Shanum Hanania

Shanum Hanania
Bab 35



Setelah aksi tonjok yang di lakukan Shanum. Kedua manusia itu kini hanya duduk diam. Jika Arga diam karena memikirkan kata yang tepat untuk kembali mendekati Shanum. Maka Shanum diam karena ia sama sekali belum di persilahkan untuk keluar


"Jadi apa yang ingin kau bicarakan?" tanya Shanum setelah lama terdiam


"Aku belum bisa memastikan apa arti perasaanku padamu, apakah ini hanya sebatas perasaan suka, atau sudah berubah menjadi cinta. Tapi yang pasti aku nyaman berada di dekatmu, meskipun selama kita kenal, kau tidak pernah berlaku lembut padaku, sering memukulku, dan..."


"Kau ingin menjelaskan maksudmu, atau justru menghinaku?" ucap Shanum garang, saat Arga mengatakan berbagai hal tidak baik tentang dirinya, meskipun sebenarnya apa yang Arga katakan adalah fakta


Arga terkekeh mendengar ucapan Shanum. Kata sarkas inilah yang akhirnya menjadi daya tarik untuk Arga terus mendekati Shanum "Barusaja aku mengatakan bahwa kau tidak pernah berlaku lembut, kau sudah kembali menunjukkan kegaranganmu"


"Jangan bertele tele, katakan apa yang ingin kau katakan" ucap Shanum tak sabaran


"Malam ini, temani aku makan malam"


"Apa? Makan malam lagi? Tidak!" tolak Shanum tegas "Terakhir kali kau mengajakku makan malam, kau sudah menyiksaku dengan pakaian aneh itu. Aku tidak mau" ucap Shanum, teringat akan dress yang ia kenakan saat itu, dan itu sama sekali tidak membuatnya merasa nyaman


"Kali ini kau boleh memakai apapun sesukamu, aku tidak akan memintamu untuk memakai dress lagi" tawar Arga


"Tapi aku tidak tertarik, kau cari saja orang lain untuk menemanimu, karena aku tidak bisa" tolak Shanum


"Kenapa?"


"Karena aku tidak ingin"


"Tapi ini sebuah perintah, bukan lagi permintaan" ujar Arga


"Kau..." Shanum sudah mengepalkan tinjunya, siap untuk kembali melayangkan kepalan tersebut ke wajah Arga. Namun Arga yang sudah paham akan apa yang akan Shanum lakukan, segera menangkis serangan Shanum


"Aku akan membayarmu lebih untuk malam ini" tawar Arga, masih mencekal kepalan tinju Shanum


"Sekali tidak, tetap tidak"


"Aku tahu kau membutuhkan uang. Ayolah, lagipula kapan lagi kau bisa makan malam bersama pria se-tampan aku" ujar Arga mengedipkan matanya


Shanum yang mendengar ucapan Arga hanya memutar bola mata jengah. Selain menjengkelkan, Arga juga terlalu percaya diri, dan hal itu selalu membuat Shanum jengah. Walaupun sebenarnya apa yang Arga katakan adalah benar, karena pada kenyataannya ketampanan Arga benar benar sempurna, di tambah sikap laki laki itu yang begitu dewasa membuat Shanum sangat tertarik


"Jadi bagaimana, kau mau 'kan menemaniku?" tanya Arga saat Shanum tidak menjawab pertanyaannya "Lima ratus ribu" tawar Arga saat melihat Shanum masih saja tampak berpikir


"Dengan terpaksa" jawab Shanum akhirnya menyetujui


Arga yang mendengar ucapan Shanum tampak tersenyum senang. Ini adalah jawaban yang sedari tadi ia nantikan "Baiklah, kalau begitu nanti malam aku akan menjemputmu"


"Tentu saja, silahkan Nona"


Arga meraih kopi yang tadi di bawakan Shanum, dan membiarkan Shanum untuk keluar dari ruangannya. Malam ini, ia akan memanfaatkan kesempatan emas ini untuk membuat Shanum percaya akan ungkapan seriusnya beberapa waktu yang lalu. Ia akan membuat Shanum nyaman, dan akhirnya menerimanya untuk menjalin hubungan serius.


Hanya dengan cara ini ia bisa menggagalkan rencana perjodohan yang di utarakan kedua orang tuanya. Jika Shanum mempercayai ucapannya dan bersedia untuk menerimanya, maka ia akan menentang keputusan orang tuanya dengan cara apapun. Namun jika usahanya untuk meyakinkan Shanum ternyata gagal, maka dengan sangat terpaksa ia akan mengikuti keinginan orang tuanya


*


Jam pulang kerja telah tiba. Shanum segera turun menuju lobi, dan siap untuk pulang. Tapi barusaja mencapai gerbang perusahaan, terlihat mobil Arga yang berhenti tepat di sampingnya


"Masuk" perintah Arga


"Tidak, Bapak duluan saja"


"Masuk Hann..." ucap Arga penuh tekanan


Shanum melirik kesana kemari, memastikan jika saat ini tidak ada yang melihat interaksi antara dirinya dan Arga. Setelah memastikan tidak ada yang melihat, ia segera masuk ke dalam mobil. Ia duduk diam, tanpa menatap Arga sedikitpun.


Begitu tiba di depan kontrakan, Shanum segera turun. Namun barusaja melangkah, ia harus menghentikan langkah saat melihat Arga mengikuti dirinya "Apa yang kau lakukan?"


"Mengikutimu, apa lagi?"


"Jangan pernah macam macam, aku tidak pernah mengizinkan siapapun untuk masuk kedalam kontrakanku, baik dirimu ataupun orang lain" peringat Shanum


"Baiklah, kalau begitu aku akan menunggu di mobil saja" ujar Arga sembari kembali masuk kedalam mobil


Shanum mengerutkan dahinya saat lagi lagi Arga bertingkah aneh. Bukannya pulang dan bersiap untuk makan malam yang mereka janjikan, laki laki itu justru kembali duduk santai di dalam mobil, tanpa ada niat untuk pergi. Shanum kembali mendekati mobil, dan melihat Arga yang tampak santai bermain ponsel di kursi belakang


"Kenapa kau tidak pulang?" tanya Shanum ketus


"Aku akan menunggumu disini"


"Kau pulang saja dulu, ini masih jam lima sore, dan kita akan makan malam jam tujuh nanti, jadi pergilah"


"Tidak" tolak Arga, masih fokus pada ponselnya "Kau masuklah dan lakukan apapun yang kau suka. Aku akan tetap menunggu disini"


"Sebenarnya ada apa denganmu?" tanya Shanum akhirnya saat menyadari banyaknya keanehan pada Arga


Arga melepas tatapannya dari ponsel, dan menatap wajah Shanum dengan tersenyum tipis "Aku akan menceritakan semuanya nanti saat kita makan malam. Kau bersiaplah"