Salma And Rayden

Salma And Rayden
Bab.36 Pernikahan Alin dan Riko



Pesta pernikahan Alin dan Riko di gelar dengan mewah di kediaman keluarga Riko. Riko Sebenarnya ingin menyewa hotel untuk acara pesta pernikahannya, namun ibunya bersikeras ingin agar pestanya di adakan di rumah Riko supaya dia bisa merasakan bagaimana repotnya mengurus pernikahan anak semata wayangnya. Riko hanya pasrah saja menuruti kemauan Sang Bunda.


Begitu juga dengan ibunya Alin yang ingin tetap mengadakan pesta di rumahnya dengan alasan supaya tetangga mereka bisa ikut juga memeriahkan pesta pernikahan Alin.


Alin sudah selesai di rias dan tampak cantik dengan balutan kebaya modern berwarna peach. Rambutnya di sanggul sederhana dengan hiasan tiara di atas kepalanya membuat aura kecantikannya semakin bersinar. Dia terlihat lebih anggun dan elegan.


" Kamu cantik sekali, Lin! " kata Salma memeluk adiknya dengan tulus. Adiknya itu sebentar lagi akan menjadi istri Riko. Lelaki yang dulu pernah hadir dalam hati Salma dan sempat menorehkan luka.


Namun Dia sungguh tidak keberatan atau merasa sakit hati jika Alin menikah dengan Riko karena pada dasarnya dia sudah melupakan cintanya pada lelaki itu. Hati dan cintanya kini hanya untuk Rayden. Lelaki yang bahkan rela mati demi membuktikan cintanya pada Salma.


Ibunya masuk ke dalam kamar pengantin Salma yang sudah di hias dengan cantik. Dia hanya ingin memastikan apakah Alin sudah siap, karena para penjemput pengantin wanita sudah bersiap siap di luar.


Ada dua puluh mobil penjemput yang di siapkan Riko untuk menjemput mempelai wanitanya. Riko sengaja menyediakan banyak mobil agar tetangga Alin yang juga ingin ikut menyaksikan prosesi akad nikah dan acara pernikahan Alin dan Riko tidak mengalami kesulitan.


" Aih, putri bunda cantik sekali. " Ibu Ayuni terharu sekali. Dia memeluk Alin dan kemudian Salma. Dua orang buah hatinya yang kini sudah tumbuh dewasa dan cantik.


" Jadilah istri yang baik dan soleha. Berbakti pada suamimu, nduk. Dan jangan pernah sekali pun kamu lalai dalam menjalankan kewajibanmu sebagai istri. bunda berdoa agar kamu selalu bahagia bersama suamimu, nduk. " nasehat ibu Ayuni pada Alin.


Alin terharu seraya memeluk ibunya. Dia tahu, sebentar lagi dia akan menjadi istri Riko, dan bukan lagi sebagai putri manja Sang ibu yang suka seenaknya saja kalau bertindak.


" Ayo kita segera berangkat. Mempelai pria sudah menunggu dari tadi. " kata ibu Ayuni kemudian sambil menyeka air mata. Dia kemudian memperbaiki sejenak riasannya lalu melangkah di belakang anak anaknya.


Banyak tetangga Alin yang ikut serta mengantar Alin ke tempat mempelai pria di kediaman keluarga Riko. Pesta pernikahan akan di gelar di dua tempat. Hari ini di rumah Riko dan besok di rumah Alin.


Prosesi pembacaan ijab qabul berlangsung khidmat dan lancar.


" Saya Terima nikahnya Alina Kartika Putri bin Hermanto dengan mas kawin seperangkat perhiasan berlian dan emas dibayar tunai." Riko membacakan Ijab qabul dengan mantap dan tanpa ragu.


" Bagaimana, sah ? " tanya penghulu kepada para saksi.


" sah! " jawab para saksi.


" Sah.!"


Masing-masing pihak kini dapat bernafas lega. Alin dan Riko resmi menjadi pasangan suami istri. Riko tersenyum haru sambil mencium mesra kening Sang Istri. Di peluknya wanita cantik itu erat dengan berlinang air mata.


" Aku berjanji, aku akan selalu berusaha untuk membuat kamu bahagia semampuku, selama hidupku. " bisik Riko di telinga Alin. Alin mengangguk terharu.


