Salma And Rayden

Salma And Rayden
Bab. 39 Hari Bahagia



Pernikahan Rayden dan Salma di gelar hari ini. Semua pihak nampak sibuk menyiapkan acara ijab qobul yang rencananya akan di gelar hari ini pukul 10.00 wib di kediaman keluarga besar Rayden.


Ratusan kursi tersusun memenuhi halaman dan juga tenda besar tempat pelaminan di letakan. Puluhan meja yang dipenuhi oleh aneka macam hidangan untuk menyambut dan melayani para tamu undangan sudah tersedia. Juga aneka makanan pencuci mulut mulai yang bergaya Eropa, china, hingga lokal. Semua tersedia di sana untuk memanjakan tamu undangan.


Tampak mommy Elise sudah cantik dengan baluran kebaya modern berwarna coklat susu, senada dengan busana yang di pakai oleh Fika dan Alin yang juga hadir pada acara pernikahan Salma serta ibunda Salma, Ibu Ayuni. Tampaknya mereka sengaja ingin tampil seragam agar tampak kompak.


Sedangkan Salma nampak cantik dan anggun dengan kebaya brokat modern yang membalut langsing tubuhnya serta hiasan tiara di atas balutan hijabnya semakin menambah kecantikan wanita berhijab itu.


Penampilan Rayden juga tak kalah memukaunya. Wajah tampannya semakin berlipat-lipat dengan balutan tuksedo Hitam dan dasi kupu - kupu membuat penampilan Rayden semakin sempurna.


Salma duduk di samping Rayden yang sedang membacakan ijab qobul.


" Rayden Chandler, aku nikahkan dan aku kawinkan engkau dengan anak kami Salma binti Hermanto dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan kalung berlian seberat 24 karat. "


" Saya Terima nikah dan kawinnya Salma binti Hermanto dengan Mas kawin tersebut di bayar tunai. "


" Bagaimana, sah? " tanya penghulu kepada para saksi.


" sah! " jawab saksi satu


" sah! " Jawab saksi kedua


"sah! " saksi ketiga langsung menyahut.


Semua bernafas lega. Rayden membacakan ijab qobul dengan lancar dan kini keduanya telah resmi menjadi pasangan suami istri yang sah di mata agama dan hukum.


Salma meneteskan air mata karena terharu dan bahagia.. Lelaki itu memenuhi janjinya untuk menjadikan dirinya sebagai istri di masa depan dalam hidupnya.


Ada rasa hangat di hatinya saat Rayden kemudian memeluk dan mencium dahinya, saat selesai ijab qobul dan memakaikan cincin perkawinan di jari manis Salma.


Setelah acara ijab qobul selesai, acara selanjutnya adalah pesta pernikahan dan syukuran yang di gelar di halaman depan rumah Rayden yang luas.


Pesta itu bertemakan snow White hingga mulai dari dekorasi hingga pelaminan semua berwarna putih salju. Pun Rayden kemudian berganti pakaian mengenakan tuxedo putih untuk menyerasikan busana Salma yang memakai baju pengantin snow White yang membuatnya benar-benar mirip seperti seorang putri.


Banyak sekali tamu undangan yang hadir di pesta itu, mulai dari kolega Rayden hingga para pejabat. Bahkan ada beberapa artis yang di undang untuk memeriahkan pesta pernikahan Salma dan Rayden.


Salma merasa tangan dan kakinya sangat pegal karena dari tadi dia berdiri saja bersalaman dengan para tamu undangan.


Rayden yang mengetahui hal itu segera menyuruh Salma untuk duduk di kursi pengantin.


Dia mengambil segelas air minum dan menyodorkannya ke Salma. Salma segera meminum air tersebut karena memang dia sudah sangat haus sekali.


Rayden menyingkap sedikit gaun Salma dan melepas sepatu kaca yang melekat di kaki Salma lalu memijat perlahan kaki halus Salma agar wanitanya itu merasa rileks dan mengurangi rasa pegal di kakinya.


Salma yang awalnya menolak perlakuan Rayden kemudian hanya bisa tersipu malu sambil memegang bahu Rayden.


Semua tingkah laku pengantin baru itu tak luput dari mata para tamu undangan yang hadir di pesta itu. Mereka turut bahagia menyaksikan kebahagiaan kedua pasangan itu.


" Sekarang masih pijat kaki, ntar malam ' pijat ' daerah lain. " celetuk Rayden yang langsung mendapat pukulan di bahu oleh Salma.


" salah sendiri punya pikiran mesum." kata Salma yang kesal dengan Rayden. Bisa bisanya suaminya itu berpikiran mesum di tengah tengah keramaian pesta. Kayaknya otak mesumnya itu belum di cuci.


