Salma And Rayden

Salma And Rayden
Bab. 17 Anastasia......



𝓑𝓲𝓵𝓪 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪 𝓲𝓽𝓾 𝓭𝓾𝓼𝓽𝓪....


𝓪𝓭𝓪 𝓫𝓪𝓷𝔂𝓪𝓴 𝔂𝓪𝓷𝓰 𝓫𝓮𝓻𝓭𝓾𝓼𝓽𝓪....


𝓑𝓲𝓵𝓪 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪 𝓲𝓽𝓾 𝓰𝓲𝓵𝓪


𝓶𝓪𝓴𝓪 𝓲𝓼𝓲 𝓭𝓾𝓷𝓲𝓪 𝓲𝓷𝓲 𝓱𝓪𝓷𝔂𝓪𝓵𝓪𝓱 𝓸𝓻𝓪𝓷𝓰


𝓰𝓲𝓵𝓪


𝓑𝓲𝓵𝓪 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪 𝓲𝓽𝓾 𝓼𝓾𝓪𝓽𝓾 𝓭𝓸𝓼𝓪


𝓶𝓪𝓴𝓪 𝓪𝓴𝓾 𝓻𝓮𝓵𝓪 𝓶𝓮𝓷𝓳𝓪𝓭𝓲 𝓼𝓪𝓵𝓪𝓱 𝓼𝓪𝓽𝓾


𝓭𝓪𝓻𝓲 𝓹𝓪𝓻𝓪 𝓹𝓮𝓷𝓭𝓸𝓼𝓪....


𝙷𝚊𝚛𝚒 𝚜𝚞𝚍𝚊𝚑 𝚜𝚒𝚊𝚗𝚐. 𝚂𝚊𝚕𝚖𝚊 𝚜𝚎𝚍𝚊𝚗𝚐 𝚋𝚎𝚛𝚔𝚞𝚝𝚊𝚝 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚋𝚎𝚛𝚔𝚊𝚜 𝚋𝚎𝚛𝚔𝚊𝚜 𝚙𝚎𝚛𝚞𝚜𝚊𝚑𝚊𝚊𝚗 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚜𝚎𝚍𝚊𝚗𝚐 𝚍𝚒𝚊 𝚙𝚎𝚛𝚒𝚔𝚜𝚊.


𝚃𝚊𝚔 𝚕𝚊𝚖𝚊 𝚔𝚎𝚖𝚞𝚍𝚒𝚊𝚗, 𝚜𝚎𝚘𝚛𝚊𝚗𝚐 𝚠𝚊𝚗𝚒𝚝𝚊 𝚌𝚊𝚗𝚝𝚒𝚔 𝚝𝚎𝚛𝚕𝚒𝚑𝚊𝚝 melenggang 𝚖𝚊𝚜𝚞𝚔 𝚍𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚑𝚊𝚖𝚙𝚒𝚛𝚒 𝚖𝚎𝚓𝚊 𝚔𝚎𝚛𝚓𝚊𝚗𝚢𝚊.


𝙺𝚎𝚗𝚒𝚗𝚐 𝚂𝚊𝚕𝚖𝚊 𝚋𝚎𝚛𝚔𝚎𝚛𝚞𝚝 𝚔𝚊𝚛𝚎𝚗𝚊 𝚠𝚊𝚗𝚒𝚝𝚊 𝚒𝚝𝚞 𝚖𝚊𝚜𝚞𝚔 𝚋𝚎𝚐𝚒𝚝𝚞 𝚜𝚊𝚓𝚊 𝚝𝚊𝚗𝚙𝚊 𝚙𝚎𝚛𝚖𝚒𝚜𝚒 𝚝𝚎𝚛𝚕𝚎𝚋𝚒𝚑 𝚍𝚊𝚑𝚞𝚕𝚞.


