Salma And Rayden

Salma And Rayden
Bab. 34 Wake up...



Rayden terus berdoa dalam hati, berharap ada sedikit keajaiban untuk Salma agar bisa melewati masa - masa kritis. Dan ternyata doa Rayden di dengar oleh Allah. Salma berhasil melewati masa - masa kritisnya, walaupun gadis itu koma dan hingga kini masih belum sadarkan diri.


Hari demi hari berlalu, Salma masih saja terbaring koma di rumah sakit. Belum ada tanda - tanda bahwa dia akan segera sadar. Namun Rayden tak putus asa. Dia memiliki keyakinan bahwa suatu hari kekasihnya itu akan kembali sadar dari koma.


Banyak hal yang tidak Rayden ketahui selama ini. Dan saat berada di rumah sakit, semuanya itu baru terungkap membuat Rayden benar-benar shock saat harus mendapati kenyataan yang sebenarnya.


Kenyataan di balik semua sikap Salma yang menjauh dan memilih pergi meninggalkannya. Kini dia menyadari semua adalah karena kesalahan dan kebodohannya.


Bermula dari tanpa kesengajaan, Rayden membawa Salma yang terluka ke rumah sakit, dia yang ingin menghubungi keluarga Salma tanpa sengaja membuka handphone Salma. Awalnya dia hanya bermaksud untuk menelpon ibunya Salma dan menyimpan nomornya di handphone Salma.


Namun Rayden yang iseng membuka buka isi handphone Salma. Alangkah terkejutnya Rayden saat melihat foto foto yang tersimpan di galeri handphone wanita itu.


Pantas saja wanitanya itu pergi menjauh menghindarinya. Ternyata yang sudah terjadi adalah Anastasia sudah mengirim foto foto dan video dia dan Rayden ke Salma. Bukan cuma satu tetapi ada banyak foto dan video. Anastasia memang licik dan gila.


Namun yang Rayden tak habis pikir mengapa Salma menyimpan semua ini sendiri. Mengapa gadis itu tak menanyakan langsung padanya agar tak terjadi kesalah fahaman seperti sekarang.


Namun ternyata Rayden salah. Salma lebih memilih memendam lukanya seorang diri dan tak ingin Rayden tahu luka hatinya karena merasa Rayden telah menghianati cinta mereka dan lebih memilih Anastasia ketimbang dirinya.


Rayden merasa sangat bersalah sekali. Dia bertekad akan menebus semua itu saat Salma sadar nanti. " Salma, cepatlah sadar, Bee! " lirih Rayden seraya menatap ke arah Salma yang masih tetap memejamkan mata.


Rayden merutuki kebodohannya yang tidak peka terhadap wanitanya dan terlalu mempercayai Anastasia. Padahal gadis itu justru yang akhirnya mencelakai wanitanya.


Sudah dua bulan Salma belum menampakan tanda - tanda bahwa dia akan sadar. Luka akibat dari tusukan pisau Anastasia sangat dalam dan tepat mengenai paru-paru Anastasia membuat paru-parunya robek sehingga hampir membuat nyawa gadis melayang.


Para dokter sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkan gadis itu, namun karena lukanya terlalu parah, gadis itu koma dan sampai kini masih terbaring di Rumah Sakit Umum Tarakan.


l


^^^***^^^


Selama dua bulan ini, Rayden fokus menjaga kekasihnya itu dengan terus berada di sisi Salma. Bahkan dia menghandle semua urusan pekerjaan dari rumah sakit. Dia menjaga Salma sambil bekerja.


Selama dua bulan ini belum ada tanda tanda yang berarti tentang perkembangan kondisi kesehatan Salma. Gadis itu tetap terbaring dengan mata yang terpejam rapat.


Keluarga Salma sudah kembali lagi ke Balikpapan karena mereka akan mengurus pernikahan Alin dan Riko yang sebentar lagi akan dilaksanakan di rumah keluarga besar Riko.


