Salma And Rayden

Salma And Rayden
Bab. 9 Bali... I am coming...



𝓜𝓮𝓻𝓹𝓪𝓽𝓲 𝓹𝓾𝓽𝓲𝓱 𝓽𝓮𝓻𝓫𝓪𝓷𝓰...


𝓶𝓮𝓶𝓫𝓪𝔀𝓪 𝓴𝓱𝓪𝓫𝓪𝓻 𝓼𝓮𝓳𝓾𝓽𝓪 𝓻𝓲𝓷𝓭𝓾


𝓭𝓪𝓻𝓲 𝓪𝓭𝓲𝓷𝓭𝓪 𝓾𝓷𝓽𝓾𝓴 𝓴𝓪𝓴𝓪𝓷𝓭𝓪...


𝓶𝓮𝓷𝓪𝓻𝓲 𝓴𝓪𝓷 𝓽𝓪𝓻𝓲𝓪𝓷 𝓴𝓪𝓼𝓲𝓱 𝓫𝓮𝓻𝓼𝓪𝓶𝓪.


𝓶𝓮𝓶𝓫𝓪𝓬𝓪𝓴𝓪𝓷 𝓹𝓾𝓲𝓼𝓲 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪....


𝓶𝓮𝓷𝓰𝓾𝓬𝓪𝓹𝓴𝓪𝓷 𝓲𝓴𝓻𝓪𝓻 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪


Salma mengepak beberapa pakaian dan keperluan pribadinya yang akan dia bawa ke Bali ke dalam koper kecil di atas tempat tidurnya.


Sebuah pemberitahuan chat masuk ke hpnya. Salma memeriksa pesan di WhatsApp. Sebuah nomor baru yang tak dikenal baru saja mengirim pesan melalui WA.


Salma membuka pesan tersebut. Keningnya berkerut membaca pesan tersebut.


...//nomor baru:...


..."Assalamu'alaikum"...


...// me:...


..."Wassalamu'alaikum"...


...// Nomor baru:...


..."Sedang apa?"...


...// Me:...


..."Sedang packing. ini spa ya??"...


...// Nomor baru:...


..."Aku Calon Suamimu"...


Salma memonyongkan bibirnya.Ini orang seenaknya saja ngaku - ngaku calon suaminya. Atau jangan - jangan....


Pikiran Salma berputar cepat. Mungkinkah itu nomor Pak Rayden. Jika iya, maka yang menchat dia barusan adalah Rayden!


...//Nomor baru:...


..."Kok diam, sedang mikirin aku, ya? "...


...//Nomor baru:...


..."Simpan nomor aku, ya-! Tulis di hpmu "Calon Suamiku".Nanti aku check, loh"...


Salma diam saja. Males dia membalas chat itu.


...// Nomor baru:...


..."Kok nggak di bales, sayang? "...


Salma masih saja diam. Dia masih menimbang - nimbang apakah dia harus membalas chat itu. Dia sudah bisa menebak siapa pengirimannya.


...// Nomor baru:...


..." Sayang, Sudah lima menit kamu belum bales chat aku. "...


Salma masih tak bergeming untuk membalas.


...// Nomor baru:...


..." Oke, fine-! Apa aku harus ke sana untuk pastikan kamu baik-baik saja? "...


Salma masih saja diam. Dia bingung harus bagaimana.


...//Nomor baru:...


..."Oke!Sepertinya aku memang harus ke sana. Aku ke sana, my future wife-! "...


Salma jadi gelagapan. Sial-! Rayden pasti sedang menuju ke rumahnya. Dia harus gimana? Pake alasan pura - pura sudah tidur saja, kali ya! pikir nya. Otaknya mendadak buntu.


"Salma-!Salma-! " terdengar suara Ibu memanggilnya dari ruang keluarga. Ibu memang sedang nonton sinetron kesayangannya di televisi.


Salma diam tak menjawab panggilan Ibunya. Dia tahu ibunya pasti memanggilnya karena ada Rayden yang datang.


Akhirnya Salma dapat ide. Dia lantas menurunkan kopernya ke lantai, lalu buru- buru menarik selimut dan pura- pura terlelap tidur.


