
Dia perlahan bangkit dari tempat tidur berjalan mendekati suber bau masakan yang membuat perutnya keroncongan ,sesampainya di dapur pemandangan indah di lihatnya Chandra dengan kaos hitam dan celana jins pendek selutut, rambutnya masih berantakan dia terlihat sibuk dengan panci penggorengan memasak sesewatu untuk mereka sarapan , Soya duduk di meja bar dapur di belakang Chandra memerhatikan lelaki keren itu masak ,sambil menopang dagunya senyum terukir di wajahnya andai setiap pagi ini yang di lihatnya pasti hidup nya akan sangat bahagia ,Chandra selesai masak di ambilnya dua piring kosong di dalam lemari kemudian dia tuangkan nasi goreng itu ke dalam dua piring di sampingnya tak lupa dengan jus yang lebih dulu di buatnya dia berbalik hendak meletakan nya di meja makan bar di blakang nya ,
"Loe udah bangun ? "
Dia lumayan kaget melihat Soya yang sudah nangkring di sana ,Soya hanya nyengir sambil ngangguk kemudian menyambut jus buatan Chandra dan meminum nya ,setelah itu mereka menikmati makanan buatan Chandra yang selalu enak di lidah Soya ,meskipun dia sudah lumayan belajar memasak rasanya pasakan Chandra selalu menjadi yang terenak di hidupnya .
"Emmm enak banget "
Ucap soya dengan makanan yang masih penuh di mulutnya ,Chandra berpaling menyembunyikan senyum di wajah nya melihat soya yang bertingkah menggemaskan .
Tak ada suara di antara mereka berdua Jen terus fokus menyetir sedangkan Kai sibuk dengan ponsel di tangan kirinya ,sudah seminggu dia tak datang bekerja dia ingin mengecek keadaan studio nya ,sekarang dia sedang berkirim pesan dengan karyawan nya dia tak enak jika harus menelpon di dekat Jen ,sambil fokus menyetir Jen sesekali melirik Kai di sampingnya lelaki itu banyak berubah dia bukan lagi Kai yang dulu di kenalnya, Kai yang suka gonta ganti cewek, Kai yang doyan clubing, Kai yang suka berantem telah berubah menjadi Kai yang pekerja keras Jen tak tau apa yang membuat dia bisa menjadi lelaki seperti ini, yang dia tau dari Soya Kai berubah setelah wanita yang benar-benar di cintainya menikah dengan kaka nya ,Jen pikir pasti Kai sangat terluka tapi dia merasa Kai hebat bisa melewati masalah nya dengan dewasa ,beberapa saat kemudian mereka telah sampai di rumah sakit Jen berjalan beriringan dengan Kai kemudian berhenti di depan sebuah ruangan ,setelah mendaftar Kai dan Jen duduk di ruang tunggu beruntung dia mendapat giliran pertama .
"Makasih Jen udah nganter gue ,sepertinya gue bakal lama di periksa mending loe pulang aja "
"Gak apa-apa kok aku gak sibuk biar sekalian aja aku tunggu "
Kai tak enak dia takut merepotkan Jen .
"Gue gak mau ngerepotin loe Jen ,masalah pulang nanti gampang lah gue mah "
Sebenarnya Jen juga sangat sibuk hari ini ,dia berniat menjemput Soya kemudian mengerjakan tugas di kampus, mahasiswi tahun terakhir memang jarang punya waktu senggang ,tapi dia tak tega melihat Kai sendirian.
"Beneran ?"
Jen memastikan kembali keadaan Kai ,dia menatapnya dengan penuh kekhawatiran ,Kai tau Jen tulus membantu nya dia kemudian meraih satu tangan Jen meyakin kan nya dia cukup kuat untuk pulang sendiri nanti ,Jen tersenyum kemudian mengangguk sebelum akhirnya berpamitan pulang dan pergi meninggalkan Kai ,tanpa mereka sadari sedari tadi Gisela memerhatikan ,dia yang tau dari suster bahwa Kai sudah datang bermaksud menyuruhnya masuk tapi sayang dia malah melihat adegan manis antara Kai dan Jen , dia bodoh masih mengharapkan tempat di hati Kai seharusnya dia sadar akan setatusnya kini .
"Hallo ,gue bentar lagi otw Wen loe udah nyampe lokasi kan ,iya di sana makasih Wendy loe udah mau terima tawaran kita ,ok bayy "
Wendy ,? dia lagi , soya sudah tau bahwa Wendy menyimpan perasaan pada Chandra, meskipun dia tak mengatakan nya secara terang-terangan tapi mereka sama-sama wanita dan lagi mereka sudah dekat sejak SMA ,bahkan di album baru Chandra kali ini mereka akan berduet ,banyak gosip di luar sana yang menyebut mereka berkencan membuat hati Soya ciut ,kadang dia berpikir untuk menyerah pada cinta nya tapi hatinya tak pernah bisa .
"Soy gue berangkat ,loe di jemput Jen kan "
Soya mengangguk lemas kemudian melihat lelaki itu keluar apartemen kini hanya Soya sendiri pikirannya melayang jauh kosong .
Gisela tampak serius merawat kai tak ada obrolan yang berarti selain tentang konsidi Kai dan penjelasan nya tentang terapi yang sedang mereka lakukan ,dia ingin menjaga batasan antara mereka ,Kai melepaskan bajunya dia harus bertelanjang dada kali ini ada alat yang harus di pasang di tubuhnya ,dengan susah payah dia buka tapi sangat sulit hanya dengan satu tangan , hingga Gisela datang kemudian membantunya ,jelas dia melihat badan atletik Kai yang bagai roti sobek sebenarnya dia sering melihat tubuh pasien tapi entah kenapa melihat Kai membuat sensasi berbeda untuk nya ada rasa malu ,jangan sampai kai tau jika wajah nya sudah mulai memerah sekarang .
"Tahan sebentar "
"Tunggu apa ini akan sakit ? "
Sejujurnya Kai takut jarum suntik dia selalu menghindar dengan apapun yang menyangkut jarum ,kali ini dia sudah setengah jalan dan dia juga harus cepat sembuh banyak pekerjaan menunggunya .
"Gak sakit Kai hanya seperti di gigit semit ,kamu takut "
"Tidak "
Jawab Kai cepat gengsi dong kalau harus jujur dan mengaku kalau dia takut ,tapi Gisela sepertinya sudah tau melihat ekspresi wajah Kai yang sangat tegang dia hanya tersenyum, bagai mana bisa lelaki maco seperti Kai takut jarum suntik .