"Tentu saja" jawab Arga cepat "Tunggu di sini sebentar" Arga meninggalkan Shanum, dan berjalan menuju laki laki yang berdiri tidak juh dari tempat jetski. Ia mulai bernegosiasi, setelah mendapat kesepakatan, ia kembali menemui Shanum "Ayo"
Shanum mengikuti langkah Arga menuju laki laki yang tadi Arga temui. Tiba di sana, Arga langsung mengambil baju pelampung, dan memakaikannya di tubuh Shanum, dan tubuhnya sendiri. Setelah selesai, Arga mengulurkan tangannya untuk membantu Shanum menaiki jetski, yang langsung saja di turuti Shanum
"Kau yakin Ga?" tanya Shanum, sebab ia teringat perkataan Arga sebelumnya yang mengatakan dirinya mabuk laut
"Aku yakin, ayo berpegangan" Arga meraih tangan Shanum dan melingkarkannya di perutnya, baru setelah itu ia mulai melajukan jetski dengan perlahan
Jetski mulai melaju membelah lautan yang tampak tenang. Arga menjalankan jetski dengan kecepatan sedang, ia tampak lihai memainkan kendaraan laut satu ini. Ia memutar dan memainkan laju jetski yang ia kendarai. Setelah di rasa cukup puas, ia memelankan laju jetski-nya
Shanum mengendurkan pegangannya pada tubuh Arga. Dengan hati hati. Ia mulai bangkit dari duduknya, dan memilih berdiri sembari menikmati angin laut yang begitu kencang berhembus. Ia merentangkan kedua tangannya, merasakan kebebasan yang sudah lama ia dambakan
Sedangkan Arga, melihat Shanum yang tersenyum begitu cerah sembari merentangkan kedua tangannya, ia melajukan jetski-nya kembali dengan kecepatan sedang. Niat hati hanya bermin sebentar karena takut mabuk, akhirnya Arga lakukan lebih lama. Sebab, melihat senyum Shanum yang begitu menawan, membuat Arga seakan enggan untuk berhenti. Ia sangat menyukai senyum Shanum yang baru pertama kali ia lihat
"Kau senang Hann?" teriak Arga
"Iya, aku senang sekali. Aku masih merasa seperti mimpi" jawab Shanum ikut berteriak, sebab suara laut dan bisingnya angin, membuat mereka di haruskan berbicara keras agar bisa saling mendengar
"Kita ke pinggir ya" ucap Arga
"Baiklah"
Setelah mendapat persetujuan, Arga segera membawa jetski-nya ke pinggir. Begitu selesai memarkir jetski dengan benar, Arga segera turun, dan menuntun Shanum untuk ikut turun. Arga masih berusaha mengumpulkan kesadarannya, dan membantu Shanum untuk melepas baju pelampungnya. Namun setelah itu, Arga benar benar merasa lemas, ia bahkan tidak memiliki tenaga untuk sekedar menahan beban tubuhnya yang akhirnya membuatnya terduduk di pasir
"Ga, kau kenapa?"
"Aku hanya pusing saja, tolong papah aku ke kursi" pinta Arga, ia merentangkan tangannya untuk meminta bantuan pada Shanum
Melihat wajah Arga yang begitu pucat, Shanum segera memapah Arga sesuai permintaannya. Ia kembali mendudukkan Arga pada kursi yang sebelumnya mereka tempati. Ia mengipas ngipas tangannya di depan wajah Arga untuk membuat Arga sedikit merasa sejuk, sebab wajah Arga terlihat basah oleh keringat
"Ambilkan aromatherapy saja di mobil" ucap Arga lemah, dan langsung saja di kerjalan oleh Shanum
Shanum berlari menuju mobil mereka dan mengambil minyak yang di minta Arga. Ia menaruh botol kecil tersebut di depan wajah Arga, agar Arga bisa menghirupnya dengan leluasa. Tangannya tidak tinggal diam, ia usap wajah Arga yang masih basah karena keringat, sesekali ia juga mengusap pucuk kepala Arga agar laki laki itu merasa nyaman
"Apa sudah baikan?" tanya Shanum
"Sudah lebih baik, terima kasih"