Terdengar langkah kaki menuju kamarnya. Salma yakin itu pasti ibunya. Terdengar pintu kamarnya di ketuk. Karena lama nggak ada sahutan, Ibunya membuka pelan pintu kamarnya dan mendapati putri kesayangannya yang sedang tidur ( aslinya Salma pura pura tidur, hehehehe).


Ibunya menghela nafas, lalu kembali lagi menutup pintu dan berjalan kembali ke ruang keluarga.


Suasana hening kembali. Kepala Salma celingukan memastikan bahwa ibunya sudah kembali lagi. Setelah dia yakin ibunya sudah tidak ada, dia beringsut turun dari tempat tidur dan kembali melanjutkan aktivitasnya yang tertunda tadi. Dia menyusun dan mengepak semua baju yang akan dia bawa.


Tak lupa juga underwear, skincare, dan juga kamera. Dia ingin mengabadikan momen- momen liburannya bersama teman-teman nya di Bali dengan kamera itu.


"hmm, sudah selesai packingnya, sayang? " sebuah suara bariton terdengar tepat di belakangnya.


"Awwah!! " Salma terpekik kaget. Jantung nya nyaris copot. Dia menoleh kebelakang dan mendapati Rayden sudah berdiri di belakangnya sambil membawa sebuah paper bag dan sebuah tas plastik hitam.


" Sedang apa Bapak di sini? tanya Salma dengan bingung.


" Aku ke sini sih, maksudnya mau menyerahkan ini . Tapi ada orang yang pura-pura tidur. Jadi aku masuk aja-! Kan orangnya sedang tidur, jadi nggak apa apa dan nggak bakalan terganggu jika aku hanya menaruh sate dan paper bag ini" katanya santai.


Rayden lalu menyerahkan paper bag itu pada Salma dan kemudian membuka bungkusan plastik berwarna hitam dan mulai mengeluarkan isinya. Ternyata isinya sate ayam dan daging dua porsi lengkap dengan lontongnya.


Dia menyodorkan dua porsi kepada Salma seraya bertanya.


"Suka mana, daging sapi atau ayam-?" tanya Rayden lagi.


" Ayam-!" jawab Salma singkat.


Rayden menyerahkan satu porsi sate ayam kepada Salma lengkap dengan potongan lontong.


"Makanlah, aku tahu kamu pasti lapar setelah selesai packing. makanya aku bawain kamu makanan--! " kata Rayden sambil memasukkan satu tusuk sate ke dalam mulutnya.


Salma masih diam tak bersuara. Dia masih kaget dan kesal. Lalu dia teringat ibunya. Dia mau beranjak bangun, tapi tangan Rayden keburu mencegahnya.


" Mau kemana? " tanya Rayden.


" Aku mau cari ibu, Pak" jawab Salma.


" Makanlah, dulu-!! Ibu dan adik-adikmu juga sedang makan sate di depan-! "


" Aku tadi beli juga untuk mereka-! " Kata Rayden lagi.


Salma tidak jadi berdiri. Dia lalu mengambil sate di depannya dan mulai memakan sate pemberian Rayden itu dengan lahap. Rasanya enak sekali. Dia memang sangat menyukai kuliner berbahan daging ayam dan bumbu kacang itu.


Setelah selesai dia bermaksud ke dapur untuk mengambil minum untuknya dan Rayden, tapi lagi - lagi Rayden menahan nya, seolah tahu maksud Salma.


" Kamu disini saja, biar aku yang ambilkan kamu minum, sayang" bisik Rayden lembut.


Salma hanya bisa pasrah. Walaupun rasanya tak enak, tapi dia yakin jika menolak juga ujung-ujungnya bakalan kalah. Rayden punya segala macam cara untuk membuat nya mengalah. Dasar tukang paksa.


Tak lama kemudian Rayden kembali dengan membawa dua gelas air minum. Satu di sodorkan ke Salma, satu lagi dia minum sendiri.


Setelah kenyang melahap sate ayam yang dibawakan Rayden. Salma meraih paper bag pemberian Rayden, membuka untuk mengetahui isinya.


Alangkah terkejutnya Salma, ternyata Rayden membelikannya satu stelan busana muslim. Terdiri atas atasan tanpa lengan berwarna putih dan celana panjang kulot berbahan kain dengan warna coklat muda susu. Lalu blazer warna senada dengan kulot plus pasmina yang menjadi pelengkap busana muslimah itu.


