Salma And Rayden

Salma And Rayden
Bab. 41 Ngambek



Sebulan sudah pernikahan Salma dan Rayden berlalu. Rencana bulan madu mereka ke Jepang di tunda, karena Salma yang belum sehat benar dan kondisinya yang masih lemah serta masih sering harus kontrol ke dokter.


Sore itu Rayden mengajak Salma jalan - jalan berkeliling kota. Sudah lama dia tak pernah jalan bareng Salma berdua. Dia ingin memanjakan istri mungilnya itu. Karena selama mereka berpacaran, Salma tidak pernah meminta sesuatu dan selalu menolak apapun pemberian Rayden. Terakhir handphone mahal pemberian Rayden juga telah dikembalikan padanya.


Rayden memeluk tubuh mungil istrinya saat mereka sedang asyik berdua jalan di mall. Dia sengaja ingin menunjukan pada seluruh dunia, bahwa Salma kini sudah menjadi miliknya.


Salma memperhatikan beberapa pasang mata yang menatap ke arah mereka dengan berbagai macam cara pandang. Ada yang kagum, namun ada juga yang iri. Namun Salma sekarang tidak peduli.


Dia juga heran, apa karena sekarang dia sudah menjadi nyonya Rayden Chandler, dia ketularan sifat cuek dan narsis suamimya itu, ya ? pikirnya.


" Bee, sudah selesai belanjanya? " tanya Rayden pada Salma saat mereka berdua sedang duduk di sebuah restoran kecil di mall sambil menunggu pesanan es krim.


" hm, kayaknya sudah. Atau kamu ada yang mau di beli? " Salma balik bertanya.


" Hm, apa ya? " Rayden tampak mengingat - ingat sesuatu, kemudian dia tersenyum nakal. " ada. Nanti kamu temani aku, ya Bee. " kata Rayden dengan mimik wajah manja dan menggoda.


Alis Salma mengernyit, ' Kenapa perasaannya jadi nggak enak, ya? ' tanya Salma dalam hati ketika melihat ekspresi wajah nakal Rayden.


" Bee, Bee. Kamu koq diam aja, hayo lagi melamunin seseorang, ya ! " tebak Rayden dengan mimik wajah yang di pasang cemburu.


Hadeuh! Salma gerah sendiri jika sudah begini. Bisa - bisanya Rayden menuduh dia sedang memikirkan orang lain. Kalau sudah begini, Salma akan pasang mode silent. 'Biarin... Biar kapok sekalian.' kata Salma dalam hati pada suaminya.


Mengetahui Salma yang ngambek dan pasang mode silent membuat Rayden jadi salah tingkah dan gelagapan.


Namun bukan Salma namanya kalau tidak berhasil membuat Rayden akhirnya merengek macam anak kecil minta di belikan mainan.


" Bee, sudah dong ngambeknya. Temanin aku beli sesuatu, aku janji akan memenuhi semua apapun yang kamu mau... " bujuknya.


Dan di sinilah akhirnya. Rayden duduk di bangku panjang sebuah warung makan dengan wajah bersungut-sungut kesal.


Bayangkan Salma mengajaknya makan di sebuah warung makan di pinggir jalan. Seumur hidup, baru kali ini dia menginjakkan kaki di tempat ini.


Membayangkannya saja tidak, apalagi sekarang harus makan di tempat ini. Rayden menutup mata karena merasa tidak nyaman dengan suasana di warung makan ini.


" Bee, ke tempat lain saja, ya. Ke restoran milik keluargaku, atau restoran lain favorit kamu, biar aku yang bayar. " bujuknya.


Namun Salma tak bergeming.


" Katanya mau menuruti semua permintaanku, nah sekarang itu aku maunya makan coto Makasar. Jadi kamu harus mau temanin aku makan coto Makasar.! " jawab Salma.


Memang, tadi Salma menemani Rayden berbelanja. Tapi karena Rayden bermaksud ingin membeli pakaian wanita, maka Rayden yang malu, akhirnya minta di temanin sama Salma.


Rayden ingin membeli sebuah lingerie untuk Salma. Dari kemarin dia sibuk berfantasi membayangkan tubuh mungil istrinya dalam balutan lingerie seksi. Jadi Rayden membeli sebuah lingerie seksi dengan model tali spaghetti berwarna merah menyala yang sangat kontras dengan kulit putih Salma.


