Salma And Rayden

Salma And Rayden
Bab. 33. Second Chance..



Rayden memukul setir mobil dengan perasaan kesal yang meluap - luap. Anastasia !! Rayden menggeram marah. Gadis itu benar-benar gila umpat Rayden dalam hati. Ternyata selama ini dia yang telah merencanakan semua ini dan bekerja sama dengan Carlos.



Dan Selama ini juga dia tak pernah menduga bahwa Anastasia akan berbuat senekat itu hanya karena ingin mendapatkan cinta Rayden dan tentu saja juga sebagai Nyonya Chandler.



Dalam perjalanan tadi Rayden telah memerintahkan beberapa anak buahnya untuk mengepung gedung tua itu dan sebagian lagi bergerak menyerang ke kediaman Carlos.



Namun Rupanya Carlos yang cerdik sudah memprediksi bakal akan ada rencana penyerangan dari Rayden sehingga pertempuran yang seru pun tak dapat di hindari anak buah Rayden dengan anak buah Carlos. Banyak korban berjatuhan dari kedua belah pihak. Sayangnya Carlos berhasil kabur dalam peristiwa itu, yang tersisa hanya tinggal anak buahnya saja.



Anastasia sudah kembali lagi ke gedung tua itu. Dia tak menyadari jika dia sudah di awasi oleh orang - orang Rayden. Dia langsung saja mendatangi ruangan di mana Salma di sekap dan mulai menteror wanita cantik berhijab itu.



Sementara itu, di salah satu ruangan Salma sedang berusaha untuk melepaskan diri dari ikatan tali yang melilit di tangan dan kakinya. Tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka dan tampaklah Anastasia berjalan memasuki ruangan dengan gaya congkak.



" Heh, Mau mencoba melarikan diri, ya!?" Anastasia berjalan ke arah Salma dan PLAK!!! sebuah tamparan mendarat di wajah mulus Salma. Salma meringis menahan sakit dan panas di pipinya.



" Hmm, kau boleh memukulku atau kalau perlu bunuh saja aku sekalian. Biar kamu puas ! " Salma menatap Anastasia dengan tatapan kasihan sekaligus jijik. Masih terbayang jelas dalam ingatannya foto foto tak senonoh Anastasia dan Rayden membuat hatinya kembali lagi merasa sakit.



" Oh, itu mudah sayang. Tapi sebelum kamu mati aku mau memberitahu satu rahasia padamu, agar kau tak mati penasaran." Salma menunggu Anastasia berbicara lebih lanjut. Rasa penasaran rahasia apa yang Anastasia simpan darinya.



Kau tahu aku tidak pernah tidur dengan Rayden. Lelaki itu sudah terkapar karena obat tidur yang kucampurkan ke dalam minumannya. Tapi aku sengaja membuat foto foto itu dan mengirimkannya padamu agar kamu jadi salah faham pada Rayden dan kalian berpisah. Aku juga membuat video rekayasa yang isinya aku dan Rayden yang sedang bercinta agar bisa menjebak Rayden. Semua rencanaku bisa berjalan karena bantuan Carlos." Salma mendongak tak percaya. Anastasia memang licik.



" Rencanaku awalnya berhasil, tapi sayangnya Rayden yang cerdas berhasil mengetahui kebohonganku. Namun ternyata aku kembali beruntung. Tak ku sangka Rayden tidak marah padaku karena berpikir kalau Carlos yang menjadi dalang semua itu. Malahan kau tahu? " Salma menggeleng tanda tak tahu.



..." Dia meminta aku untuk terus berpura-pura menjadi pacarnya !! tentu saja aku sangat senang menikmati peran jadi pacarnya dan sangat berharap jika suatu hari nanti aku akan bisa menjadi nyonya Chandler sebenarnya. Sehingga aku pun lalu memutuskan untuk menyingkirkan kamu dari kehidupan ini selamanya agar Rayden tak bisa lagi menemuimu atau memilikimu !" Anastasia tersenyum penuh kemenangan. Dia merasa sudah memenangkan pertarungan dalam mendapatkan Rayden.



Salma menggeleng tak percaya. Ada wanita yang begitu terobsesi untuk mendapatkan seseorang hingga menghalalkan segala cara.



" Aku kasihan padamu nona Anastasia. Kau punya segalanya tapi kamu tak pernah puas dan bersyukur.!"



" Bagaimana aku bisa puas. Kamu sudah mengambil semuanya dariku. Kamu sudah merebut semua perhatian dan cinta Rayden . Dan kamu juga sudah merenggut kebahagiaanku! " Anastasia menjadi beringas. Dia lalu menjambak kerudung Salma hingga terlepas dan memukuli gadis itu dengan membabi buta. Salma hanya bisa pasrah dengan tangan dan kaki yang terikat.



" Hentikan! " Tiba-tiba Rayden dan beberapa orang anak buahnya muncul di pintu membuat Anastasia seketika menghentikan aksinya dan memandang ke arah Rayden dengan wajah pucat pasi. Dia menjadi gugup seperti pencuri yang tertangkap tangan sedang mencuri sesuatu.



