Salma And Rayden

Salma And Rayden
Bab. 18 Please Forgive me



𝓢𝓮𝓷𝓭𝓲𝓻𝓲... 𝓴𝓾 𝓴𝓮𝓶𝓪𝓼 𝓪𝓲𝓻𝓶𝓪𝓽𝓪 𝓭𝓲 𝓹𝓲𝓹𝓲


𝓽𝓪𝓴 𝓹𝓮𝓻𝓬𝓪𝔂𝓪 𝓴𝓾 𝔂𝓪𝓷𝓰 𝓽𝓮𝓵𝓪𝓱 𝓽𝓮𝓻𝓳𝓪𝓭𝓲


𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪𝓶𝓾 𝓴𝓲𝓷𝓲 𝓶𝓾𝓷𝓰𝓴𝓲𝓷 𝓫𝓮𝓻𝓫𝓪𝓰𝓲...


𝓪𝓴𝓾 𝓽𝓪𝓴 𝓲𝓷𝓰𝓲𝓷 𝓶𝓮𝓷𝓰𝓮𝓶𝓲𝓼 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪...


𝓱𝓪𝓷𝔂𝓪 𝓾𝓷𝓽𝓾𝓴 𝓫𝓪𝓱𝓪𝓰𝓲𝓪...


Susah lebih seminggu ini Salma bersikap cuek dan dingin pada Rayden. Dia hanya bicara seperlunya saja. Dia juga selalu menolak jika di ajak jalan atau keluar makan siang.


Demikian juga kalau mau berangkat kerja, Salma sengaja memilih berangkat pagi- pagi sekali sebelum Rayden datang menjemputnya dan pulang diam - diam saat sudah larut malam.


Rayden kewalahan membujuk Salma. Dia geram sekali mendapati tingkah laku gadis itu yang terus saja menghindarinya.


Rayden sadar jika saat ini Salma marah padanya. Walaupun saat itu dia sudah minta izin, tapi tetap saja wajar jika Salma marah , terlebih jika melihat perlakuan Anastasia padanya. Kekasih mana yang rela melihat kekasihnya di gandeng mesra oleh orang lain.


Tapi Rayden mau Salma juga berterus terang mengatakan kalau gadis itu marah padanya. Dia rela jika harus di caci maki atau bahkan di pukul olehnya. Semua akan dia terima demi, Salma.


Namun gadis itu hanya diam dan memilih menghindar. Membuat Rayden jadi kalang kabut dan salah tingkah di buatnya.


..._____________...


Hari sudah semakin beranjak malam. Suasana di kantor itu sudah sepi sejak tadi karena hampir semua perawat dan staf sudah pada pulang.


Salma segera membereskan meja kerjanya dan buru - buru hendak pulang. Kepalanya di rasa pusing sekali dan tubuhnya mendadak demam.


Salma menguatkan diri untuk tetap berjalan keluar menuju ke parkiran tempat dimana sepeda motornya terparkir.


Baru saja Salma sampai di parkiran mendadak tubuhnya Limbung. Beruntung sebuah tangan kokoh berhasil menyangga tubuhnya sehingga dia tidak sampai jatuh tersungkur ke tanah.


" Salma ! Salma! Kamu kenapa, sayang ??" Sebuah suara bariton serak yang di kenalnya memanggilnya berulang- ulang dengan nada cemas.


Salma hanya diam. Kesadarannya semakin hilang. Lalu kemudian dia tak sadarkan diri. Salma pingsan!! ( Nah loh... Si eneng,,.... Emang napa neng??)


Salma membuka matanya perlahan. Kesadaran nya belum pulih benar tapi dia bisa mengenali ruangan tempat dia berada. Ini adalah rumahnya. Dia ada di dalam kamarnya. Di sana ada Rayden dan juga ibu beserta kedua orang adiknya.


WAIT-!!!


' Bagaimana dia bisa sampai ke rumahnya-? '


Salma berpikir lagi. Buset... dia inget tadi sebelum pingsan Rayden datang. Jangan - jangan Rayden lah yang telah menolong dan mengantarnya pulang-!


Salmal membuang pandangannya ke arah lain. Sungguh dia tak ingin bertemu Rayden saat ini.


Hatinya masih sakit. Sepertinya dia harus memikirkan ulang tentang hubungannya dengan Rayden. Apakah dia gadis yang sesuai dengan Rayden.


" Bee, please. Tolong jangan menghindariku? " Rayden berkata dengan nada memohon. Matanya terlihat berkaca - kaca.


Ibu dan kedua adiknya beranjak keluar kamar. Mungkin mereka ingin memberi kesempatan pada pasangan itu untuk saling berbicara.


Salma menelan ludah tercekat. Terasa seperti ada bongkahan batu di dadanya, yang mengganjal sehingga membuatnya sesak di dada.