𝙳𝚊𝚗𝚍𝚊𝚗𝚊𝚗𝚗𝚢𝚊 𝚜𝚊𝚗𝚐𝚊𝚝 𝚎𝚕𝚎𝚐𝚊𝚗 𝚠𝚊𝚕𝚊𝚞𝚙𝚞𝚗 𝚖𝚎𝚖𝚊𝚗𝚐 𝚜𝚎𝚍𝚒𝚔𝚒𝚝 𝚜𝚎𝚔𝚜𝚒. 𝚃𝚒𝚗𝚐𝚔𝚊𝚑𝚗𝚢𝚊 𝚗𝚊𝚖𝚙𝚊𝚔 𝚜𝚎𝚍𝚒𝚔𝚒𝚝 𝚊𝚛𝚘𝚐𝚊𝚗.


𝚂𝚊𝚕𝚖𝚊 𝚒𝚗𝚐𝚒𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚌𝚎𝚐𝚊𝚑𝚗𝚢𝚊 𝚖𝚊𝚜𝚞𝚔 𝚔𝚎𝚝𝚒𝚔𝚊 𝚠𝚊𝚗𝚒𝚝𝚊 𝚒𝚝𝚞 𝚋𝚎𝚛𝚓𝚊𝚕𝚊𝚗 𝚝𝚎𝚛𝚞𝚜 𝚖𝚎𝚗𝚞𝚓𝚞 𝚛𝚞𝚊𝚗𝚐 𝚔𝚎𝚛𝚓𝚊 𝚁𝚊𝚢𝚍𝚎𝚗. 𝚁𝚊𝚢𝚍𝚎𝚗 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚜𝚎𝚍𝚊𝚗𝚐 𝚏𝚘𝚔𝚞𝚜 𝚋𝚎𝚔𝚎𝚛𝚓𝚊 , 𝚝𝚊𝚖𝚙𝚊𝚔 𝚔𝚊𝚐𝚎𝚝 𝚜𝚎𝚔𝚊𝚕𝚒 . 𝚂𝚞𝚗𝚐𝚐𝚞𝚑 𝚍𝚒𝚊 𝚝𝚊𝚔 𝚖𝚎𝚗𝚢𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊 𝚜𝚒𝚊𝚙𝚊 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚍𝚊𝚝𝚊𝚗𝚐 𝚋𝚎𝚛𝚔𝚞𝚗𝚓𝚞𝚗𝚐.


"𝙷𝚎𝚕𝚕𝚘, 𝚂𝚊𝚢𝚊𝚗𝚐-!𝚂𝚞𝚙𝚙𝚛𝚒𝚜𝚎-!!!" wanita itu menghambur dan memeluk Rayden


" Ana....!!! " desis Rayden.


𝚆𝚊𝚗𝚒𝚝𝚊 bergayut manja di leher Rayden tanpa malu- malu.


𝚁𝚊𝚢𝚍𝚎𝚗 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚝𝚎𝚛𝚜𝚊𝚍𝚊𝚛 𝚍𝚊𝚛𝚒 𝚔𝚎𝚝𝚎𝚛𝚔𝚎𝚓𝚞𝚝𝚊𝚗 𝚗𝚢𝚊 𝚋𝚞𝚛𝚞 - 𝚋𝚞𝚛𝚞 𝚖𝚎𝚕𝚎𝚙𝚊𝚜𝚔𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚕𝚞𝚔𝚊𝚗 𝚠𝚊𝚗𝚒𝚝𝚊 di lehernya.


𝙳𝚒𝚊 𝚖𝚎𝚛𝚊𝚜𝚊 𝚝𝚊𝚔 𝚎𝚗𝚊𝚔 𝚑𝚊𝚝𝚒, 𝚝𝚎𝚛𝚕𝚎𝚋𝚒𝚑 saat 𝚂𝚊𝚕𝚖𝚊 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚖𝚎𝚗𝚊𝚝𝚊𝚙𝚗𝚢𝚊 penuh tanya. 𝙼𝚊𝚝𝚊 𝚐𝚊𝚍𝚒𝚜 𝚒𝚝𝚞 menusuk tajam. 𝚂𝚎𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚖𝚒𝚗𝚝𝚊 𝚙𝚎𝚗𝚓𝚎𝚕𝚊𝚜𝚊𝚗, walau 𝚖𝚞𝚕𝚞𝚝 𝚗𝚢𝚊 𝚑𝚊𝚗𝚢𝚊 𝚍𝚒𝚊𝚖 𝚖𝚎𝚕𝚒𝚑𝚊𝚝 𝚙𝚎𝚖𝚊𝚗𝚍𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚢𝚊𝚗𝚐 sungguh sangat 𝚖𝚎𝚗𝚢𝚊𝚔𝚒𝚝𝚔𝚊𝚗 𝚖𝚊𝚝𝚊 .