Sungguh dirinya tak mengira Rayden bisa tiba-tiba ada di tempat itu. Terus kemana semua orang-orang itu? pikirnya.



" Ana, aku tak menyangka kamu akan berbuat serendah ini. Aku sudah katakan agar jangan coba coba menyakiti Salma atau kamu akan berhadapan langsung denganku. " Rayden menatap Anastasia dengan pandangan berapi-api. Dia sudah benar-benar marah sekali begitu tadi melihat Anastasia memukuli Salma. Dia tak rela membiarkan siapapun orangnya yang menyakiti Salma. Anastasia mundur beberapa langkah ke belakang Salma.



Tiba tiba Anastasia menarik tubuh Salma dan menjadikannya sebagai sandera. Salma hanya pasrah mengikuti kemauan Anastasia.



" Mundur!! atau ku bunuh dia!" Anastasia mulai kalap. Dia sudah kepalang basah. Tak ada jalan lain.


Rayden mundur beberapa langkah sambil memberi isyarat pada anak buahnya untuk mengikuti apa yang dia lakukan.



Anastasia berjalan mundur sambil menyeret tubuh Salma. Tiba-tiba dia mengeluarkan sebilah pisau dari dalam tasnya. Dia lalu mengarahkan pisau itu ke leher Salma.



Rayden terkejut dan menjadi panik seketika. Dia takut jikalau Anastasia benar-benar akan melukai Salma.


. " Ana, jangan gila kamu! Lepaskan Salma! Rayden terlihat khawatir.


" Aku benci kalian! Aku benci kamu Salma! Aku juga benci kamu Rayden! Kau lebih memilih wanita sialan itu daripada aku yang dari dulu selalu mencintaimu! hahaha" Anastasia tertawa pahit, dia mulai mengacungkan pisau itu ke sana ke mari membuat Rayden semakin khawatir akan keselamatan Salma.



" Nona Ana, dengarkan aku! Kamu tidak boleh seperti ini! Ingat kamu masih punya orang tua yang menyayangimu dan masa depan yang cerah! " Salma mencoba menasehati Anastasia yang kini sudah mulai kehilangan kendali.



" hahaha, aku tak punya orang tua. Mommy dan daddy bukan orang tuaku. Aku hanya anak pungut mereka.? Jadi aku tak peduli dengan masa depan. Karena kamu sudah merusak semua mimpi aku! " Anastasia menangis pilu.



Hati Salma mendadak menjadi iba. Dia sungguh tak menyangka jika nasib Anastasia tidaklah sebagus yang terlihat.



" Nona Ana, sudahlah. Lebih baik kita semua saling memaafkan. Aku mohon maaf jika aku telah menyakiti perasaan kamu, " Salma meminta maaf dengan tulus kepada Anastasia karena merasa bahwa dia juga turut andil akan nasib tragis yang menimpa Anastasia.



" Tidak!! Aku tak akan memaafkan kamu, Salma! Aku tidak rela jika kamu bahagia. Lebih baik kamu mati! "



Tangan Anastasia tiba-tiba bergerak cepat, Dan Jleb! Pisau itu bergerak secepat kilat menghujam masuk ke tubuh Salma tanpa ampun.



Salma jatuh tersungkur tak berdaya dengan tubuh bersimbah darah dan tak sadarkan diri.



Anastasia bermaksud akan menikamkan kembali pisau nya ke tubuh Salma, ketika tiba-tiba dari arah belakang sebuah tembakan tepat mengenai punggungnya membuat gadis itu jatuh tersungkur.



Rayden tak menyia - nyiakan kesempatan. Bergegas dia menolong Salma yang tubuhnya sudah terkulai lemah dan bersimbah darah karena tikaman pisau Anastasia.



Rayden bergegas melarikan Salma ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan sementara anak buah Revan membereskan orang orang suruhan Anastasia yang berhasil mereka lumpuhkan. Mereka juga membawa tubuh Anastasia yang kini kritis juga akibat peluru yang bersarang di punggungnya dan nyaris berhasil menembus jantungnya.



Salma juga kritis dan kehilangan banyak darah. Dokter yang menanganinya saat ini di ruang operasi sedang berjuang menyelamatkan nyawa gadis itu.



Waktu tak terasa sudah berjalan melewati empat jam, dokter keluar dari ruang operasi. Rayden buru buru menghampiri dokter dan bertanya tentang keadaan Salma.



" Maaf, Pak. Kami sudah berusaha semampu kami.. Dan kami mohon kerja samanya karena saat ini pasien masih kritis. Kita mohon doanya, semoga pasien bisa melewati masa kritis nya.



Dokter itupun pergi meninggalkan Rayden yang segera bergegas mendatangi Salma yang kini masih terbaring di ruang ICU dalam keadaan kritis.



" Tuhan, aku mohon, berilah kesempatan padaku sekali lagi untuk dapat membahagiakan Salma! Doa Rayden dalam hati.