Salma And Rayden

Salma And Rayden
Bab. 40 Keluarga Besar



Matahari menerobos dari sela sela gorden kamar pasangan pengantin yang baru saja melewatkan malam panas mereka hingga subuh menjelang.


Salma yang kelelahan tertidur pulas dalam pelukan Rayden dengan tubuh polos tanpa sehelai benang pun. Tubuhnya hanya berbalut selimut yang menutup tubuh sebatas bahu.


" Selamat pagi, Bee. " sapa Rayden pada wanita cantik yang kini sudah berstatus sebagai istrinya itu sambil mengecup lembut bahunya.


Wanita itu menggeliatkan tubuhnya sesaat kemudian berbalik ke arah Rayden. Menelusupkan wajahnya ke dada lelaki itu.


Rayden terkekeh dengan kemanjaan Salma. Di usapnya perlahan surai hitam milik Salma yang tanpa hijab. Aroma Stoberi dari sampo yang di pakai wanita itu sukses kembali membangkitkan 'sesuatu' di bawah sana.


Rayden menggeram menahan gejolak nafsu yang kini sudah mulai kembali merasukinya.


" Bee, bangunlah. Hari ini kita akan bersiap siap untuk pergi bulan madu kita ke Jepang. Katanya mau melihat bunga sakura. "


Salma mendongakkan wajahnya hingga kepalanya menyentuh dagu Rayden.


" Bulan madu, Hon? " tanya Salma tak percaya. Dia ingin memastikan apakah dia tak salah dengar. Rayden tak pernah memberitahu apapun padanya tentang rencana bulan madu padanya. Apalagi bulan madu ke Jepang.


" Iya, kita akan pergi berbulan madu ke Jepang. Kan kamu sendiri yang bilang katanya mau lihat bunga sakura. " jawab Rayden seraya menarik hidung bangir Salma dengan gemas hingga membuat gadis itu menjerit dengan hidung yang sudah memerah.


" Aww, sakit tau.!! " jerit Salma kesal.


" sst, jangan teriak teriak, bee. Entar yang dengar mengira kita di sini lagi 'ehem - ehem'.! " kata Rayden. Salma menutup wajahnya karena malu.


" Hon, Koq nggak ngomong sih, kalo mau ngajakin bulan madu. " kata Salma dengan raut wajah kesal.


" Biar jadi surprise, lah !!" kata Rayden dengan senyum menggoda.


Salma yang kesal memukul dada bidang Rayden. Bukannya kesakitan, Rayden malah terkekeh geli.


" Aww, geli bee." kata Rayden sambil memeluk erat Salma. Salma berontak dalam pelukan Rayden.


" Hmm, bee.. karena kamu banyak gerak, ' Adek kecilku ' dibawah sana jadi bangun lagi. Sekarang kamu harus tanggungjawab buat nidurin lagi. "


Tanpa menunggu jawaban dari Salma, Rayden kembali menindih tubuh Salma yang hanya bisa pasrah di bawah kukungan tubuh kekar atletis milik Rayden.


Jadilah pagi itu menjadi pagi yang panas bagi pasangan pengantin baru itu. Bahkan bukan hanya di ranjang saja adegan panas itu terjadi. Saat mandi pun Rayden kembali menggempur Salma hingga membuat gadis itu harus di gendong kembali ke kamar, karena tak mampu lagi berjalan.


Setelah memakaikan piyama ke tubuh Salma, Rayden kemudian menelpon pelayan hotel untuk membawakan sarapan ke kamar mereka.


Tak lama kemudian, pesanan mereka sudah datang. Aneka menu sarapan sudah tersaji di hadapan mereka.


Salma bergerak ingin mengambilkan sarapan untuk Rayden, tapi di cegah oleh Rayden.


" No, no, no. kamu di situ saja. Biar aku yang akan ambilkan untukmu. "


" Kamu mau sarapan apa, Bee? " tanya Rayden.


" Aku mau nasi goreng sama telur saja. " jawab Salma dengan manja.


Rayden lalu mengambil piring dan mengisinya dengan nasi goreng dan telur dadar


Rayden mengambil


" Tidur lah kembali jika kamu kelelahan. Aku akan menyuruh asistenku untuk menyiapkan segala keperluan kamu, Bee. " Rayden mengecup kepala sang istri yang masih basah.