" 𝙼𝚊𝚊𝚏, 𝙿𝚊𝚔! 𝚆𝚊𝚗𝚒𝚝𝚊 𝚒𝚗𝚒 𝚖𝚎𝚗𝚎𝚛𝚘𝚋𝚘𝚜 𝚖𝚊𝚜𝚞𝚔 𝚝𝚊𝚗𝚙𝚊 𝚋𝚒𝚜𝚊 𝚜𝚊𝚢𝚊 𝚌𝚎𝚐𝚊𝚑-! " 𝚂𝚊𝚕𝚖𝚊 mencoba untuk 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚎𝚕𝚊𝚜𝚔𝚊𝚗 pada Rayden.


𝙳𝚒𝚊 𝚝𝚊𝚔𝚞𝚝 𝚍𝚒 𝚜𝚊𝚕𝚊𝚑𝚔𝚊𝚗 𝚔𝚊𝚛𝚎𝚗𝚊 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚒𝚊𝚛𝚔𝚊𝚗 𝚘𝚛𝚊𝚗𝚐 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚝𝚒𝚍𝚊𝚔 𝚋𝚎𝚛𝚔𝚎𝚙𝚎𝚗𝚝𝚒𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚖𝚊𝚜𝚞𝚔 𝚜𝚎𝚎𝚗𝚊𝚔𝚗𝚢𝚊 𝚔𝚎 𝚛𝚞𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚋𝚘𝚜𝚗𝚢𝚊.


" 𝚃𝚊𝚔 𝚊𝚙𝚊- 𝚊𝚙𝚊, 𝚂𝚊𝚕𝚖𝚊! 𝚍𝚒𝚊 𝚝𝚎𝚖𝚊𝚗𝚔𝚞"


" 𝙾𝚑 𝚢𝚊, 𝙰𝚗𝚊𝚜𝚝𝚊𝚜𝚒𝚊. 𝙸𝚗𝚒 𝚂𝚊𝚕𝚖𝚊 𝚜𝚎𝚔𝚎𝚛𝚝𝚊𝚛𝚒sku 𝚍𝚒 𝚜𝚒𝚗𝚒-! 𝚔𝚊𝚝𝚊 𝚁𝚊𝚢𝚍𝚎𝚗 𝚜𝚊𝚖𝚋𝚒𝚕 𝚖𝚎𝚖𝚙𝚎𝚛𝚔𝚎𝚗𝚊𝚕𝚔𝚊𝚗 𝚊𝚗𝚊𝚜𝚝𝚊𝚜𝚒𝚊 𝚔𝚎𝚙𝚊𝚍𝚊 𝚂𝚊𝚕𝚖𝚊.


" 𝚂𝚎𝚕𝚊𝚖𝚊𝚝 𝚍𝚊𝚝𝚊𝚗𝚐 𝚗𝚘𝚗𝚊 𝙰𝚗𝚊𝚜𝚝𝚊𝚜𝚒𝚊, 𝚂𝚊𝚢𝚊 𝚂𝚊𝚕𝚖𝚊! " 𝚔𝚊𝚝𝚊 𝚂𝚊𝚕𝚖𝚊 𝚜𝚊𝚖𝚋𝚒𝚕 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚞𝚕𝚞𝚛𝚔𝚊𝚗 𝚝𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗𝚗𝚢𝚊.


