
Tak terasa, sudah hampir tiga bulan, Salma bekerja di perusahaan barunya. Kesibukan di tempat kerja yang baru sedikit banyak membuat Salma bisa melupakan Rayden.
Namun sebuah telepon dari ibunya kemarin, membuat gadis itu kembali menjadi bimbang dengan keputusannya.
Malam ini, Salma tak dapat memejamkan matanya. Dia terus memikirkan ucapan ibunya. Rasanya aneh ketika ibu mempertanyakan kembali tentang keputusan yang telah dia ambil.
Kemarin siang ibunya menelpon dan mengabarinya bahwa sudah dua hari ini Rayden berada di rumah sakit. Saat itu ada sedikit perasaan khawatir menyeruak ke dalam hatinya. Walaupun masih ada rasa sakit di hatinya namun dia tak bisa menghilangkan perasaan cemas akan lelaki itu.
" Pulanglah, Nduk! Kalau kamu masih ragu dengan keputusanmu. Mumpung masih ada waktu, sebelum semuanya terlambat." pesan ibunya sebelum mengakhiri panggilan telepon kemarin.
" Honey, apa aku salah jika menjauh darimu? " lirih Salma bertanya pada diri sendiri. Ada setetes bening yang diam-diam mengalir melewati sudut matanya.
Sementara itu, Rayden baru saja selesai menelpon seseorang. Dia memang sudah dua hari ini berada di rumah sakit karena kondisi tubuhnya yang drop akibat terlalu banyak mengkonsumsi alkohol. Hari ini dia sudah di perbolehkan meninggalkan rumah sakit.
Sudah sejak dua hari yang lalu, Revan dan anak buahnya melarikan Rayden ke rumah sakit karena bos mereka itu di temukan di apartemen miliknya sedang tergeletak tak sadarkan diri di tengah-tengah botol alkohol yang berserakan di sekitar kamarnya.
Revan gusar namun tak bisa berbuat apa-apa. Keputusan Salma yang pergi diam- diam tanpa pamit pada Bosnya beberapa waktu yang lalu memberi dampak yang besar bagi diri Sang Big Boss. Bosnya itu tampak sangat terpukul dan membuatnya berubah menjadi lebih sering uring-uringan dan tak pernah lagi fokus bekerja.
Setiap hari kerjanya hanya marah saja. Hal kecil saja bisa memicu kemarahannya. Hingga semua karyawan yang ada di kantor menjadi takut.
Puncaknya kemarin lusa. Setelah beberapa hari menghilang, ternyata mereka menemukan bos mereka itu di apartemen miliknya dalam keadaan tidak sadarkan diri akibat terlalu banyak mengkonsumsi minum-minuman keras.
Pagi itu, sebaris lengkungan terbentuk di bibir Rayden.Tampak raut senang tergambar di wajahnya yang sedikit pucat dan tirus. Wajah itu kini banyak di tumbuhi
bulu - bulu halus di rahang dan dagunya. Rambutnya pun terlihat sedikit acak-acakan.
Dia sedang mempersiapkan sesuatu. Setelah sekian lama akhirnya dia menemukan siapa dalang di balik semua ini. Semua ini karena Carlos Gutteres, kakak kandung dari Luiz Gutteres. Pria yang beberapa waktu lalu menculik Salma, namun sayangnya tewas karena ulahnya sendiri.
Dia tahu, apa yang di ingin kan Carlos. Karena dendam akan kematian adiknya yang tragis, membuat Carlos berniat ingin menyingkirkan Rayden namun sebelumnya dia ingin memisahkan Rayden dan Salma agar Rayden dapat merasakan seperti apa rasanya kehilangan seseorang yang di cintai.
Rayden yang sudah mengetahui hal itu, mulai menyusun rencana untuk menghadapi Carlos.
Dia sengaja tidak segera menyusul Salma ke Tarakan walaupun melalui orang suruhannya, dia bisa melacak dan mengetahui dimana kini Salma tinggal dan bekerja.
Dia ingin membiarkan Carlos mengira bahwa dia dan Salma sudah berpisah, agar semua rencananya dapat berjalan lancar. Dia hanya memberi instruksi kepada beberapa orang anak buahnya untuk diam-diam mengawasi dan melindungi Salma dari kejauhan.
