
Rencana bulan madu yang rencananya akan di laksanakan seminggu setelah pernikahan Rayden dan Salma, ternyata harus di tunda karena alasan kesehatan Salma yang masih harus menjalani rawat jalan dan kontrol.
Kini tak terasa sudah lebih satu bulan pernikahan mereka, rasanya tidak perlu lagi mencari alasan menunda-nunda rencana mereka. Rasanya Rayden sudah tidak sabar untuk menenggelamkan tubuh mungil Salma ke dalam tumpukan bunga sakura yang saat ini bunga tersebut sedang bermekaran di Jepang.
" Bee, ayo cepat bangun. Kita akan berangkat ke Jepang pagi ini. Aku tak mau lagi menunda rencana bulan madu kita. " kata Rayden sambil mengguncang tubuh polos Salma yang terbungkus selimut tebal.
Sisa - sisa pergumulan panas tadi malam masih terlihat di ruangan itu. Pakaian Rayden dan Salma yang berserakan di sana sini, juga keadaan kasur king size mereka yang jauh dari rapi.
" Hm, aku masih ngantuk. Berangkatnya nanti siang saja, ya hon." rengek Salma manja. Tubuhnya terasa remuk redam. Semalam Rayden 'menghukumnya' hingga menjelang subuh, membuat dia kurang tidur dan jadi lemas.
Rayden terkekeh. " makanya jangan suka ngambek. Sudah gitu, ngambek pake acara balik punggung lagi sama suami. Dosa tau, Bee. Makanya aku kasih hukuman saja, daripada kena azab Ilahi. " goda Rayden.
" Ahhh.. hon. bisa nggak diem. berisik tau..! " kesal Salma merasa terganggu oleh ocehan Rayden.
" Aku nggak bakalan diem sampai kamu bangun. Aku bakalan gangguin kamu terus, bee.! " bisiknya di telinga Salma. Lalu di meniup telinga Salma dan meremas p******"*a Salma hingga wanita cantik itu menggelinjang geli.
" Bee, hentikan.! " bentak Salma kesal. Bukannya menghentikan kegiatannya, Rayden malahan semakin nakal menjalankan tangannya ke seluruh tubuh Salma membuat Salma terpaksa membuka mata.
Dengan kesal Salma lalu beranjak ke kamar mandi dengan tubuh yang masih terbungkus selimut.
" hahaha, kenapa repot di tutupi. Aku sudah melihat bahkan menyentuh semuanya, Bee!! "
Pipi Salma bersemu merah. Walaupun Rayden dan dia sudah menikah, namun Salma masih suka malu jika harus bertelanjang polos di hadapan suaminya.
" dasar mesumm... bawaannya selalu tak jauh dari ' lubang enak' terus.! " ejek Salma sambil berlari masuk ke kamar mandi dan menguncinya. Dia takut jika tidak di kunci Rayden akan masuk dan acara mandinya bakalan bisa molor sampai dua jam.
Rayden terkekeh geli melihat tingkah kekanak-kanakan Salma. Istrinya itu sangat menggemaskan sekali. Kadang ngambek, kadang manis kadang galak kayak singa,hiii..
Selesai mandi Salma menemani Rayden sarapan bareng keluarga besarnya.
Mommy Elise yang melihat kehadiran Salma bergegas menghampiri menantunya itu dan mengajaknya duduk di sebelahnya.
" Sini sayang, duduk dekat Mommy! " kata mommy pada Salma. Salma mengambil tempat duduk di sebelah Mommy Elise.
"Jadi berangkat bulan madunya? " tanya mommy Elise lagi.
" iya, mom. Kata Rayden kita berangkatnya jadi hari ini. Emang kenapa, mom? "
" Nggk, mommy nanya aja. Mommy senang akhirnya kalian bisa pergi berbulan madu bersama. Jangan lupa kabarin mommy jika sudah sampai! " Salma mengangguk.
" Oh ya, sebelum pergi mommy mau kasih kamu ini. " kata mommy Elise sambil mengeluarkan sesuatu dari dalam kotak kecil yang dia keluarkan dari laci.
" Apa itu ,mom? " tanya Salma.
" Ini adalah kalung pemberian almarhum omanya Rayden. Dulu dia memberikannya ketika mommy baru saja jadi menantu keluarga Chandler. Nah sekarang mommy berikan ini kepadamu karena kamu adalah menantu keluarga Chandler. " kata mommy Elise.