𝙰𝚗𝚊𝚜𝚝𝚊𝚜𝚒𝚊 𝚑𝚊𝚗𝚢𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗𝚐𝚐𝚞𝚔 saja 𝚝𝚊𝚗𝚙𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚢𝚊𝚖𝚋𝚞𝚝 𝚞𝚕𝚞𝚛𝚊𝚗 𝚝𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚂𝚊𝚕𝚖𝚊.


𝚁𝚊𝚢𝚍𝚎𝚗 𝚋𝚎𝚛𝚍𝚎𝚑𝚎𝚖 𝚖𝚎𝚗𝚢𝚊𝚍𝚊𝚛𝚒 𝚞𝚕𝚊𝚑 𝙰𝚗𝚊𝚜𝚝𝚊𝚜𝚒𝚊 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚌𝚞𝚎𝚔 𝚙𝚊𝚍𝚊 𝚂𝚊𝚕𝚖𝚊. 𝚂𝚊𝚕𝚖𝚊 𝚑𝚊𝚗𝚢𝚊 𝚝𝚎𝚛𝚜𝚎𝚗𝚢𝚞𝚖, 𝚖𝚎𝚜𝚔𝚒 𝚍𝚒 𝚙𝚊𝚔𝚜𝚊𝚔𝚊𝚗.


" Kalau begitu saya 𝚔𝚎𝚖𝚋𝚊𝚕𝚒 𝚔𝚎 depan 𝙿𝚊𝚔-! "


" 𝙾𝚑, 𝚢𝚊-! 𝚝𝚘𝚕𝚘𝚗𝚐 𝚋𝚊𝚠𝚊𝚔𝚊𝚗 dua buah 𝚖𝚒𝚗𝚞𝚖𝚊𝚗 𝚍𝚒𝚗𝚐𝚒𝚗 -! " 𝚔𝚊𝚝𝚊 𝚁𝚊𝚢𝚍𝚎𝚗 𝚜𝚎𝚋𝚎𝚕𝚞𝚖 𝚂𝚊𝚕𝚖𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚑𝚒𝚕𝚊𝚗𝚐 𝚍𝚒 𝚋𝚊𝚕𝚒𝚔 𝚙𝚒𝚗𝚝𝚞.


"Ka𝚖𝚞 kelihatannya tidak gembira dengan k𝚎𝚍𝚊𝚝𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗𝚔𝚞. 𝙰𝚙𝚊 𝚔𝚊𝚖𝚞 𝚝𝚒𝚍𝚊𝚔 𝚔𝚊𝚗𝚐𝚎𝚗, 𝚑𝚊𝚑-! " 𝚛𝚎𝚗𝚐𝚎𝚔 𝚠𝚊𝚗𝚒𝚝𝚊 𝚒𝚝𝚞 𝚖𝚊𝚗𝚓𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚐𝚊𝚖𝚒𝚝 𝚕𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚁𝚊𝚢𝚍𝚎𝚗.


𝚁𝚊𝚢𝚍𝚎𝚗 𝚑𝚊𝚗𝚢𝚊 𝚝𝚎𝚛𝚜𝚎𝚗𝚢𝚞𝚖.


" 𝙺𝚊𝚖𝚞 𝚍𝚊𝚝𝚊𝚗𝚐 𝚝𝚊𝚗𝚙𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚊𝚋𝚊𝚛𝚒 𝚊𝚔𝚞 𝚝𝚎𝚛𝚕𝚎𝚋𝚒𝚑 𝚍𝚊𝚑𝚞𝚕𝚞. 𝙱𝚊𝚐𝚊𝚒𝚖𝚊𝚗𝚊 𝚊𝚔𝚞 𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚢𝚊𝚖𝚋𝚞𝚝𝚖𝚞-! 𝚞𝚌𝚊𝚙 𝚁𝚊𝚢𝚍𝚎𝚗 𝚔𝚊𝚕𝚎𝚖.