Namun ujung- ujungnya, harus berakhir di sini. Dia harus menemani Sang istri yang merengek minta di temani makan coto Makasar di warung makan pinggir jalan. Ampuuun deh... Salma!


" Hon, cobain deh fotonya. " Salma menyodorkan sesendok makanan berbahan babat dan jeroan sapi itu ke mulut Rayden.


Awalnya Rayden menolak, karena dia tak menyukai makanan yang berlemak dan banyak mengandung rempah - rempah.


" Bee, kamu tahukan aku tak suka makan yang mengandung banyak lemak dan berbumbu seperti itu. " jawab Rayden dengan memelas.


" hm, kalau Kak Ana yang suapin kenapa mau, ya? " tanya Salma sambil memandang ke arah lain.


Rayden yang mendengar ucapan Salma menjadi terkejut. Salma ternyata masih mengingat kejadian di restoran antara dia dan Anastasia yang berakhir dengan Salma yang ngambek dan memutuskan hubungan mereka secara sepihak.


" koq gitu ngomongnya, Bee. Aku kan sudah minta maaf. Lagian aku juga tidak mau saat di suapin sama Ana. " kata Rayden yang kesal karena Salma mengungkit lagi cerita yang baginya sudah basi.


" Tapi yang aku lihat, bukan seperti itu. Sudahlah, sebaiknya kita pulang saja. Aku sudah kenyang.! " sentak Salma.


Rayden geleng - geleng kepala melihat tingkah Salma yang baginya kanak-kanakan sekali.


Entah mengapa, akhir - akhir ini, istrinya itu sangat sensitif sekali. Hal kecil saja bisa membuat dia kesal atau menangis.


Setelah membayar coto yang di makan Salma, Rayden bergegas menyusul Salma yang sudah lebih dahulu masuk ke dalam mobil.


Wajah cantiknya di tekuk hingga kelihatan sangat menggemaskan bagi Rayden.


Rasanya Rayden ingin mengunyah - ngunyah istri cantiknya itu bulat - bulat sangking gemasnya.


Salma menghentakan kakinya dengan kesal begitu sampai di depan rumah. Dengan langkah lebar dia berjalan memasuki rumah menuju lantai atas tempat kamar Rayden dan dia berada.


Mommy Elise yang kebetulan berpapasan dengan Salma menjadi heran melihat raut wajah menantunya, walaupun menantu kesayangannya itu mengucap salam padanya, tapi terlihat sedih dan kesal.


" assalamu'alaikum, mom. " Rayden masuk dan mengucap salam pada mommynya.


" Salma kenapa, sayang? mukanya di tekuk begitu, kalian bertengkar lagi, ya? " tanya mommy. Rayden menghela nafas panjang. " Biasa mom, ngambek lagi. " Katanya sambil berlalu menyusul Salma ke kamar.


Akhir - akhir ini dia sering melihat wajah kesal menantunya itu. Namun dia tak mau usil menanyakan penyebabnya. Biarlah mereka menyelesaikan masalahnya sendiri. Toh, mereka berdua sudah dewasa.


Salma yang baru saja selesai mandi dan berganti pakaian langsung merebahkan tubuhnya menghadap ke arah dinding.


Rayden masuk perlahan-lahan ke dalam kamar dan mendapati istri cantiknya itu sedang tidur dengan wajah menghadap ke dinding.


Dia tahu jika Salma tidak benar-benar tertidur. Maka, Rayden dengan usil bersiul kencang sambil membuka bajunya di depan Salma.


Salma yang merasa terganggu dengan siulan Rayden yang kencang terbangun dan langsung protes. Namun suaranya mendadak lenyap saat melihat Rayden yang tampil polos tanpa busana plus senyum konyolnya.


Mata Salma langsung melotot.


" Honey, apa sih maksudnya kamu bertingkah begini.? tanya Salma kesal. Rayden bukanya menjawab malah memeluk Salma.


Salma yang masih kesal, menepis kasar lengan Rayden dan berjalan kembali ke tempat tidur.


" Bee, sudah dong marahnya. Atau aku cium kamu sekarang,.? " kata Rayden.


" Coba aja kalo berani. Aku akan menghajarmu, mr. Rayden.! " jawab Salma.


Rayden yang gemas tak dapat lagi menahan diri. Di tubruknya tubuh Salma yang masih tergolek di tempat tidur dengan penuh gairah dan tanpa babibu dia me***at bibir mungil istrinya sampai istrinya terengah-engah karena hampir kehabisan oksigen.