Salma And Rayden

Salma And Rayden
Bab. 28 Misunderstanding...



Salma membolak - balik benda pipih itu di tangannya. Tampak indah dan mahal. Ya.. Rayden baru saja membelikan Salma sebuah handphone keluaran terbaru, walaupun gadis itu sudah berusaha mati - matian menolak. Namun Rayden tetap memaksa untuk membelikan Salma handphone baru.


Sungguh, bukan itu yang dia ingin kan. Dia ingin kejujuran Rayden. Akan terasa lebih baik walaupun itu menyakitkan namun lebih baik baginya daripada hadiah mewah dari Rayden.


Akan tetapi Rayden seolah - olah tidak merasa bersalah. Sikap Rayden biasa saja Seolah-olah dia tak pernah melakukan kesalahan apapun pada Salma.


Salma menatap Rayden yang kini sudah berada di hadapannya dalam. Ada rasa sakit yang kembali menusuk hatinya ketika dia teringat isi pesan SMS yang di terimanya beberapa waktu yang lalu.


Salma melamun memikirkan kembali perasaannya. Hati dan pikirannya mengembara entah kemana.


" Bee, kamu melamun lagi! Mengapa akhir - akhir ini aku sering liat kamu melamun. Kalau kamu ada masalah, ceritakan padaku, sayang! " Rayden mengusap bahu Salma dengan penuh kasih sayang.


" Masalahku adalah kamu. Aku menunggu kejujuran darimu. " Bathin Salma sedih.


Salma tersenyum hambar pada Rayden.


" Aku baik-baik saja, cuma aku lagi mikir untuk mengembalikan handphone ini ke kamu " Rayden terkejut mendengar ucapan Salma.


" Kenapa dikembalikan, Bee! Aku beliin itu buat kamu. Kamu nggak usah mikir macam-macam buat kembalikan handphone segala. Apa kamu kurang suka modelnya. Kita bisa menukarnya sesuai keinginan kamu," Salma menggeleng cepat.


" Bukan, aku hanya merasa tidak berhak menerimanya. " Jawab Salma.Rayden mengerutkan dahi.


" Mengapa tak berhak, Bee.. Kamu itu kekasih aku, calon istri aku. Apapun untuk kamu, Bee! " Rayden membawa tubuh mungil Salma ke dalam pelukannya. Memeluk gadis itu dengan erat dan mencoba menyalurkan rasanya. Ada ketakutan dan sesak menyelimuti hatinya kala harus membayangkan berpisah dengan Salma. Dia tak akan sanggup jika hal itu terjadi. Rayden memeluk tubuh Salma semakin erat. Hangat dengan perasaan yang mengharu biru dalam hatinya.


...----...


Salma sedang sibuk mengatur mempersiapkan rapat pemegang saham ketika seseorang wanita cantik bertubuh seksi berjalan melenggang mendekati mejanya. Dia mendongakkan wajahnya untuk mengetahui siapa yang datang.


"Apakah Rayden ada di dalam ruangannya? " Wanita itu, Anastasia bertanya pada Salma dengan wajah dingin dan tak bersahabat.


Salma menghela nafas dan mengangguk. " Sebentar, saya akan memberitahu Pak Rayden kalau anda datang berkunjung, Nona Anastasia. " Salma bergerak bermaksud hendak ke ruangan Rayden untuk memberitahukan bosnya akan kedatangan Anastasia, namun kembali suara dingin Anastasia berucap " Tak perlu, aku bisa sendiri! " Lalu Anastasia melangkah masuk ke ruang kerja Rayden.


Rayden yang sudah menduga akan kedatangan Anastasia, tampak tidak terkejut sama sekali. Dia hanya tersenyum seraya berdiri mendekati Anastasia.


" Maaf, Pak Rayden. Nona Anastasia berkeinginan masuk sendiri, saya sudah berusaha,.... " Salma merasa tak enak hati ketika tatapan Rayden terarah padanya.


" Tak apa, Salma. Kau bisa kembali ke meja kerjamu." Rayden berdoa dalam hati, berharap Salma tak salah faham seperti saat terakhir kedatangan Anastasia ke tempat ini.


"Duduklah!" Rayden mempersilahkan Anastasia untuk duduk. Gadis berpakaian sexy itu mengambil tempat duduk di hadapan Rayden.