Sungguh dia merasa menjadi wanita yang paling beruntung, menjadi istri dari Riko. Walaupun pada awalnya lelaki itu mencintai kakaknya, namun dia yakin, kini cinta dan hati Riko hanya miliknya seorang.


Rayden yang juga hadir pada prosesi pernikahan itu tersenyum senang. Dia menggenggam lembut tangan Salma dan sesekali menciumnya mesra.


" Aku akan pastikan pesta pernikahan kita akan lebih mewah dari ini , Bee. " bisiknya lembut di telinga Salma kemudian ujung-ujungnya mencuri ciuman. Salma yang malu dengan tingkah absurd Sang pacar, mendelik gemas sambil mencubit lengan Rayden.


Rayden terkekeh melihat Salma yang sewot dengan ulahnya.


" Hmm, kamu lihat saja nanti, Bee. Selesai acara ini, aku akan buktikan ucapanku. Aku akan melamar nona Salma Anindya Rosa untuk menjadi nyonya Rayden Chandler. " kata Rayden dengan mantap. Salma hanya melongos kesal. Pasalnya Kekasihnya itu tanpa malu malu memeluk Salma dan menciumnya dengan mesra.


" Honey, " pekik Salma kesal.


" Kenapa, Bee. ? kok marah sih di peluk dan di kiss sama aku. Nggak suka, ya? "


" Bukan begitu..! ini di depan orang banyak. Aku malu, hon..! "


" Kenapa mesti malu. biar aja orang lain tahu, biar isi dunia tahu bahwa kamu itu milikku, milik Rayden Chandler! "


" ihh, tapi nggak sebegitu juga kali, emang kamunya aja yang hobinya nyosor.! "


" nyosor sama calon istri, kan nggak apa, Bee! "


" nggak, aku nggak mau! " Salma bergegas melangkah pergi meninggalkan Rayden yang melongo bego.


" Bee, mau kemana..? "


" Aku mau nemuin ibuku. gerah aku di sosor terus sama kamu.! "


Salma bergegas berjalan ke arah ibunya yang kini sedang sibuk menerima ucapan dari para undangan.. Namun kembali lagi Salma di buat kesal. Rayden dengan wajah tanpa dosa ikut juga berdiri menempel di sebelah Salma. Ibunya Salma hanya tersenyum melihat tingkah konyol calon mantunya itu.


Pesta pernikahan Alin dan Riko berlangsung sampai malam hari. Setelah para tamu undangan pulang semua. Alin bergegas masuk ke kamar Riko yang sudah di sulap menjadi kamar pengantin.


Dia sudah kebelet pipis karena semenjak tadi sebenarnya dia ingin sekali pipis tapi di tahan karena tak enak dengan para tamu undangan.


Setelah menuntaskan hajatnya. Alin keluar dari kamar mandi. Hampir saja dia bertabrakan dengan Riko yang ternyata sudah berdiri di depan pintu kamar mandi.


" Kak Riko, ngagetin aja.! " seru Alin kesal. hampir dia terjatuh jika saja tubuhnya tidak di sangga oleh lengan kekar Riko. Pipi Alin bersemu merah. Walaupun dia sudah menjadi istri Riko, tapi tetap saja dia masih belum terbiasa dan canggung.


" kamu mau mandi, nggak? " tanya Riko.


" eh, iya kak. Alin mau mandi. tapi bajunya sulit banget di lepas. tadi di dalam sana aku kesulitan untuk melepas sendiri. " jawab Alin.


" sini aku bukain." Riko menolong istrinya membuka resleting baju pengantin yang melekat di tubuh Alin. Lalu selanjutnya melepas pakaian dalam Alin. Begitu terbuka semua Riko langsung memeluk dan membelai perut Alin yang masih rata.


" Baik baik di sana sayang, jangan bikin susah mommy, ya.. " bisiknya Riko di perut istrinya. Alin terharu dengan perhatian tulus Riko padanya.


Riko menggendong tubuh polos istrinya itu ke kamar mandi dan selanjutnya mereka menyelesaikan acara 'mandi' bersama sesuai dengan sunah rasul.