Rayden akhirnya bernafas lega karena pada akhirnya Riko menikah dengan Alin. Dia senang Riko akhirnya bisa move on dari Salma. Jadi sekarang hanya tinggal dia seorang yang menjaga Salma di rumah sakit.


Setiap hari Dia mengajak gadis itu mengobrol, walaupun dia tahu Salma tak mungkin menjawabnya. Namun dia yakin walaupun mata Salma terpejam tetapi dia masih bisa mendengar suara Rayden.


Rayden baru saja bangun dari tidur. Selama ini dia menempatkan Salma di ruang VIP. Selain karena lebih privasi, di tempat itu juga tersedia satu tempat tidur lagi untuk penjaga pasien, dan tempat tidur itulah yang di gunakan Rayden untuk beristirahat sambil menjaga Salma.


Rayden sudah selesai dengan rutinitas paginya di kamar mandi. Selesai sarapan Dia menghampiri Salma yang keadaannya masih saja sama seperti hari kemarin.


"Selamat pagi, Bee!" . Rayden mengecup lembut dahi Salma dan mengelus anak rambut yang jatuh di dahi Salma karena gadis itu tidak mengenakan hijabnya. Dia lalu duduk di samping Salma dan mulai bercerita.


" aku sangat merindukan kamu, bee! cepatlah sadar. aku berjanji, setelah kamu bangun, secepatnya aku akan melamarmu, " Rayden terkekeh pelan.


"Maaf jika aku terburu buru dan terkesan memaksa kamu kali ini, itu karena aku tak mau menunda nunda lagi, aku tak ingin kehilangan kamu untuk yang kesekian kalinya. kita akan segera menikah dan memiliki anak anak yang manis dan lucu. Akan ku buatkan sebuah rumah yang indah, dengan halaman yang luas lengkap dengan sebuah taman bunga di tengahnya, sesuai dengan keinginan mu, bee!" Rayden menyentuh jemari Salma dan mengecupnya. Jari jemari mungil yang dulu selalu mencubit dia dengan gemas karena kesal dengan godaan Rayden.


" Bee, kamu masih ingat tidak, saat kamu buatin aku nasi goreng pake sosis dan ikan asin. Itu adalah nasi goreng terlezat yang pernah aku makan. Cepatlah bangun, bee! Aku mau makan nasi goreng buatanmu lagi. " Rayden menangis sambil mendekap lengan Salma erat di dadanya. Berharap gadis itu dapat merasakan kerinduan dan rasa cinta di hatinya. Tak terasa tetesan air mata Rayden jatuh membasahi tangan Salma.


Terlihat sebuah pergerakan kecil dari tangan gadis itu saat air mata Rayden mengenai tangannya, membuat Rayden menghentikan tangisnya.


Dia menunduk untuk memeriksa keadaan gadis itu. Senyumnya merekah saat mendapati kedua mata indah yang dia rindukan siang dan malam kini terbuka dan memandangnya dengan tatapan sendu. Rayden memeluk Salma dengan haru. Dia tak dapat melukiskan dengan kata-kata betapa bahagianya dia saat ini.


" Kau sudah sadar, bee! kau sudah sadar! " Rayden berseru tertahan.


" honey. " bisik Salma lirih.


"Iya, bee. aku di sini. mana yang sakit? " Rayden bertanya seperti orang linglung.


" punggungku sakit sekali. " kata Salma lemah. Gadis itu meringis menahan sakit di punggungnya ketika akan menggerakkan tubuhnya untuk bangun.


" sebentar, bee. jangan banyak bergerak dulu. aku akan panggilkan dokter! "


Serta merta lelaki itu berlari menemui dokter jaga untuk memberitahukan bahwa pasien Salma sudah sadar. Serta tak lupa juga dia sujud syukur tanda Terima kasih pada Allah yang sudah berbaik hati mengembalikan Salma padanya.


" Terima kasih ya Allah, engkau telah memberiku satu kesempatan lagi. Aku berjanji akan berusaha semampuku untuk menjaga dan membahagiakan Salma! " kata Rayden dalam hati.