Melalui Anastasia Rayden dapat memantau semua gerak gerik Carlos dan anak buahnya. Selain itu Anastasia dapat bernafas lega karena Carlos ternyata menepati janjinya. Dia membebaskan kedua orang tua Anastasia.
Rayden juga meminta Anastasia untuk terus bersandiwara menjadi pacar Rayden. Anastasia tidak merasa keberatan karena memang gadis itu mencintai Rayden. Yang Rayden tak tahu adalah bahwa Anastasia benar-benar berharap bahwa Salma pergi dan tak pernah kembali, sehingga jalan untuk menjadi nyonya Chandler terbuka lebar.
Beberapa hari yang lalu, Rayden mengumumkan pertunangannya di media sosial. Namun dengan siapa Rayden bertunangan masih di rahasiakan dengan alasan kekasihnya itu tak ingin privasinya terganggu karena di kenal publik dan juga alasan keamanan, begitu yang tertulis di media.
Salma sudah dapat menduga, bahwa kekasih Rayden yang di maksud oleh media massa adalah Anastasia. Hatinya terasa di cubit. Dia tahu diri. Anastasia memang lebih pantas bersanding di samping Rayden dari pada dirinya.
Hanya satu yang Salma sayangkan, mengapa Rayden tak pernah jujur untuk mengakui semuanya. Hati Salma sakit karena harus mengetahui semuanya justru dari wanita lain. Wanita yang tidur dengannya.
Rasa sedih, muak, benci, dan jijik semua jadi satu dalam pikiran Salma, membuat gadis itu ingin menjerit sekuatnya, agar bisa lega beban di hatinya.
Hati Salma kembali terluka dan sakit. Namun luka ini terasa lebih menyakitkan dari luka lama yang ditorehkan oleh Kak Riko dulu.
"Salma, ada yang mencarimu!" Suara Dimas membuyarkan lamunan Salma.
"Siapa, Mas? " tetapi Dimas hanya mengangkat bahu tanda tak mengenal orang yang mencari Salma.
" Katanya sih, temanmu dari Balikpapan." Salma jadi ingin tahu siapa teman yang dikatakan Dimas dari Balikpapan. Dia segera keluar dari kamarnya menuju ke ruang tamu dengan rasa penasaran. ???
...****...
Alin sedang membawa beberapa gelas kotor ke dapur ketika Aldo pemilik Restoran tempatnya bekerja memanggilnya.
" Mas Aldo memanggil Alin?" Alin berjalan menghampiri Aldo yang terlihat sedang duduk di salah satu meja pengunjung bersama seseorang. "Iya, Mas minta tolong bawakan dua gelas besar exspreso untuk Mas dan teman Mas ini!" Mata Alin sukses melotot tak percaya, saat tak sengaja matanya tertuju pada teman yang di maksud Aldo.
" Alin! "
" Kak Riko! " wajah Alin pucat tak berdarah. Sialan!! makinya dalam hati.
Riko juga tak kalah terkejutnya dengan Alin. Dia tak menyangka bisa bertemu Alin di restoran milik Aldo temannya.
" Kalian sudah saling kenal? " Aldo bertanya keheranan. " tidak, kami tidak saling kenal, hanya kebetulan pernah bertemu! " sindir Alin sambil membuang pandangan ke arah lain. Dia benci, mengapa harus bertemu lagi dengan Riko. Lelaki bajingan yang telah merenggut kesuciannya, namun tak bisa melupakan mantannya yang tak lain Adalah kakaknya sendiri.
Riko menatap Alin dengan tajam. Ingin sekali dia memeluk gadis ini, dan mencurahkan rasa rindu di hatinya, namun sikap Alin yang seolah tak mengenalnya membuatnya urung untuk bergerak lebih lanjut.
Riko serba salah dan kikuk. Rasa bersalah menghantui hatinya saat ini, apalagi memori kejadian beberapa bulan yang lalu kembali lagi berkelebat dalam ingatannya.
Dia akui, dia yang salah. namun ketika di ingin minta maaf kepada Alin dan berniat untuk bertanggung jawab terhadap gadis itu, namun yang ada gadis sexy berbibir tebal mirip Angelina Jolie itu memblokir nomornya dan menghilang bak di telan bumi.