" Bee, tapi benar kan, kalo entar malam aku boleh pijit kamu di daerah khusus? " tanya Rayden dengan senyum menggoda.


" tau, akh. dasar otak kotor. Ntar malem aku tidurnya sama Fika dan ibu. " jawab Salma sambil melongoskan wajah ke arah lain.


" Coba saja kalau kamu berani tidur sama Fika dan ibu, aku akan tidur juga di sebelah kamu dan kita akan buat Rayden junior di sana." Jawaban Rayden sukses membuat Salma melotot.


Suaminya ini memang muka tembok. Selain otak mesumnya, ternyata sifat percaya diri dan tak punya malu nya makin besar. Salma geleng-geleng kepala menghadapi tingkah konyol suaminya.


Malam harinya, pesta kembali di gelar. Namun kali ini di ruang Lobi hotel Green House. Hotel ini milik keluarga Rayden. Salma baru tahu jika Hotel Green House itu adalah aset keluarga Chandler.


Tamu yang datang kali ini jauh lebih banyak dari pesta tadi siang. Tamu undangan yang hadir bukan hanya seluruh karyawan di kantor pusat, namun juga seluruh karyawan dari berbagai kantor cabang dan para relasi bisnis daddy Dave dan juga Rayden.


Salma dan keluarganya sampai kewalahan karena banyaknya tamu undangan yang hadir. Alin dan Riko juga turut ambil bagian dalam pesta itu. Riko bahkan sudah memerintahkan beberapa orang anak buahnya untuk membantu anak buah Rayden untuk berjaga jaga dan mengamankan jalannya pesta pernikahan itu.


Ramai media massa yang meliput acara pernikahan antara Salma dan Rayden. Bukan tanpa sebab, karena Rayden yang di kenal sebagai calon pengusaha muda yang sukses, daddy Dave juga memiliki pengaruh yang luas di masyarakat. Maka tak heran acara pernikahan Salma dan Rayden yang mewah menjadi sorotan media masa.


Banyak yang memuji kecantikan menantu keluarga Chandler. Mereka mengatakan bahwa Salma adalah gadis yang beruntung karena bisa menjadi menantu keluarga Chandler yang bukan berasal dari keluarga sembarangan.


Mereka menjuluki Salma sebagai Cinderella masa kini. Gadis upik abu yang menikah dengan pangeran tampan putra mahkota kerajaan Chandler.


Pesta itu berlangsung hingga pukul 23.00. Setelah para tamu undangan tidak tampak lagi terlihat, Salma pun bergegas pergi ke kamar pengantin yang ada di lantai empat hotel ini dengan menggunakan lift khusus. Dia sudah tak tahan ingin buang air. Dari tadi dia menahannya karena banyaknya tamu undangan yang datang.


Sengaja kamar pengantin di pilih di lantai empat, karena memang lantai empat adalah ruangan khusus milik keluarga Rayden yang hanya orang tertentu saja yang bisa memasuki tempat itu. Lantai itu di jaga ketat oleh beberapa orang sekuriti yang secara bergantian berjaga di tempat itu.


" ups, legaaa.! " seru Salma setelah selesai buang air.


" apanya yang lega. Aku aja belum mulai, kenapa harus lega? " sebuah suara menyahuti ucapan Salma


Salma mendelik kaget karena mendapati Rayden yang berdiri dengan melipat tangan di dada, di depan pintu kamar mandi.


" minggir, Hon. aku mau keluar. "


" kamu mau kemana, Bee? tamu sudah pada pulang semua. "


" Aku mau buka baju dan mandi. Gerah dan lengket banget. " kata Salma lagi. "


" Oh, gitu. kalau begitu sini aku bukain. Kayaknya sulit untuk membuka resleting baju bagian belakang. " kata Rayden. Salma hanya mengangguk membenarkan ucapan Rayden.


Sejenak kemudian, dia menyodorkan punggungnya supaya Rayden bisa membantunya untuk membuka resleting dan juga Baju nya.


Sesaat kemudian, semua yang melekat di tubuh Salma sudah tanggal dan yang tersisa hanya cd dan bra saja. Rayden meneguk salivanya saat memandang tubuh mulus dan halus Salma yang belum pernah terjamah.


Tanpa menungu lebih lama, tubuh Salma sudah dia bopong ala Bridal's style ke kamar andi dan dilanjutkan dengan acara mandi bersama ala Rayden yang sudah mulai melaksanakan aksi ' pijit ' khusus dengan pijatannya yang dahsyat dan berpeluh.