
Seperti biasa Kai tertidur di kelas kedua sahabat nya hanya bisa mengeleng-gelengkan kepala melihat nya apa dia tak tidur semalam ,samapai jam istirahat tiba Kai masih menundukan kepalanya di atas meja Chandra pergi latihan seperti biasa sementara Sean mencoba ke cafe depan sekolah siapa tau Bie ada di sana .
Di depan sekolah para siswa ribut karna ada anak SMA lain yang sangat cantik dia sedang mencari seseorang.
"Elo kenal gak sama yang namanya Kaisar Imanuel "
Gadis cantik itu bertanya pada salah satu sisiwi yang lewat.
"Kai tentu saja siapa yang gak kenal dia "
"Gue bisa minta tolong gak panggilin dia "
Kai bukannya kurang tidur dia cuma lelah karna semalam banyak belajar otaknya tak mampu menerima terlalu banyak informasi secara bersamaan ,tapi waktu istirahatnya terganggu dengan suara teman-teman nya yang gaduh di luar .
"Kai ,bangun Kai ada yang nyari loe cewe cantik bohay di depan "
Mendengar kata cantik dan bohay membuat Kai langsung tersentak bangun dia sudah tau itu siapa ,wajah bangun tidur Kai yang polos membuat teman yang membangunkan nya sempat tersipu, Kai yang ceroboh dengan segala pesonanya berjalan menemui orang yang mencarinya dia tak ingin satu sekolah tambah ribut karna dia ,saat tiba di depan sekolah Kai melihat gadis yang pernah di sukainya dia sedang menunggu nya dengan kedua teman nya .
"Kai "
Gadis itu langsung berlari menghampiri Kai hampir saja dia memeluk Kai kalau saja dia tak langsung menghindari nya .
"Kamu keman saja gak bisa di hubungi malam itu juga kamu ngilang "
"Jen kita putus "
"Apa putus "
"Gue sudah tak punya banyak uang kaya kemarin-kemarin lagi , gue juga gak bisa lagi belanjain elo ,udah ya kalian balik aja gue mau masuk lagi "
Jen merasa harga dirinya jatuh begitu saja Kai memutuskan nya dengan alasan konyol itu ,memang dia suka uang Kai tapi Jen tak mau hubungan nya putus dia juga sebenarnya benar-benar suka pada Kai ,hanya saja teman-teman nya selalu mempengaruhi nya ,Kai begitu saja pergi masuk ke dalam sekolah nya Jen hanya diam membisu dia terluka .
Sean sudah mengahabiskan bubble tea dan roti bakar milik nya tapi Bie sepertinya tak ada di sana kaka nya juga tak ada sean mencoba bertanya pada karyawan yang bekerja di sana dan dia juga tak tau apa-apa ,sean meminta selembar kertas dan pulpen dia menulis surat untuk Bie dan di titipkan nya pada karyawan itu dia tak mau hubungan yang baru dia mulai hancur karna kesalah pahaman ,Sean benar-benar menyukai Bie dia tak peduli dengan kekurangan yang Bie miliki dia cinta pertama Sean dan akan dia perjuangkan ,Sean berjalan kembali ke sekolah nya tapi di depan gerbang dia melihat tiga orang siswi mereka adalah Jen dan kedua teman nya dia sedang menangis karna di putuskan begitu saja oleh Kai ,begitu Sean lewat ketiga gadis itu langsung melihatnya tanpa berkedip mereka takjub dengan ketampanan Sean bahkan Jen langsung berhenti menangis dan ikut memandangi Sean .
"Gilaaa siap dia wahh ternyata bener gosip itu SMA ini ada pangeran nya wahhhh ganteng parah "
"Bener ganteng banget siapa dia ya "
Jen langsung menghapus air mata di pipinya .
Sepeti biasa Chandra sedang sibuk dengan band nya acara nya tinggal menghitung hari jadi latihan harus lebih di tingkatkan ,Chandra selalu terpesona dengan suara Wendy yang sangat merdu dia bisa menyanyikan lagu jenis apapun dengan mudah selain itu juga Wendy sangat pintar soal musik ,dia bercerita pada Chandra akan ikut program beasiswa agar bisa masuk universitas musik yang terkenal karna mencetak banyak musisi berbakat dunia ,Chandra juga ingin tapi Ayahnya menyuruh nya kuliah jurusan bisnis dia tak bisa menentukan keinginannya sendiri .
"Kamu coba dulu saja Chan ,aku tau kamu lebih pintar bermusik dari pada aku tes dan audisi nya bulan depan "
Mereka saling curhat sebelum kembali ke kelas ,Chandra hanya tersenyum sinis kasihan dengan dirinya sendiri .
"Gue juga mau tapi ,sudah lah gue duluan ke kelas ya Wen "
Masadepan nya ada di tangan Ayahnya, dari dulu semua yang dia jalani adalah kehendak Ayahnya dari pendidikan karir termasuk jodoh dia sudah muak dengan semuanya tapi tak ada pilihan untuk nya jika dia ingin bebas dia harus pergi jauh dari keluarga nya ,saat sampai di depan kelas Chandra melihat Soya yang menunggunya di depan pintu ,Chandra tak membenci Soya hanya saja dia benci pilihan Ayahnya .
"Apa "
"Ini ,aku tau kak chan pasti belum makan "
Dia memberi Chandra kotak bekal ,soya tak tau mood Chandra sedang buruk saat itu .
"Gak usah "
Jawab chandra sambil berlalu masuk kelas ,tapi Soya selalu memaksa kemudian menahan lengan Chandra .
"Gue bilang gak usah "
Kotak bekal itu jatuh terbanting karna tepisan lengannya ,Chandra tak peduli kemudian masuk kelas meninggalkan Soya yang bengong saking kagetnya Soya kemudian memungut kotak bekal itu lalu lari kembali ke kelasnya ,Chandra selalu dingin padanya dia tak pernah memperlakukan Soya dengan manis seperti yang dia lakukan pada Wendi ,dalam kelas Soya terdiam dia terus memandang kotak bekal yang susah payah dia buat itu .
Siang sepulang sekolah Bie seperti biasa mampir ke cafe milik kakanya untuk sekedar bantu-bantu di sana hari itu Bie terus diam di depan kaca cafe yang sedang dia bersihkan matanya jauh memandang gerbang sekolah Sean meski dia tau sekolah itu sudah sepi pasti Sean sudah pulang ,sebenarnya Bie merindukan Sean tapi dia tau hubungan nya tak mungkin berlanjut setelah malam itu .
"Non Bie ini ada surat dari cowok ganteng yang waktu itu ke cafe "
Karyawan yang Sean titipi memberikan suratnya pada bie ,dia kemudian duduk dan mulai membuka surat itu .
Bie kenapa kamu menghindariku kenapa kamu tak mau aku hubungi ,aku tau pasti aku dan Mamih ku pernah berbuat salah padamu aku minta maaf Bie tapi tolong jangan menghilang aku takut tak bisa mengatasi rasa rinduku ,tolong balas chat dan telpon ku ..miss you Bie
Lihat betapa manisnya Sean betapa tulusnya dia bagaimana dirinya tak jatuh hati dengan Sean dia juga sama merindukan nya tapi apa pantas orang seperti dirinya bersanding dengan Sean yang sempurna .