Salma And Rayden

Salma And Rayden
Bab. 38 Persiapan



Setelah acara lamaran dari pihak keluarga Rayden di laksanakan. Kedua belah pihak kini telah menetapkan waktu pernikahan keduanya yaitu sebulan dari sekarang. Itu artinya bulan depan Rayden dan Salma akan menikah.


Kini pihak keluarga Rayden dan Salma kembali di sibukkan dengan persiapan pernikahan Rayden dan Salma yang akan diadakan bulan depan. Keluarga Rayden meminta pada pihak keluarga Salma untuk tidak usah terlalu sibuk memikirkan persiapan pesta karena semua sudah di urus oleh pihak keluarga Rayden.


Mulai dari persiapan gedung, wedding organizer, hingga katering, semua sudah di persiapan secara detail oleh pihak keluarga Rayden. Keluarga Salma hanya tinggal duduk manis saja. Semua sudah ada yang mengatur. Pihak Keluarga Salma dapat bernafas lega, karena mereka tidak perlu repot mengatur acara pernikahan Salma.


Hari ini, Mommy Elise akan mengajak Salma dan keluarganya berbelanja keperluan pengantin di Mall dan setelah itu mengajak Salma dan keluarga fitting baju pengantin di butik langganan mommy.


" Assalamu'alaikum Salma


Gimana sudah siap? " tanya mommy Elise ketika baru saja tiba di rumah Salma.. Salma mencium tangan mommy Rayden dan kemudian mempersilahkan calon mertuanya itu masuk.


" Salma sudah siap, tante. sebentar Salma panggilin ibu. "


" loh koq tante, sih.. dari kemarin kan sudah di bilang, panggil mommy. "


" oh, iya. maaf kelupaan, mom. " kata Salma sambil tersipu malu.


" nah, gitu dong. ayo, mana ibumu.? "


" oh, sebentar mom, Salma panggil ibu dulu. tadi sedang sibuk ngurus Fika. "


Salma berjalan menuju kamar ibunya dan sebentar kemudian dia sudah kembali bersama ibunya dan Fika. Mommy Elise sudah ngomong kalo dia yang akan menjemput Salma dan ibunya di rumah.


" aih, Fika sekarang sudah gede. masih sekolah.? " tanya mommy Elise saat bertemu dengan Fika adik bontot Salma.


" masih sekolah, tante. baru kelas satu SMA. " jawab Fika malu malu. Remaja yang baru duduk di kelas satu SMA itu terlihat kurang percaya diri. Dia sering merasa minder bila sedang berhadapan dengan orang lain yang tidak di kenal. Apalagi dengan lawan jenis.


" hm,, bagus sekali. tapi jangan panggil tante. Panggil aja mommy. kamu dan Salma sudah mommy anggap seperti putri mommy sendiri. Mommy senang ada anak gadis seperti kamu yang rajin belajar. "


Fika menganggukkan kepala sementara ibunya hanya tersenyum melihat sahabatnya itu.


" Ayo kita berangkat! entar keburu siang belanjanya." ajak mommy Elise.


Mereka semua segera berangkat dengan mengendarai mobil mommy Elise. Sesampainya di Mall, mereka semua berbelanja mulai dari keperluan pribadi hingga barang barang yang akan dipersiapkan untuk keperluan pernikahan. Semuanya mommy Elise yang bayarin walaupun Salma dan ibunya sudah mati matian menolak.


" Nggak, mommy nggak mau tahu


kan mommy yang ngajak, jadi mommy yang akan traktir kalian semua berbelanja. " kata mommy Elise ketika Salma ingin membayar sendiri semua belanjaan dia dan ibunya.


" tapi, mommy. Belanjaan Salma dan ibu kan banyak.? "protes Salma.


" udah, biarin. kamu tuh, putri mommy. berasa kaya orang lain aja nih anak, " tukas mommy Elise.


Setelah puas berbelanja segala keperluan pernikahan, mommy Elise lalu mengajak Salma dan ibunya ke butik langganannya. Pemilik butik yang kenalan mommy Elise menyambut gembira kedatangan mereka.


Mommy dan Salma di persilahkan duduk di sofa ruang tamu butik.


" Bastian, maksud kedatanganku ke sini adalah aku mau memesan gaun pengantin untuk calon menantuku dan Rayden yang sebentar lagi akan menikah. "


"oh my good, Mas ganteng mau nikah. Kapan, my? tanya Bastian dengan gayanya yang gemulai.


" Bulan depan. ' Sahut mommy singkat.


" oke, aku akan siapin busana yang cantik buat calon istri mas ganteng dan mommy. " sahutnya dengan semangat.


" eh jangan lupa buat besanku juga, Bas.!"


" Oh, iya. Tentu saja, mommy


Nanti sekalian ukur ke dalam, ya. "


Setelah menentukan model gaun dan melakukan pengukuran akhirnya acara fitting baju pun selesai. Mommy lalu mengajak Salma dan Ibunya makan siang di restauran milik keluarga Rayden.


" Ayo Fika, kamu dari tadi diam aja, pesan apa saja yang kamu mau. " kata mommy pada adik bungsu Salma yang dari tadi hanya diam saja mengekori mereka.


"iya, mommy. Fika terserah sama mommy aja. " jawab Fika yang malu malu.


" udah, pesan aja. ! " Fika lalu mengambil daftar menu yang terletak di meja. Kepala menunduk memindai deretan menu yang tersedia.


" ini aja ,mommy." tangan Fika menunjuk gambar menu ayam bakar saus asam manis. Menu yang paling murah yang ada dalam daftar menu.


Mommy Elise tersenyum, lalu dia memanggilnya salah satu pelayan di sana, yang kemudian bergegas menghampiri mereka.


" Iya, nyonya., "


" tolong Bawakan ayam bakar saus asam manis dan juga hidangan lain untuk kami semua, ya! jangan lupa minumnya. Aku mau jus lemon."


" baik, nyonya. " pelayan itu kemudian berlalu sambil membungkuk.


Tak lama kemudian hidangan yang di pesan sudah terhidang di meja. Mereka lalu menyantap hidangan itu bersama sama.


Setelah kenyang menyantap hidangan makan siang. Mommy Elise kemudian mengantar Salma dan ibunya pulang.


" hm, kayaknya mulai sekarang kamu harus ikut kursus belajar mengemudi. " kata mommy Elise sebelum berlalu meninggalkan rumah Salma.


Salma mengernyitkan alis tanda tak faham maksud ucapan mommynya Rayden.


Namun mommy Elise hanya tersenyum lalu menjalankan mobilnya meninggalkan rumah Salma.