Kedua mata Salma berkaca - kaca. Dia tak dapat membendung benteng air matanya lebih lama lagi. Akhirnya tangisnya pecah juga. Dia bahagia karena dia merasa di terima dalam keluarga Rayden. Dia menyayangi mommy Elise sama seperti dia menyayangi ibunya. Keduanya sangat berarti baginya.
setelah sarapan, Salma dan Rayden bersiap - siap berangkat ke Tokyo. Pesawat pribadi milik keluarga Rayden telah siap sedia bersama kru pesawat yang sudah mereka kenal.
" Bee, sudah siap? " tanya Rayden . Dia membantu Salma mengangkat koper kecil milik Salma ke bagasi mobil yang akan mengantar mereka ke bandara.
Salma menganggukkan kepala " sudah! " jawabnya singkat.
Rayden memeluk pinggang ramping Salma dan menggandengnya memasuki mobil.
Penerbangan ke Tokyo memakan waktu delapan jam. Salma yang merasa sedikit pusing memilih beristirahat di sofa yang ada di dalam kabin pesawat.
Rayden datang menghampiri dan duduk di sebelah nya. Memeluk dan mengelus punggung Salma dengan mesra.
" Kenapa, Bee? "
" Entahlah, aku merasa sedikit pusing. Mungkin masuk angin. " kata Salma.
" sini, aku pijitin." kata Rayden yang langsung memijat kepala Salma sebentar kemudian berpindah ke punggung Salma.
Salma yang merasa nyaman karena pijatan di punggungnya tak terasa menjadi ketiduran di sofa. Rayden tersenyum melihat istri mungilnya tertidur lelap di sofa. Perlahan-lahan dia mengangkat tubuh Salma agar tidak terbangun dan memindahkan tubuh salma ke ruang pribadinya di dalam pesawat tersebut.
Setelah itu Rayden mengunci pintu dan merebahkan tubuhnya di sebelah tubuh Salma.
...-----...
Salma merasa ada benda kenyal basah yang menyelusuri seluruh permukaan kulit tubuhnya. Rasa nikmat bercampur geli membuat dia membuka matanya perlahan.
Di atas tubuhnya yang entah sejak kapan sudah polos saja, suami tampan dan mesum itu sudah menjelajah dan memberi tanda kepemilikan di sana sini.
Suara ******* Salma membuat gairah Rayden semakin memuncak. Tanpa berkata - kata lagi, Rayden langsung memposisikan tubuhnya untuk memasuki Salma hingga tubuh keduanya menyatu dalam gelora cinta di atas awan.
Tubuh Salma dan Rayden saling berpelukan bersama peluh yang membanjiri keduanya setelah aktivitas panas mereka beberapa saat yang lalu. Mereka saling menatap satu sama lain. Ternyata saling mencintai itu indah dan Rayden mau keindahan itu hanya miliknya, selamanya.
Pesawat pribadi yang mengantar Rayden dan Salma berbulan madu ke Tokyo , mendarat di bandara Nagoya, Jepang. Suasana di Jepang saat ini malam hari. Maklum perbedaan waktu dan tempat.
Rayden membimbing Salma turun dari pesawat dan segera menuntun wanita itu menuju ke mobil yang sudah siap menjemput dan mengantarkan mereka ke hotel tempat mereka menginap.
Karena masih mengantuk, Salma tertidur kembali dalam pelukan Rayden hingga sampai ke hotel tempat mereka menginap.
Tempat yang mereka pilih untuk bulan madu adalah sebuah bungalow yang terletak di pinggir pantai dengan pemandangan yang menghadap langsung ke laut. Sengaja Rayden memilih tempat ini karena Salma menyukai laut dan Rayden tahu Salma ingin sekali melihat bunga sakura yang sedang mekar.
Tempat ini sangat sesuai dengan keinginan Salma. Di pinggir pantai yang indah dengan taman di depan bungalow yang di penuhi bunga Sakura yang bermekaran.
Rayden kembali menggendong Salma yang tertidur dalam pelukannya dan membawa tubuh istri mungilnya itu ke dalam bungalow sebelum hawa dingin Tokyo membuat wanitanya sakit dan mengacaukan bulan madu mereka.
.