
Salma dan Rayden berbulan madu di Jepang selama satu bulan. Mereka berdua mencicipi manisnya cinta mereka. Rayden membawa Salma ke berbagai tempat - tempat indah di Jepang dan tak lupa dia selalu mengabadikan momen - momen indah mereka dan mengupload nya di media sosial miliknya. Foto - foto mereka banjir komentar dari nitizen dan tak sedikit juga yang memberi like atas keromantisan keduanya.
Sinar matahari menerobos masuk melalui celah gorden menyapa dua insan yang sedang tidur dalam posisi tubuh sang pria yang sedang memeluk posesif sang wanitanya.
Si wanita menggeliat dan membuka matanya karena di rasanya dia ingin sekali buang air, tapi sebuah tangan kekar dan kokoh kini melilit di pinggangnya.
Salma menggeser posisi tubuhnya dan berusaha untuk menyingkirkan lengan kokoh itu namun sebuah suara menghentikan gerak tangannya.
" apa yang mau kau lakukan? " suara serak Rayden sehabis bangun tidur membuat gerakan tangannya terhenti.
" aku mau ke kamar mandi.. Aku sudah tak tahan mau kebelet pipis.!" jawab Salma.
" Kau tahu, Bee. Kamu tak akan bisa ke mana-mana tanpa izinku. Aku tak akan pernah membiarkanmu pergi sebelum aku bangun." kata Rayden pada Salma sambil menarik kembali tubuh Salma.
" Hon, ayolah. Kau mau melihat aku kencing di kasur! " kata Salma dengan nada kesal.
Kalau suaminya sudah mode begini, bakalan panjang acara bangun paginya.
" Biar saja, aku tak keberatan kalau kamu kencing di sini.! " godanya.
" Hon, ayolah lepasin, nggak? aku gigit nih, ya! " Salma yang kesal lantas menggigit lengan Rayden.
" Aduh, sakit bee. Kok di gigit, sih?" tanya Rayden dengan mimik wajah tak berdosa.
" Habisnya bikin kesal. Orang mau pipis malah di tahan terus.! " jawab Salma.
Rayden terkekeh melihat wajah kesal Salma.Tak terasa pernikahan mereka sudah memasuki bulan ketiga. Sepulang dari bulan madu ke Jepang, Rayden merasa ada yang aneh dengan dirinya.
Entah mengapa, akhir - akhr ini dia suka sekali membuat istri cantiknya itu marah - marah sehingga kadang Mommy Elise harus menjewer kuping Rayden karena kesal dengan ulah Anak bungsunya itu yang suka bikin sang istri kesal. Ada senyum puas di hati Rayden jika sudah melihat wajah kesal dan marah sang istri.
Rayden segera melepaskan pelukannya sehingga Salma langsung lari terbirit-birit dengan lilitan selimut di tubuhnya.
" hahahaha, lucu sekali. Ngapain harus di tutup - tutupin. Aku sudah lihat gimana bentuknya, bahkan aku juga sudah menyentuhnya." goda Rayden lengkap dengan mata dan senyum nakalnya.
Salma mencebikkan mulutnya.
" Weea, dasar sinting, suami omes, hobinya bicara masalah ' Sekwilda' dan ' bupati' mulu." kata Salma lalu menghilang di balik pintu kamar mandi dan kemudian menguncinya.
Dia takut sifat mesum Rayden kembali kumat. Bisa bisa dia harus berakhir di dalam bak mandi dengan tubuh penuh kissmark. Hiiii.... dasar suami mesum...
" Bee, ngatain suami sinting itu dosa, loh. Jadi awas, jangan marah kalau entar malam kamu dapat hukuman dari aku!" kata Rayden. Dia gemas banget pengen nerkam Salma. Nih gadis.. benar - benar sulit banget buat di ajak romantis.
" Tau, akh. aku lagi nggak mood ngebahas soal hukuman. Perut aku dari tadi rasanya nggak enak. " jawab Salma dari dalam kamar mandi.
" Memangnya kamu kenapa, Bee? cepat bukain pintunya. aku mau masuk! " Rayden yang cemas mendengar ucapan Salma , menjadi tak sabaran dan mulai menggedor - gedor pintu kamar mandi.
Terdengar suara orang yang sedang muntah lalu keran air yang di putar.
Rayden makin cemas.
" Bee, buka dong pintunya. Kamu nggak papa, kan! " teriak Rayden di depan pintu kamar mandi.
Akhirnya pintu itu terbuka. Rayden menarik nafas lega. Namun, Rayden mengeryitkan sebelah alisnya saat melihat wajah Salma.
Istrinya itu terlihat lemas dan pucat. Wajahnya seperti kehabisan darah dengan bibir yang bergetar.