Tanpa melihat daftar label harga pun Salma sudah tahu bahwa harga stelan itu tidaklah murah.


" Kenapa repot sih, Pak-! Saya tidak bisa menerima semua ini-! kata Salma seraya memasukkan kembali stelan itu ke dalam paper bag dan menyodorkan kembali ke arah Rayden.


Namun dengan sigap Rayden menolak dan mengembalikan lagi stelan itu ke pangkuan Salma.


" Salma, saya tidak menerima penolakan-! " kata Rayden dengan cepat.


" Aku mau kamu memakainya ketika berangkat besok! Aku mau gadisku makin terlihat cantik-! "


Salma hanya mengangguk sambil menghela nafas panjang. Sungguh dia tak enak hati dengan semua yang dilakukan Rayden untuknya.


"Good girl-!" Rayden tersenyum puas.


Tak lama setelahnya Rayden pamit pulang. Tak lupa dia berpesan agar Salma segera tidur agar besok tidak bangun kesiangan.


^^^***^^^


Salma terbangun karena ada panggilan masuk dari HPnya. Setelah di buka, ternyata Rayden yang menelpon.


" Pagi ,sayang! sebuah suara bariton yang sudah Salma hapal menyapanya.


" Pagi juga, pak Rayden-! Jawab Salma dengan suara serak khas bangun tidur. Dia melirik jam dinding pukul 5.00 kurang. Salma bergegas bangun. Dia mau melaksanakan sholat subuh dulu baru bersiap - siap.


" Pak Rayden, saya mau sholat subuh dulu, ya! "


" Ok, kamu sholat dulu-! entar aku jemput ke sana. Kita pergi bersama ke bandara-! " kata Rayden mengakhiri telponnya.


Salma segera ke kamar mandi dan mengambil air wudhu, kemudian sholat subuh.


Pagi itu Salma sudah terlihat rapi mengenakan stelan yang dibelikan oleh Rayden, dia terlihat sangat cantik dan elegan.


Sesuai janjinya, Rayden datang menjemput Salma. Setelah berpamitan dengan ibunya, Rayden mengajak Salma masuk ke mobil dan berangkat menuju bandara.


Di bandara sudah menunggu beberapa staf dan keluarganya yang akan ikut dan juga teman teman Salma. Terlihat mbak Yuni, mbak Mita, Aries dan Dewa di antara kelompok itu.


Siulan menggoda keluar dari bibir Aries saat melihat Salma dan Rayden turun dari mobil. Terlihat, wajah masam Dewa saat melihat tangan Rayden yang menggandeng Salma berjalan memasuki bandara.


Salma tersenyum melihat tingkah laku teman-temannya. Dia sudah nggak peduli lagi dan kebal dengan kejahilan mereka.


Setelah memeriksa tiket dan passing board, mereka memasuki ruang tunggu. Tak lama kemudian mereka sudah berada di dalam pesawat dan bersiap lepas landas.


Rayden dan Salma terbang dengan pesawat yang berbeda. Mereka terbang dengan pesawat pribadi keluarga Rayden.


Pada awalnya Salma menolak, dia ingin bersama teman - temannya. Tapi seperti biasa Rayden selalu bisa memaksa Salma untuk mengikuti segala kemauannya.


Jadilah sekarang Salma berada di dalam pesawat pribadi keluarga Rayden dengan segala pelayanan yang super mewah dari kru pesawat.


Salma yang lelah akhirnya tertidur. Rayden menggendong tubuh Salma ala bridal''s style dan membawanya ke ruang pribadi yang ada dalam pesawat itu. Dia menidurkan Salma di sana.


Dipandangi nya wajah teduh Salma yang terlelap dengan tatapan sayang. Sungguh dia sangat mencintai gadis berhijab yang telah mencuri hatinya itu.


"Tidurlah yang nyenyak my 'sweetie princess. '" kata Rayden sambil mengecup perlahan pucuk kepala Salma yang tertutup hijab .


Rayden lalu ikutan berbaring di samping Salma. Tangannya memeluk erat pinggang Salma dan sesaat kemudian dia juga sudah menyusul Salma terbang ke alam mimpi.Sementara pilot dan kru pesawat sedang bekerja menerbangkan pesawat menuju bandara Ngurah Rai di Bali.