" Saya rasa sebaiknya kita akhiri saja hubungan ini, mumpung belum terlalu jauh! " Salma berucap pelan namun mampu membuat Rayden yang mendengar bagai di sambar petir.


" Apa maksud kamu, bee! Apa salahku? kenapa kamu bisa berpikir seperti itu? " tanya Rayden yang tak habis pikir dengan jalan pikiran Salma.


Salma menangis. Dia kembali teringat kejadian beberapa hari yang lalu. Hatinya kembali merasa sakit.


" SALMA!! "


" Saya yang lebih tau, wanita mana yang pantas aku cintai atau tidak!! "


" Aku mencintaimu. Dan hanya mencintaimu. Tak ada wanita lain yang pantas, selain kamu yang aku cintai!! " kata Rayden dengan gusar.


Dia tahu kini penyebab mengapa Salma menghindarinya.


Gadis itu cemburu. Ya.. Salma cemburu ketika melihatnya berjalan keluar dengan Anastasia dan juga fotonya ketika Anastasia menyuapi Rayden yang di kirim oleh Yuni temannya. Foto itu tak sengaja di lihat nya di HP Salma ketika dia membuka HP gadis itu, saat dia belum sadar dari pingsannya.


Salma menangis terisak. Hatinya sedang gundah. Di satu sisi dia tak ingin berlalu dari Rayden karena dia juga mencintainya. Ya.. cinta yang diam - diam mulai tumbuh dan bersemi di hatinya untuk pria itu. Namun dia juga tak ingin terluka lagi.


" Saya tak tahu seperti apa cinta anda. Tapi saya tidak ingin terluka terlalu dalam. Maafkan saya.. ingin sendiri saja saat inii-! " kata Salma lirih.


" Salma, kamu jangan bicara seperti itu! Kita bisa melalui ini berdua bersama! " Kata Rayden seraya mengecup punggung tangan Salma.


Namun gadis itu tak bergeming. Hatinya sudah bulat. Dia ingin sendiri dulu. Dia ingin menata hatinya kembali. Apakah benar dia mencintai Rayden atau hanya rasa suka sesaat yang muncul karena perhatian Rayden kepadanya.


" Maaf Pak Rayden, beri saya waktu. Saya hanya ingin sendiri. Silahkan bapak keluar. Saya mau istirahat.!"


Salma memejamkan matanya. Berusaha untuk meredam kesedihan dihatinya. Mungkin dengan tidur dia bisa sejenak melupakan kesedihannya.


Rayden pun berlalu dengan lesu. Hatinya gundah. Keputusan Salma sungguh diluar dugaannya.


Dia tak menyangka jika Salma akan memutuskan hubungan mereka hanya karena masalah cemburu dengan Anastasia.


Bagi Rayden Anastasia adalah hanya sekedar teman biasa saja. Tak ada yang istimewa tentang hubungannya dengan gadis itu.


Dia tak pernah merasakan jatuh cinta pada Anastasia, seperti dia merasakan jatuh cinta pada Salma.


Anastasia adalah gadis yang dikenalnya ketika dia menjalani perawatan di Singapura.


Gadis itu yang kebetulan juga pasien di rumah sakit itu. Dia menyapanya dengan ramah ketika dia sedang berjalan - jalan di taman rumah sakit.


Dia dan gadis itu cepat menjadi akrab karena memang Anastasia gadis yang supel dan periang.


Gadis itu menderita tumor di pangkal hidungnya. Walaupun tidak ganas tetapi tetap saja harus menjalani operasi pengangkatan tumor agar tidak menjalar ke mana mana.


Setelah sembuh mereka masih berteman akrab karena kebetulan juga dia satu kampus dengan Anastasia.


Dia hanya menganggap Anastasia sebatas sahabat. Walaupun Rayden tidak memungkiri bahwa Anastasia memang menaruh hati padanya.


Dia dapat menangkap arti dari pandangan gadis itu padanya. Dan juga semua perhatian dan tingkah lakunya.


Tapi dia tak bisa membalasnya. Dan dia sudah menegaskan pada gadis itu bahwa dia hanya menganggap Anastasia sebagai sahabat saja, tidak lebih.


Baginya hanya Salma yang dia cintai. Gadis berhijab yang cantik dan berhati lembut namun juteknya minta ampun.


Rayden pulang ke rumah dengan perasaan sedih dan galau. Perasaan kalut dan takut akan kehilangan Salma membuat pikirannya kacau.


Dia tak bisa memejamkan mata. Bayangan wajah Salma menari- nari di pelupuk matanya. Jujur saja, dia tak siap jika harus berpisah dengan Salma.


Gadis yang baru saja dia dapatkan itu kini kembali terlepas dari pelukannya. Hatinya sedih sekali. Tak terasa setetes cairan bening lolos dari sudut matanya.


" Salma, Please. Forgive me, Bee...!' batinnya pilu.