𝙰𝚗𝚊𝚜𝚝𝚊𝚜𝚒𝚊 𝚌𝚎𝚖𝚋𝚎𝚛𝚞𝚝 𝚖𝚎𝚗𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚛 𝚓𝚊𝚠𝚊𝚋𝚊𝚗 𝚁𝚊𝚢𝚍𝚎𝚗.


" 𝙰𝚢𝚘 𝚔𝚒𝚝𝚊 𝚖𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚜𝚒𝚊𝚗𝚐 𝚍𝚒 𝚕𝚞𝚊𝚛.. 𝙺𝚒𝚝𝚊 𝚛𝚊𝚢𝚊𝚒𝚗 𝚔𝚎𝚍𝚊𝚝𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗𝚔𝚞. 𝙺𝚊𝚕𝚒 𝚒𝚗𝚒 𝚋𝚒𝚊𝚛 𝚊𝚔𝚞 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚝𝚛𝚊𝚔𝚝𝚒𝚛-! 𝚊𝚓𝚊𝚔 𝚊𝚗𝚊𝚜𝚝𝚊𝚜𝚒𝚊 𝚔𝚎𝚙𝚊𝚍𝚊 𝚁𝚊𝚢𝚍𝚎𝚗.


𝚁𝚊𝚢𝚍𝚎𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚑𝚎𝚕𝚊 𝚗𝚊𝚏𝚊𝚜. 𝙳𝚒𝚊 𝚋𝚒𝚗𝚐𝚞𝚗𝚐 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚊𝚓𝚊𝚔𝚊𝚗 𝙰𝚗𝚊𝚜𝚝𝚊𝚜𝚒𝚊. 𝙿𝚊𝚜𝚝𝚒 𝚂𝚊𝚕𝚖𝚊 𝚋𝚊𝚔𝚊𝚕𝚊𝚗 𝚖𝚊𝚛𝚊𝚑 𝚙𝚊𝚍𝚊𝚗𝚢𝚊-!


" Aku banyak kerjaan, Ana-! " jawab Rayden akhirnya.


" 𝙰𝚢𝚘𝚕𝚊𝚑, 𝚁𝚊𝚢𝚍𝚎𝚗-! 𝚖𝚊𝚜𝚊 𝚔𝚊𝚖𝚞 𝚝𝚎𝚐𝚊, sih!! " 𝚛𝚊𝚢𝚞 𝙰𝚗𝚊𝚜𝚝𝚊𝚜𝚒𝚊 𝚖𝚊𝚗𝚓𝚊.


" 𝙰𝚔𝚞 𝚜𝚞𝚍𝚊𝚑 𝚍𝚊𝚝𝚊𝚗𝚐 𝚓𝚊𝚞𝚑- 𝚓𝚊𝚞𝚑 𝚍𝚊𝚛𝚒 𝚂𝚒𝚗𝚐𝚊𝚙𝚞𝚛𝚊, 𝚖𝚊𝚜𝚊 𝚔𝚊𝚖𝚞 𝚋𝚒𝚊𝚛𝚒𝚗 gitu 𝚊𝚓𝚊--!! "


" 𝙾𝚔𝚎, 𝚝𝚊𝚙𝚒 𝚑𝚊𝚗𝚢𝚊 𝚜𝚎𝚋𝚎𝚗𝚝𝚊𝚛 𝚜𝚊𝚓𝚊-! 𝙰𝚔𝚞 beneran 𝚋𝚊𝚗𝚢𝚊𝚔 𝚙𝚎𝚔𝚎𝚛𝚓𝚊𝚊𝚗. 𝚂𝚎𝚝𝚎𝚕𝚊𝚑 𝚒𝚝𝚞 𝚊𝚔𝚞 𝚊𝚗𝚝𝚊𝚛 𝚔𝚊𝚖𝚞 𝚔𝚎 𝚑𝚘𝚝𝚎𝚕 𝚝𝚎𝚖𝚙𝚊𝚝 𝚔𝚊𝚖𝚞 𝚗𝚐𝚒𝚗𝚊𝚙. Oke ! "


𝙰𝚗𝚊𝚜𝚝𝚊𝚜𝚒𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗𝚐𝚐𝚞𝚔 𝚜𝚎𝚝𝚞𝚓𝚞.


