Shanum Hanania

Shanum Hanania
Bab 33



Arga telah siap dengan pakaian santainya. Seperti apa yang Gibran ucapkan pada Shanum bahwa Arga tidak akan ke perusahaan hari ini. Karena ia mendapat tugas negara dari sang Mama tercinta untuk menjemput Alina, anak dari sahabat sang Mama, sekaligus teman masa kecil Arga


Setengah jam mengemudi, akhirnya Arga tiba di bandara. Ia duduk di kap mobil sembari memainkan ponselnya. Menunggu lebih baik baginya daripada mencari sang teman kecil.


Sedangkan di sudut bandara, terlihat wanita cantik yang tengah berjalan keluar dengan membawa sebuah koper besar miliknya. Begitu keluar dari bandara, ia sudah dapat melihat keberadaan laki laki tampan yang menjemputnya, Arga


"Good morning" sapa Alina pada Arga yang terlihat begitu fokus pada ponselnya


Arga mengangkat pandangannya, hingga tatapan mata keduanya bertemu "Morning" jawabnya, ia kemudian membawa wanita tersebut kedalam pelukannya, melepas rindu karena lama tidak bertemu "Semua sudah siap?" tanya Arga menanyakan tentang barang barang Alina, yang langsung saja dijawab Alina dengan anggukan.


Arga segera memasukkan barang barang Alina kedalam bagasi. Setelah itu, ia membukakan pintu untuk sang sahabat, lalu setelah itu, ia juga ikut masuk kedalam mobil "Bagaimana perjalananmu?" tanya Arga sembari mulai menjalankan mobilnya


"Cukup melelahkan" gurau Alina


"Hahaha, ya ya ya aku tahu itu" ucap Arga "Oh iya, kau sudah sarapan?" tanyanya lagi


"Tadi sudah makan di pesawat, tapi bagaimanapun perutku ini adalah perut Indonesia yang hanya akan kenyang jika memakan nasi"


"Katakan saja kau lapar, kenapa gengsi sekali" ujar Arga membuat Alina terkekeh


Arga segera menjalankan mobilnya menuju restoran terdekat. Begitu tiba, mereka turun, dan langsung masuk kedalam restoran. Arga menarik kursi untuk di duduki Alina, membuat Alina terlihat tersipu


"Terima kasih"


"You are welcome. Oh iya, kau mau pesan apa?" tanya Arga


"Terserah"


"Oh, ayolah wanita menyebalkan. Katakan saja apa yang kau inginkan, jangan membuat teka teki silang bersamaku" keluh Arga, sebab kata terserah merupakan kata yang sangat menyebalkan bagi Arga


Alina tertawa mendengar gerutuan Arga. Ia lantas mengambil alih buku menu, dan membukanya "Fried Rice Yang Chow Style. Minumnya, Orange Juice" Alina menutup kembali buku menu setelah menentukan pilihannya


"Kenapa harus jauh jauh terbang ke Indonesia jika hanya untuk memakan nasi goreng" ujar Arga, sebab apa yang sahabatnya pesan hanyalah nasi goreng, sangat aneh dan lucu menurutnya


"Benarkah?" tanya Arga tak percaya


"Tentu saja, aku merindukanmu walaupun aku tahu kau pasti tidak merindukanku, benarkan?"


"Ahh, kau cukup bisa membaca isi hatiku rupanya" gurau Arga. Namun hal itu membuat semburat kesal di wajah Alina


"Jadi kau benar benar tidak merindukanku?" tanya Alina


"Tentu saja" jawab Arga cepat


"Ish, kau itu benar benar menyebalkan"


"Hahaha jangan cemberut begitu, kau itu tidak terlalu cantik, dan jika kau cemberut maka kadar kecantikanmu yang tidak seberapa itu akan semakin hilang" goda Arga


"Arga..."


Kedatangan waitress membuat pembicaraan mereka terhenti. Keduanya memakan pesanan masing masing dengan tenang. Setelah itu, barulah mereka kembali melanjutkan perjalanan menuju kediaman Arga


Tiba di kediaman Arga, Alina segera turun dan berlari menuju Nyonya Brianna yang menyambutnya di pintu utama. Kedua wanita berbeda usia itu tampak berpelukan dengan hangat. Mengacuhkan Arga yang terlihat membawa koper milik Alina untuk masuk


"Ma, koper ini di taruh dimana?" tanya Arga


"Di kamar tamu saja Sayang" ucap Mama Brianna, setelah itu ia menggandeng tangan Alina untuk masuk, dan membawanya duduk di sofa "Bagaimana kabar Mommy-mu?" tanya Mama Brianna


"Mommy baik, Tan. Katanya dia juga akan segera ke Indonesia secepatnya untuk menghadiri pertunanganku" jawab Alina senang


"Oh, syukurlah"


Kedua wanita itu terlihat berbincang ringan. Namun terlihat begitu akrab. Sebab, Alina yang merupakan anak dari sahabat baik Mama Brianna, membuat keduanya tidak lagi merasa canggung, justru terlihat sangat akrab bagai anak dan ibu