Salma And Rayden

Salma And Rayden
Bab. 43 Apakah Nona Salma sedang hamil. ...



Rayden dan Salma baru saja selesai mandi berendam air hangat yang di sediakan oleh pihak bungalow. Rasanya sangat segar sekali. Rayden membantu mengeringkan rambut Salma yang basah sehabis keramas.


Wanita itu terpaksa harus mandi keramas karena saat subuh tadi, Sang suami mesumnya sudah bergerilya menjelajahi setiap inci dari bagian tubuhnya dan berhasil melabuhkan ' junior' di sarangnya yang hangat.


Salma telah selesai berpakaian. Wanita cantik berhijab ini segera menemani Sang suami untuk sarapan pagi. Rencananya mereka akan jalan - jalan kota sekalian Rayden ingin menemui koleganya di sana.


" Pagi, hon! " sapanya Salma pada Sang suami.


" Pagi juga, Bee! " Rayden menarik wanita itu ke pangkuannya.


" Mau sarapan apa? " tanyanya sambil mengecup sesaat kening dan pipi Salma. Salma merasa senang mendapat perlakuan manis dari suamucapan


" Apa saja, yang penting berbahan nasi. " jawabnya.


Rayden terkekeh mendengar ucapan Salma.


" hmm, bagaimana kalau sushi? " tawarnya


" boleh, kayaknya lezat tuh! " Rayden lalu mengambil beberapa potong sushi dan meletakkannya di piring Salma. Saat Salma akan menyantap makanannya, Rayden mengambil piring Salma.


" Sini biar aku yang suapin, Bee. " katanya sambil menyodorkan potongan sushi ke mulut Salma.


Salma menerima suapan itu sambil tersipu malu. Dia belum terbiasa menerima semua perlakuan Rayden padanya. Sedangkan Rayden tampak sibuk menyuapi Salma sambil sesekali memasukan makanan itu ke mulutnya sendiri. Mereka sarapan pagi berdua dengan piring yang sama dan Salma di suapin oleh Rayden.


Selesai Sarapan, mereka lalu pergi ke Nagoya dengan mengendarai mobil. Jalanan agak sedikit macet karena ada beberapa petugas yang sedang membersihkan timbunan Salju yang menutupi jalan.


Rayden menepikan mobilnya di sisi jalan. Dia lalu turun dan membukakan pintu untuk Salma dan menuntun wanita berhijab itu memasuki sebuah restoran mewah yang bergaya klasik.


Mereka memesan teh hijau dan beberapa cake untuk hidangan pembuka. Rayden mengedarkan pandangannya ke penjuru ruangan. Dia berharap orang yang di tunggunya sudah datang.


Tak lama kemudian, seorang laki-laki paruh baya namun terlihat masih gagah bersama seorang wanita cantik terlihat memasuki restoran itu dan duduk di kursi tak jauh dari Salma dan Rayden namun menghadap ke pintu masuk. Lelaki itu mengedarkan pandangannya.


Senyumnya terbit saat pandangannya tertuju pada Rayden. Serta merta lelaki paruh baya itu bangkit dan berjalan ke arah Rayden dan Salma yang duduk tak jauh dari mereka. Lelaki itu lalu memberi salam ke arah Rayden dan Salma


" Selamat datang di Nagoya, Mr. and Mrs.Chandler. Saya Mr. Akira Tanabe. Senang berkenalan dengan Anda. " ujar lelaki paruh baya itu membungkuk memberi salam seraya memperkenalkan diri. Cara Khas dari masyarakat di Jepang jika menyambut dan menghormati tamu adalah dengan membungkukkan badan.


Rayden bangkit berdiri lalu balas membungkukkan badan, membalas salam lelaki itu begitu juga halnya dengan Salma. Lelaki paruh baya itu kemudian memanggil wanita cantik itu agar mendekat ke arah mereka.


Wanita cantik itu berjalan anggun mendekati mereka dan sesampainya di depan mereka, wanita ini memberi salam kepada Rayden dan Salma.


" Selamat datang di Nagoya, Mr. Rayden." salam dari wanita itu sambil membungkukkan badan. Rayden dan Salma balas membungkukkan badan sebagai tanda hormat.


"Kenalkan ini putri saya Aiko. Dia baru lulus tahun ini dan rencananya akan bergabung di perusahaan saya. Dia akan belajar berbisnis untuk meneruskan usaha saya. " ujar Mr. Akira dengan bangga. Senyum malu - malu terukir di wajah Aiko mendengar ucapan ayahnya.