𝚁𝚊𝚢𝚍𝚎𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚎𝚕𝚙𝚘𝚗 𝚂𝚊𝚕𝚖𝚊 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚎𝚛𝚒𝚝𝚊𝚑𝚞𝚔𝚊𝚗 𝚋𝚊𝚑𝚠𝚊 𝚍𝚒𝚊 𝚍𝚊𝚗 𝙰𝚗𝚊𝚜𝚝𝚊𝚜𝚒𝚊 𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚖𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚜𝚒𝚊𝚗𝚐 𝚍𝚒 𝚕𝚞𝚊𝚛. 𝚂𝚎𝚔𝚊𝚕𝚒𝚐𝚞𝚜 𝚖𝚎𝚖𝚒𝚗𝚝𝚊 𝚒𝚣𝚒𝚗 𝚙𝚊𝚍𝚊 𝚐𝚊𝚍𝚒𝚜 𝚒𝚝𝚞.


" 𝙷𝚎𝚕𝚕𝚘, 𝚂𝚊𝚕𝚖𝚊! a𝚔𝚞 𝚖𝚊𝚞 𝚔𝚎𝚕𝚞𝚊𝚛 𝚖𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚜𝚒𝚊𝚗𝚐 𝚜𝚎𝚋𝚎𝚗𝚝𝚊𝚛 𝚋𝚊𝚛𝚎𝚗𝚐 𝚊𝚗𝚊𝚜𝚝𝚊𝚜𝚒𝚊-! 𝙺𝚊𝚖𝚞 𝚗𝚐𝚐𝚊𝚔 𝚊𝚙𝚊 - 𝚊𝚙𝚊 𝚔𝚊𝚗 𝚔𝚊𝚕𝚊𝚞 𝚊𝚔𝚞 𝚝𝚒𝚗𝚐𝚐𝚊𝚕? 𝙺𝚊𝚖𝚞 𝚖𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚜𝚒𝚊𝚗𝚐 𝚋𝚊𝚛𝚎𝚗𝚐 𝚖𝚋𝚊𝚔 𝚈𝚞𝚗𝚒 𝚊𝚓𝚊 𝚢𝚊, 𝚂𝚊𝚢𝚊𝚗𝚐-!" 𝚔𝚊𝚝𝚊 𝚁𝚊𝚢𝚍𝚎𝚗 𝚍𝚒 𝚝𝚎𝚕𝚙𝚘𝚗.


" 𝙸𝚢𝚊, 𝚙𝚊𝚔-! 𝚜𝚊𝚢𝚊 𝚗𝚐𝚐𝚊𝚔 𝚊𝚙𝚊 - 𝚊𝚙𝚊, 𝚔𝚘𝚚-!." 𝚓𝚊𝚠𝚊𝚋 𝚂𝚊𝚕𝚖𝚊.


" Beneran kamu nggak papa, sayang!?" tanya Rayden memastikan.


" Iya, beneran-! Saya nanti makan siang bareng mbak Yuni-! kata Salma.


" Oke, aku pergi dulu, ya! beneran kamu jangan lupa makan siang, Ya ! I Love you Bee. bye-! kata Rayden di telpon.


" love you too, bye-! balas Salma sambil menutup telpon.


Rayden keluar bersama Anastasia melewati meja kerja Salma. Salma melihat Anastasia yang menggelayut manja di lengan Rayden. Ada rasa nyeri yang tiba-tiba tiba menusuk hatinya


' Pak Rayden koq tega amat sih. Nggak mikir apa gimana perasaanku?-! ' pikirnya kesal.


Rayden yang merasa nggak enak berusaha melepaskan lengan Anastasia. Tapi gadis itu tetap bandel menggamit lengan Rayden. Rayden hanya bisa pasrah. Dia keluar ruangan bersama Anastasia yang terus saja menggamit lengannya.