Rayden menghubungi asistennya untuk memintanya mengurus segala keperluan Salma. Sesudah memastikan segalanya berjalan lancar, Rayden kemudian berjalan ke sisi tempat tidur kemudian membaringkan tubuhnya di sisi sang istri yang sudah pulas tertidur.


Rayden memandangi wajah polos Salma yang terlelap di sampingnya.


Rasa tak bosannya Rayden memandang wajah cantik itu.


Wajah wanita yang di mimpikannya siang dan malam untuk menjadi istri dan pendamping hidupnya. Wanita yang akan melahirkan anak- anaknya kelak. His future wife, kini sudah berada di sisinya.


Rayden menggeser tubuhnya merapat ke tubuh Salma. Memeluk wanita itu dari belakang. Memejamkan matanya meresapi aroma tubuh Salma yang sekarang sudah menjadi candu keduanya setelah bibir Salma.


Tak lama kemudian Rayden sudah terlelap menyusul Salma ke alam mimpi. Namun kehadiran Salma di sisinya, di ranjangnya bukanlah lagi sebuah mimpi.


...----...


Rayden membuka mata ketika sebuah benda kenyal dan lembut menyentuh pipinya.


Dilihatnya Salma yang tersenyum manis dengan dandanan rapi lengkap dengan hijab yang selalu menutup surai hitam indah miliknya.


" apa aku sudah mati? " tanyanya yang sontak langsung mendapat cubitan dari Salma.


" Aww, sakit Bee!! " ringis Rayden.


" Makanya kalo ngomong yang benar Mr. Rayden.! "


Rayden terkekeh melihat rona marah di wajah Salma.


" habisnya ada bidadari di hadapanku. Jadinya ku kira aku sudah mati dan sedang berada di surga. " jawab Rayden yang membuat pipi Salma merona merah.


Suaminya itu pandai sekali merayu, membuat pipi Salma selalu bersemu merah setiap kali mendapat rayuan dari Rayden.


" tauk, ah!! gombal aja teruss mr. Rayden. Biar jantung adek berdebar kencang, entar kena serangan jantung, Abang cari lagi yang baru, ya.! " Rayden semakin terkekeh mendengar ucapan Salma.


" Aku memang sudah mati, tenggelam dalam cintamu. Jadi mana mungkin bisa hidup lagi dan mencari cinta yang lain. Aku hidup hanya punya satu nyawa yang aku serahkan setiap detiknya untuk mencintaimu. Jikalau beruntung karena karmaku yang terlahir kembali, maka aku akan memohon pada yang kuasa untuk kembali lagi di jodohkan denganmu. " kata Rayden sambil mengecup lembut tangan Salma.


Mulut Salma terbungkam tak mampu berucap saat mendengar ungkapan hati Rayden yang ditujukan padanya. Hatinya berbunga-bunga menyadari akan ketulusan cinta Rayden padanya.


Setelah mandi dan berpakaian, Rayden menemani Salma keluar kamar karena istrinya itu masih canggung untuk berbaur dengan keluarga Rayden.


Di ruang tamu, terlihat semua anggota keluarga Rayden sudah berkumpul bersama. Juga ibu dan Ifa adiknya serta Alin yang juga sedang duduk di sebelah Riko.


Mommy Elisa dan daddy Dave sedang bercengkrama dengan baby Adel yang terus menerus mengulurkan tangan ke arah Ifa, adiknya.


Mommy Elisa yang melihat kedatangan Salma bersama Rayden segera memanggil menantunya itu agar ikut juga bergabung dengan mereka.


Meskipun canggung, Salma memberanikan diri untuk duduk di sebelah mommy Elisa.


" Ih, baby Adel sepertinya suka sama kamu, Ifa. Dari tadi dia terus saja minta di pangku sama kamu. " kata mommy Elise pada Ifa.


Gadis itu segera mengambil baby Adel ke dalam pangkuannya. Anehnya, begitu dipangku oleh Ifa, bayi lucu itu langsung anteng bermain di pangkuan Ifa.


" hm, kayaknya aku nggak perlu cari baby sister nih buat jagain baby Adel. Kan, sudah ada tante Ifa.! " kata Kak Prilly sambil tersenyum usil menggoda Ifa.


Gadis pendiam itu seketika tertunduk malu. Panggilan ' tante' yang di sematkan padanya membuat dia jengah. Namun ada juga rasa bangga di hatinya ketika menyadari sekarang dia memiliki seorang keponakan yang lucu, seperti baby Adel.