Rayden kemudian memesan makanan pada pelayan. Dia menanyakan pada Aiko menu apa yang dia sukai dan kemudian memesankannya pada pelayan restoran itu.


" Aiko, Mr. Rayden adalah kolega ayah dari Indonesia. Dia sangat hebat dan berbakat dalam berbisnis. Kamu mesti belajar banyak dari dia. Mr. Rayden mohon bimbingannya." kata Mr. Akira pada Aiko. Rayden hanya tersenyum mendengar pujian Mr. Akira. Baginya hal itu sudah biasa.


Lain halnya dengan Aiko.. Wanita itu memandang Rayden dengan penuh kekaguman. Wanita cantik itu sering kali mencuri - curi pandang ke arah Rayden dengan pandangan penuh kekaguman.


Rayden melirik ke arah Salma. Wanitanya itu terlihat hanya diam saja. Tak ada sepatah katapun yang keluar dari mulutnya sejak tadi. Dia juga tidak terlalu bernafsu untuk makan. Hanya minum beberapa teguk air mineral saja.


" Bee, kamu tidak suka makanannya.? " tanya Rayden pada wanitanya itu.


Salma hanya menggeleng. Lalu mencoba mencicipi makanan yang terhidang di depannya.


Mr. Akira menatap ke arah Salma. Dia lalu menawarkan makanan yang lain pada Salma.


" Nona, apakah Anda tidak ingin mencoba yang ini. Ini sangat lezat. Daging sapinya sangat empuk dan bumbunya sangat terasa sekali." Mr. Akira menawarkan makanan yang kelihatannya lezat pada Salma Namun wanita cantik itu hanya membalas dengan gelengan kepala.


" Mr. Rayden, apakah sekertaris anda sedang sakit. Sepertinya dia tidak berselera untuk makan. " kata Mr. Akira pada Rayden.


" Maaf, saya lupa memperkenalkan istri saya. Mr. Akira ini Salma. Dia istri saya, kami baru menikah kurang lebih sebulan yang lalu, dan kami berdua ke sini dalam rangka bulan madu." kata Rayden seraya memperkenalkan Salma pada Mr. Akira.


Mr. Akira tampak sedikit terkejut. Wanita yang di kiranya sekertaris Rayden ternyata adalah istrinya. Dia mengutuk orang kepercayaannya yang kurang detail dalam memberikan informasi. Mereka lupa memberitahukan informasi penting bahwa Mr. Rayden ternyata sudah menikah.


" Oh, saya mohon maaf. Saya tidak tahu kalau nona adalah istri dari Mr. Rayden. Saya Mr. Akira Tanabe, terimalah salam hormat dari saya Mrs. Chandler.! " ucapnya seraya berdiri dan membungkukkan badan ke arah Salma. Di susul oleh Aiko.


Salma merasa risi dan sedikit jengah dengan perlakuan Mr. Akira. Namun dia kemudian berdiri dan membungkukkan badan membalas penghormatan Mr. Akira dan Aiko.


" Jadi kalian kemari untuk berbulan madu. Wah.... sayang sekali cuaca sedang kurang bagus. Padahal jika cuaca cerah kalian bisa jalan - jalan menikmati pemandangan. " kata Mr. Akira pada Salma.


" hmm, justru dia sengaja memilih cuaca bersalju. Karena ingin merasakan bagaimana rasanya memegang salju dan melihat bunga sakura. " kata Rayden sambil melirik ke arah Salma.


Aiko dan Mr. Akira saling pandang lantas keduanya tertawa bersama.


" Oh... apa jangan - jangan nyonya sedang hamil. Karena biasanya wanita hamil suka meminta hal yang aneh - aneh. " kata Mr. Akira.


Rayden menatap ke arah Salma. Salma menunduk dengan pipi yang bersemu merah. Aihhh... wanitanya terlihat menggemaskan sekali. Andai hanya berdua saja di kamar, niscaya sudah dia terkam sedari tadi, pikirnya.


" hahaha, anda mungkin benar Mr. Akira. Secepatnya, pulang dari sini saya akan membawa istri saya ke dokter." kata Rayden sambil tersenyum menggoda pada Salma.


Mr. Akira dan Aiko juga ikut tersenyum. Mereka kemudian kembali meneruskan acara makan - makan sambil di selingi dengan candaan segar di antara mereka. Rayden bahagia sekali.


Mudah-mudahan yang dikatakan Mr. Akira itu benar. Berarti dia sebentar lagi bakalan jadi calon ayah. Salma... kamu gemesin banget sih, ucap Rayden dalam hati. Tangannya meremas lembut jemari tangan istrinya.