Salma And Rayden

Salma And Rayden
Bab.37 Lamaran



Pesta pernikahan Alin dan Riko sudah selesai di gelar. Pesta yang meriah selama dua hari. Sehari di rumah Riko dan besoknya di rumah Alin. Sungguh melelahkan secara phisik. Meskipun demikian, mereka merasa bahagia, karena berhasil mewujudkan impian mereka untuk membangun sebuah keluarga yang harmonis, sakinah dan mawadah.


Selanjutnya Alin dan Riko berencana akan berbulan madu ke Paris. Bukan tanpa sebab mereka berencana berbulan madu ke Paris. Semua karena ingin mewujudkan keinginan Alin yang ingin sekali melihat menara Eiffel sehingga Riko memutuskan untuk berbulan madu ke Paris agar bisa mewujudkan impian Sang istri tercinta.


Alin begitu bahagia karena impiannya untuk menaiki menara Eiffel akan segera terwujud.. Mau apa aja tinggal bilang. Riko akan berusaha untuk selalu bisa menuruti permintaan istrinya. Apalagi istrinya itu sedang mengandung calon buah hati mereka, Riko takut jika keinginan istrinya tidak di turuti, entar anaknya jadi ileran. Hii, Riko bergidik sendiri karena takut.


Sementara itu, Rayden sudah kembali beraktivitas di kantor. Saat ini dia sedang fokus persiapan acara lamaran untuk Salma. Dia sudah menghubungi Mommy and daddy untuk membantunya mempersiapkan lamaran sekaligus meminta Mommy dan daddy datang ke rumah Salma untuk melamar Salma, Sang pujaan hati.


Demikian juga dengan pihak keluarga Salma. Rayden sudah menemui ibunya Salma. Dia secara resmi mengutarakan keinginannya untuk meminang Salma dan menjadikan Salma sebagai satu-satunya wanita yang akan mendampingi hidupnya kelak sampai akhir hayatnya.


Ibunya Salma nampaknya menyambut gembira niat baik Rayden. Dia memang pada dasarnya setuju jika Salma menikah dengan Rayden karena dia mengenal Rayden dan latar belakang keluarganya. Dia mengenal ibunya Rayden yang merupakan sahabatnya.


Salma sedang berbaring sendiri di kamarnya. Dia sibuk mengutak atik handphonenya sekedar bermain di sosmed miliknya, karena Dia sudah bosan bermain game di handphonenya.


Ting! sebuah pemberitahuan pesan masuk melalui whatsapp. " Bee, " Salma iseng mengintip, lalu tersenyum saat mengetahui siapa yang barusan men-chat dia di WA.


Dia kembali melanjutkan bermain di Sosmed. Ting! kembali sebuah pesan WA masuk. " koq nggak di jawab sih, Bee? " Salma masih belum bergeming. Dia masih sibuk mengutak atik handphone, baik bermain sosmed atau membalas pesan di WA, tapi bukan pesan dari Rayden.


Dia sengaja tidak membalas pesan pesan dari Rayden karena ingin membuat laki-laki itu kesal dan pada Salma.


Telpon Salma berdering, sebuah panggilan WhatsApp tertulis ' calon suami' memanggil. Kembali


Salma mengindahkan panggilan itu dan kembali lagi bermain di sosmed. Panggilan itu kembali berbunyi sebanyak tiga kali. setelahnya hening, tak ada lagi chat atau panggilan dari Rayden


Salma tersenyum puas...rasain!!pikirnya kesal.


Salma kemudian menyimpan kembali handphonenya di atas nakas dan menarik selimutnya. Dia mau tidur saja daripada ngurusin Rayden yang bucin nggak jelas.


Cukup lama Salma tertidur hingga dia merasakan sesuatu yang berat berasa menindih tubuhnya. Rupanya sebuah tangan yang memeluk erat tubuhnya dari belakang.


Salma menoleh ke belakang. Dia kaget karena ternyata Raydenlah yang tidur di sebelahnya. Sejak kapan laki-laki itu masuk dan tidur di kasur nya?


Salma menggeser tubuhnya agak menjauh dari tubuh Rayden. Dia merasa jengah karena sudah lama dia tidak pernah bersama dengan laki-laki itu. Ini adalah kedekatan mereka yang pertama kalinya, setelah sekian lama tak bertemu.