^^^***^^^


Rayden memarkirkan mobilnya di sebuah restauran yang tak jauh dengan kantor. Mereka berdua masuk ke dalam restauran itu dan duduk membelakangi pengunjung.


Mereka tak menyadari ada dua pasang mata yang melihat mereka dengan mata melotot.


" Ries, Bukanya itu Pak Rayden, ya? Tapi itu bukan Salma. Pak Rayden makan siang sama siapa, ya? tanya Yuni pada Aries sambil menunjuk ke arah Rayden dan Anastasia yang duduk tak jauh dari mereka.


" Mana aku tahu. Aku aja baru lihat tuh cewek-! " jawab Aries . Dia juga sama tak tahunya dengan Yuni siapa wanita yang bersama Pak Rayden.


Yuni diam - diam mengambil gambar Rayden dan Anastasia lalu mengirim kan ke Salma di sertai dengan chatan.


^^^" Nohh.. itu Pak Rayden makan siang sama siapa, oy?? "^^^


Tak ada balasan dari Salma.


Sementara itu Rayden yang tidak menyadari keberadaan Yuni dan Aries, mulai memesan makanan dan minuman. Demikian juga hal yang sama dengan Anastasia.


" Kamu kenapa sih, akhir- akhir ini susah sekali di hubungi? " tanya Anastasia pada Rayden. setelah pelayanan Restauran itu berlalu dari hadapan mereka.


" Aku sedang sibuk. Perusahaan lagi ada proyek besar. " jawab Rayden singkat.


Anastasia mencibir mendengar jawaban Rayden.


Rayden mulai gelisah karena sudah beberapa kali dia mencoba menghubungi Salma, namun gadis itu tidak juga membalas pesannya. Ditelponin juga nggak di angkat.


'Kamu kemana sih, Salma!' tanya Rayden dalam hati.


" Kamu lagi nelpon siapa? " tanya Anastasia.


" Aku lagi telpon Salma, tapi nggak di angkat! di Chat juga nggak dibalas., cuman di read doang-! "


" Mungkin saja dia lagi sibuk-!. emang kenapa sih, kok kamu sebegitu perhatiannya sama sekertaris kamau-? tanya Anastaa


" Eh.. Iya. A...Aku cuma takut dia belum makan aja . Dia itu ada riwayat sakit maag-! " kata Rayden kesal.


" Cih! .. sebegitunya kamu perhatian sama dia.. ! Kata Anastasia dengan tak suka. Dia benci Rayden yang mengacuhkannya dan malah memikirkan sekertarisnya.


"Rayden, dia kan sudah dewasa. Dia bisa ngurus diri sendiri. Ngapain juga sih kamu sok perhatian banget sama dia. ..! "


Anastasia yang mulai kesal sudah mau berucap lagi namun urung karena pesanan mereka sudah datang.


Anastasia segera menyantap makanan yang sudah terhidang di depannya karena memang dia sudah lapar.


Lain halnya dengan Rayden, dia merasa males untuk menyantap makanan yang dia pesan. Pikiran nya sedang nggak pokus karena teringat Salma yang dia tinggalkan.


Anastasia yang melihat itu segera mengambil makanan di piring nya dan kemudian menyuapkan ke mulut Rayden.


Rayden mencoba mengelak namun Anastasia terus menyodorkan sendok itu ke mulut Rayden. Mau tak mau Rayden pun akhirnya membuka mulutnya.


Anastasia tersenyum puas melihat Rayden akhirnya mau membuka mulut.


Semuanya itu tak luput dari kamera Yuni yang merekam kejadian itu dan mengirimkan ke nomor Salma.


Ting!!!


sebuah notifikasi pesan kembali masuk di HP Salma. Salma hanya membuka dan melirik sekilas lalu kembali melanjutkan pekerjaannya tanpa berniat untuk membalasnya.


Sudah beberapa pesan yang masuk melalui WA pribadinya. Mbak Yuni, Mita, Dewa, bahkan beberapa pesan dari Rayden.