" Bee, kamu kenapa, sayang.? " tanya Rayden dengan perasaan cemas sambil menggendong tubuh wanitanya dan membaringkannya di atas ranjang mereka, lalu menyelimutinya.
" Kamu demam, Bee.! " Rayden menjadi cemas. Kayaknya Salma sakit, pikirnya.
Rayden pun menjadi panik. Dia segera berlari ke luar kamar mencari mommynya.
Mommy Elise yang sedang menyiapkan sarapan di dapur terkejut melihat Rayden yang berlari sambil berteriak-teriak memanggilnya.
" Mom, mommy. Salma ...mih! " panggil Rayden dengan nafas terengah-engah.
" Salma, Salma kenapa, Ray? " tanya Mommy Elise yang tidak faham maksud Rayden.
" Salma sakit, mih. Wajahnya pucat sekali dan muntah - muntah terus dari tadi ! badannya juga demam." kata Rayden.
Daddy Dave yang baru datang dan mendengar cerita sang anak, segera mendatangi kamar Rayden. Dia sepertinya sudah dapat mengira 'sakit' seperti apa menantunya itu.
Melihat suaminya ke kamar Rayden, Mommy Elise juga nggak mau ketinggalan. Dia segera menyusul suaminya ke kamar Rayden.
Mommy memeriksa keadaan Salma. Lalu kemudian menghubungi dokter Nisa. Dokter Nisa adalah dokter keluarga mereka. Tak lama kemudian, dokter cantik itu sudah berada di rumah keluarga Chandler. Dia segera memeriksa keadaan Salma.
Setelah beberapa saat, dia keluar dari kamar Rayden untuk menemui semua anggota keluarga Chandler yang sudah tak sabar menanti penjelasan dari sang dokter.
" gimana keadaan menantu saya, dokter? " tanya Daddy Dave.
" hmm, maaf. Saya memiliki dugaan sementara, namun untuk lebih pastinya saya sarankan agar membawa mbak Salma ke dokter kandungan untuk melakukan pemeriksaan dan test urine.. Karena saya curiga, mbak Salma sepertinya sedang hamil." jawab dokter cantik itu.
Rayden yang mendengar ucapan dokter Nisa seketika tersenyum lebar. Apakah Salma beneran hamil ?
Rasanya Rayden ingin berjingkrak saking senangnya saat mengetahui Salma hamil.
Sedangkan mommy Elise dan juga daddy Dave tampak keduanya tersenyum bahagia. Sebentar lagi mereka akan kedatangan satu lagi anggota keluarga baru. Walaupun mereka sudah memiliki baby Adel. Namun mereka juga ingin menimang cucu dari Rayden dan Salma.
Sepulangnya dokter Nisa, Rayden langsung buru-buru mendatangi Salma yang masih terbaring di tempat tidur.
" Bee, kita akan segera punya bayi. Kamu hamil ,sayang. Dan aku akan jadi calon ayah! " pekiknya gembira.
" selamat ya, sayang. Menurut hasil pemeriksaan dokter Nisa, ada kemungkinan kamu sedang hamil
Namun untuk lebih yakin, entar sore kamu dan Rayden mommy sarankan untuk pergi ke klinik kandungan! " kata mommy Elise pada Salma dengan lembut.
Salma mengangguk lemah. sepagian ini, tubuhnya sudah terlalu banyak mengeluarkan cairan karena terlalu sering muntah.
Untung tadi dokter Nisa sudah memberikan obat anti mual, sehingga rasa mual dan sakit di perutnya sedikit berkurang. Namun baru saja agak enakan , tiba-tiba....
Salma segera berlari ke kamar mandi dan kembali memuntahkan isi perutnya yang sebenarnya tidak ada apa apa.
" huek! , huek! , huek! Isi perut Salma yang hanya air keluar seluruhnya dan menyisakan rasa yang aneh. Tenggorokannya terasa kering dan perutnya seperti di kuras
Rayden mengambil minyak kayu dan mulai memijat Salma. Dia memijat punggung dan tengkuk Salma. Kemudian memasangkan kaos kaki agar kaki istrinya itu menjadi hangat.
" Huek!huek! Salma kembali merasa mual dan berasa pengen muntah lagi.
Namun karena pengaruh obat dan juga pijatan Rayden, Salma merasa agak sedikit baikan.
Dia menyandarkan kepalanya di dada Rayden. Rayden mengusap rambut Salma yang panjang tanpa hijab dengan sayang. Istrinya ini sekarang mendadak menjadi manja dan kolokan. Dan Rayden suka hal itu. Dia memang suka Salma yang manja padanya.
" Yang penting sekarang aku sudah menjadi calon ayah, yess! " soraknya dalam hati.