"Aku tak menyangka kamu akan datang ke sini." kata Rayden.


"Kamu kembali ke Indonesia tanpa memberitahuku! " Anastasia mendengus kesal.


" Ada masalah yang perlu aku selesaikan di sini." jawab Rayden singkat.


Salma mendongak dan menatap Rayden." Aku menagih janji yang kamu ucapkan padaku.Kapan kau akan menikahiku?" Anastasia bertanya dengan wajah kesal. Rayden kembali ke Indonesia tanpa memberitahunya. Rayden tersenyum mendengar ucapan Anastasia.


" Hm, maaf aku rasa aku tak bisa melakukannya karena hal itu dapat melukai hati Salma. Aku tak ingin membuat wanitaku bersedih dan menangis." Kata Rayden dengan raut tegas. Dia sudah mengambil keputusan bahwa dia tak akan melepaskan Salma walau bagaimana pun juga. Wajah Anastasia pucat pasi mendengar hal itu. Anastasia menelan ludah yang terasa pahit di tenggorokannya.


" Kalau begitu, kau membuatku mengambil keputusan yang lain, sayang! " senyum Anastasia sinis. Dia merasa kecewa pada Rayden yang lebih memilih Salma dan mau mengambil resiko akan kehilangan reputasi dan nama baiknya.


" Kau boleh melakukan apa saja. Aku tidak takut pada ancamanmu! Akan ku buktikan semua kebohonganmu, Ana! " Rayden berdiri memandang Anastasia dengan sorot mata tajam, penuh kemarahan. Anastasia sahabatnya ini sudah berbohong.


"Apa maksud mu? Kau pikir semua yang terjadi pada kita beberapa waktu yang lalu adalah kebohongan? " kata Anastasia yang tidak terima Rayden menyebutnya berbohong.


" Apa perlu aku bongkar sekarang, Ana? Apa perlu bukti rekaman CCTV kamar hotel tempat aku menginap selama di Australia. Semuanya membuktikan bahwa kita tidak pernah melakukan semua hal yang kau sebutkan malam itu." Rayden menjelaskan semuanya secara detail kepada Anastasia sehingga gadis itu menjadi terdiam tak bisa berkutik lagi.


Ya.. memang Rayden sudah menyelidiki semuanya.Dia merasakan banyak kejanggalan sehingga melalui orang suruhannya dia mencari dan menemukan bukti bahwa semua yang Anastasia katakan adalah kebohongan semata.


Mereka tidak pernah terlibat hubungan yang lebih intim. Sekarang Rayden sedang menyelidiki siapa dalang di balik semua ini.


Anastasia tak berkutik. Bagaimana Rayden bisa tahu semuanya. Dia terdiam kelu membayangan wajah kedua orang tuanya yang kini ditangan Carlos.


" Ana, jawab dengan jujur, siapa yang menyuruhmu melakukan semua ini? " tanya Rayden dengan nada tegas dan menuntut. Anastasia tidak menjawab. Dia menjatuhkan kepala nya di dada lelaki itu. Menangis menumpahkan beban di hatinya.


" Maafkan aku, " Isaknya. " Aku melakukan semua ini karena mereka menyandera mommy and daddyku. " Anastasia lalu menceritakan semua kejadian yang menimpanya, Rayden terkejut tak menyangka akan semua ini.Dia memeluk Anastasia mencoba memberi rasa nyaman pada gadis itu.


Sementara itu, sepasang mata bening memandang ke arah mereka dengan mata yang penuh luka. Dia tahu kini bahwa semua kecurigaan dia terbukti sudah. Rayden dan Anastasia memang memiliki hubungan yang jauh. Semua foto, video, dan kini apa yang di hadapannya memperjelas semuanya.


" Maaf mengganggu kalian, tapi saya mau mengingatkan Pak Rayden bahwa beliau sudah di tunggu di ruang rapat pemegang saham." ucap Salma dengan dingin. Lalu berlalu dari hadapan Rayden yang tampak terkejut sambil melepas pelukannya dari Anastasia.


" Salma, tunggu! " Namun Salma terus berlalu seolah-olah tak mendengar panggilan Rayden. Rayden menghela napas. Dia tahu Salma pasti akan salah paham dengan apa yang di lihatnya tadi.