Rayden bahkan menelponnya beberapa kali. Namun Salma tidak menggubris sama sekali. Dia masih saja terus menyibukkan diri dengan pekerjaannya.


Sementara itu, Rayden terpaksa menyantap sedikit makanannya, karena tak ingin Anastasia terus menyuapinya


" Nah... gitu dong! dari tadi makanannya nggak di makan.. Kan sayang! Mubazir, tahu! "


" Aku nggak selera, Ana-! "


" Ah... kamu nyebelin, tau-! "


Tau gitu aku nggak usah aja nyamperin dan ngajak kamu makan di luar. Mendingan aku ke mall atau jalan sama Kevin-!!!" kata Anastasia sambil cemberut. Dia kesal sama Rayden.


Rayden hanya menghela nafas.


" Cepat habis kan makananmu, lalu aku antar kamu pulang-! "


Dengan kesal Anastasia segera menghabiskan makanannya dan berlalu mengikuti Rayden yang sudah duluan ke kasir untuk membayar pesanan mereka. Lalu Kemudian mengantar Anastasia ke hotel tempat dia menginap.


..._________________...


Rayden melenggang memasuki pintu. Ada perasaan lega ketika melihat gadis pujaannya duduk manis di meja kerjanya.


" Salma, kamu sudah makan-! "


tanya Rayden kepada gadisnya. Salma hanya diam saja, mengangguk tanpa menoleh padanya.


" Tadi aku chat kamu, nggak di balas! terus nelpon juga nggak di angkat-! " tanya Rayden.


" Oh.. itu. Saya nggak denger! saya mungkin lagi di toilet tadi-! " suaranya serak dan ketus.


'Loh!! Kok bisa bisa' pikir Rayden


" Oh... Tapi koq chat aku nggak dibales, Bee" kata Rayden tanpa curiga.


" Tau ahh... lagi maless aja. lagi sibuk. nggak sempat-!! kata Salma makin ketus.


Rayden mengelus dada mendengar jawaban Salma. Salma melongos memalingkan wajah, tak mau melihat ke arah Rayden.


Sikap Salma terlihat dingin dan cuek padanya. Rayden jadi salah tingkah lalu tersenyum. Dia tahu, mungkin gadisnya itu masih kesal dengan dia dan Anastasia.


Salma kembali melanjutkan pekerjaannya tanpa melihat lagi ke Rayden.


Rayden lalu masuk ke ruang kerjanya dan kembali melanjutkan pekerjaannya.


Salma menghembuskan nafas kesal. Perutnya terasa perih karena dia belum mengisinya dengan makanan secuilpun.


Tadi saat makan siang, dia malas keluar ruangan. Mbak Yuni sudah duluan keluar bersama Aries. Menyusul Rayden keluar makan bareng temannya Anastasia.


Tinggal dia saja seorang. Hatinya nelangsa sendiri. Sehingga dia putuskan untuk menyelesaikan pekerjaannya saja. Walau sempat mbak Mita mengajaknya makan bareng. Namun dia yang udah terlanjur kesal. Memilih menahan lapar. Dia sungguh kesal pada Rayden


Dan kekesalan itu makin bertambah saja saat mbak Yuni mengirimkan foto Rayden dan gadis itu, yang duduk berdua dengan gadis itu menggamit mesra tangan Rayden dan foto saat gadis itu menyuapi Rayden makanan. Mereka terlihat seperti sepasang kekasih yang sedang makan siang.


Dia kesal dan marah, sehinnga tak sadar dia menangis sendiri. Rayden yang berulang kali ngechat dan menelpon, tak di angkat!


'Maafkan sikapku, Pak Rayden. Tapi hatiku sakit sekali-! ' kata Salma dalam hati sambil terus bekerja dengan kekesalan di hatinya. Air matanya masih juga tidak mau berhenti mengalir.


' Huh... Rayden dan wanita itu sialan! 'kutuk Salma dalam hati. Liat saja nanti, akan ku buat kamu menyesal!!