" hmm, mau kemana? " tanya Rayden dengan suara yang terdengar serak khas orang yang bangun tidur.


Setelah kembali dari toilet, Salma tidak langsung kembali tidur, tetapi duduk di lantai sambil kembali membuka handphone miliknya.


Rayden yang merasakan tidak ada pergerakan di sampingnya kembali membuka matanya, namun ia tidak menemukan Salma di sisinya. Ketika dia menoleh, Salma sedang duduk bersila di lantai sedang bermain game di handphone.


" Kenapa tidak tidur, Bee? " tanya Rayden sambil memeluk Salma dari arah belakang.


" Aku nggak bisa tidur.. Entah akhir akhir ini aku susah sekali tidur.. Aku sering gelisah dan suka bermimpi buruk." Salma mengeluh pelan.


Rayden mengecup pucuk kepala gadis itu dan menariknya dalam pelukannya. Dia rebahkan kepala Salma di dadanya dan mendudukkan gadis itu di pangkuannya. Dengan lembut dia mengelus punggung Salma sehingga gadisnya itu tertidur.


Setelah agak lama, dia lalu mengangkat tubuhnya sambil membopong tubuh Salma ke dalam gendongannya. Lalu membaringkan tubuh mungil itu di kasur. Di peluknya tubuh mungil Salma seraya memejamkan matanya. Terbang ke alam mimpi.


Hari ini di rumah Salma, seisi rumah kembali sibuk mempersiapkan acara penyambutan tamu yang akan datang sebentar malam. Keluarga Rayden sudah memberitahu pihak keluarga Salma bahwa mereka akan datang ke rumah untuk melamar Salma.


Pukul tujuh malam keluarga Rayden tiba di rumah Salma. Salma dan ibunya menyambut kedatangan Keluarga Rayden yang hari itu datang bersama lengkap dengan baby Adel.


Mommy Elise langsung memeluk Ibundanya Salma begitu keluar dari mobil. Sungguh dia sangat rindu dengan sahabatnya itu. Sudah lama sekali dia tak berjumpa dengan Ayuni. Terakhir kali bertemu sebelum dia pergi ke London.


Rayden menggenggam erat tangan Salma yang dingin. Mencoba memberikan rasa tenang di hati gadis itu walaupun dia sendiri sesungguhnya merasa lebih grogi.


Keluarga Rayden dipersilahkan duduk di ruang tamu dan menikmati hidangan pembuka ala kadarnya yang telah di persiapan oleh keluarga Salma.


" Begini, Ayuni.. Tentu kamu sudah faham akan maksud kedatangan kami kemari. Kami bermaksud ingin melamar Salma untuk Rayden. Terus terang saja, aku dan Daddy nya Rayden secara pribadi setuju saja dengan pilihan anak kami. Karena kami memang pada dasarnya menyukai Salma." Kata Mommy Elise sambil tersenyum pada suaminya.


" Syukurlah jika memang demikian adanya. Saya selaku ibunya Salma hanya bisa mendukung dan merestui harapan dan cita cita mereka untuk membangun sebuah keluarga yang bahagia." Jawab ibunya Salma dengan bijak.


Rayden yang mendengar hal itu menjadi gembira. Dia yang dari tadi duduk di sebelah Salma tersenyum lebar seraya menggenggam erat tangan Salma. Bahkan tanpa sadar dia juga sudah curi - curi mencium Salma, membuat gadis itu melotot kesal. Dasar Rayden, Salma kesal sekali dengan kekasihnya itu. Bawaannya nyosor mulu tanpa pandang tempat dan situasi.


Lain halnya dengan Rayden..Lelaki itu terlihat sangat bahagia. Impiannya untuk bersanding dengan Salma sudah semakin dekat. Sudah terbayang di matanya gadisnya itu akan tampil sangat cantik dengan balutan baju pengantin yang sangat anggun dan elegan.


Acara lamaran itupun di tutup dengan acara makan malam bersama. Kedua keluarga itu kini semakin akrab dengan menyatukan dua anak mereka dalam ikatan perkawinan.


Selama acara makan malam itu Rayden terlihat selalu menempel pada Salma membuat daddy Dave geleng-geleng kepala. Ternyata anaknya jauh lebih bucin dari dia.