Problematic Handsome

Problematic Handsome
8



Sejak pulang dari sekolah Bie ,Sean langsung masuk kamar dan mengunci nya dia tau Mamihnya akan terus mengoceh.Sejak itu juga Sean menjadi tak bisa menghubungi Bie chat dan telponnya tak di balas apa yang sebenarnya terjadi antara gadis pujaan dan Mamihnya ,Sean yakin Mamihnya pasti tak punya hubungan yang baik dengan Bie .


"Sean sayang ayo makan dulu "


Sean tak menjawab dia memilih diam di balkon kamarnya membakar sebatang roko melepas stresnya .


Kai masih bergulat dengan lembar soal yang di beri Gisela dia sudah pusing hanya soal bahasa yang bisa dia pahami dan ini sudah hampir satu jam andai saja soal itu pilihan ganda pasti dia sudah menyelesaikannya walaupun itu dengan cara menghitung kancing ,dia terus melirik Gisela yang duduk santai sambil membaca novel di depan nya ,bagai mana dia bisa menjawab semua soal ini .


"Bagai mana Kai waktu nya habis "


"Bentaran ka sepuluh menit lagi ya "


Gisela menaruh novel nya ,kemudian mengambil rotan di sampingnya Kai langsung panas dingin di buatnya .


"Dari tadi saya sudah kasih kamu perpanjang waktu coba saya lihat "


Gisela kaget karna hanya lima soal yang kai jawab ,dia tau sepertinya Kai memang tak suka dengan belajar .


"Kai apa cita-cita mu,? "


Kai kira Gisela akan memarahinya tapi ternyata malah menanyakan hal yang membuatnya kaget ,selama ini tak pernah ada yang bertanya itu .


"Tidak tau aku tak punya cita-cita "


"Setiap manusia pasti punya satu keinginan untuk di wujudkan di masa depan "


Kai mulai menerawang yang dia sukai sebenarnya adalah menggambar tapi dia tau Bapak nya pasti tetap meremehkan nya jika tau bakatnya hanya itu ,makanya dia memilih hidup sesukanya menghabiskan uang Bapak nya .


"Hmmmm ok jika kamu memang belum punya cita-cita atau keinginan tidak masalah ,masalahmu sekarang adalah saya ,kamu harus belajar dari dasarnya lagi Kai "


Kai menggaruk kepalanya yang tak gatal dia memang tak pernah suka belajar .


Pandangan Soya tak lepas dari Chandra yang sedang bermain gitar dan bernyanyi di mata Soya Chanda sangat keren ,tapi di sana juga ada Wendy yang tak pernah jauh dari Chandra dia berpikir pasti Wendy juga suka dengan Chandra ,Soya bisa tau hanya dengan melihat sorot mata nya .Latihan sudah tiga jam dan Soya mulai mengantuk dia hanya sendiri duduk di sofa menonton mereka latihan ,


Chanda menepuk-nepuk pipi Soya yang tertidur ketika menunggu nya mereka sudah selesai latihan dan akan segera pulang .


"Heh Soya bangunn "


"Ahhhh apa ,oh iya "


Soya mengerjap-ngerjapkan matanya mengumpulkan semua kesadarannya kemudian mengikuti Chandra yang sudah berjalan keluar ,dan kenapa ada Wendy di dalam mobil Chandra .


"Kok kak wendy ikut ? "


"Jam segini udah gk ada bus jalan kita searah "


Soya cemberut melihat Wendy duduk di depan dengan Chandra ,apa dia tak mengerti padahal Soya sudah memberitahunya bahwa merek sudah bertunangan .


"Soya cepat "


"Aku mau duduk di depan "


Soya makin cemberut menyilangkan kedua tangannya di dada ,Chandra menghembuskan nafas kesal .


Soya masih diam dengan posisi yang sama dia tak mau Wendy duduk di depan dengan Chandra .


"Yaudah aku pindah ke belakang ,maaf ya Soya "


Akhirny Wendy pindah ke belakang ,kemudian Soya masuk mobil .


"Dasar "


Gerutu Chandra lalu mulai menyalakan mesin mobil nya ,dalam mobil hanya Chandra dan Wendy yang bicara mereka masih membahas tentang band dan pensi minggu depan Soya merasa menjadi obat nyamuk dan terasingkan, kenapa mereka sangat akrab padahal Chandra sangat jutek padanya ,Soya hanya cemberut sambil terus menatap Chandra ,dan Chandra yang merasakan tatapan tajam Soya mulai merasa risih .


"Kenapa ?"


Tanya nya pada Soya ,dia tak menjawab dan langsung memalingkan wajahnya melihat keluar jendela di sampingnya ,dan tiba-tiba Chandra menghentikan mobil nya kemudian turun dan masuk mini market, tak lama kemudian dia keluar menenteng sebuah kantung belanjaan ,sesampainya di dalam mobil dia memberikan kantung itu pada Soya dan mengambil satu bungkus es krim untuk Wendy ,Soya mengecek isi kantong itu dan ternyata sekotak se krim besar ,senyum Soya mengembang dan mulai memakan es krim itu .


Wendi melihat kejanggalan atara Soya dan Chandra ,dia tadinya mengira ucapan Soya tentang pertunangan itu hanya gurauan tapi melihat sikap Chandra yang seperti itu sepertinya Soya tak bercanda , dia memang dekat dengan Chandra karna sama-sama satu grup band sekolah ,sejujurnya dia juga memiliki rasa pada Chandra tapi dia tau  setatus nya dengan Chandra sangat jauh berbeda ,dia hanyalah gadis dari keluarga biasa tak seperti Chandra .


Renbie hanya memandangi ponsel nya yang terus berdering Sean sudah berkali-kali menghubungi nya ,dia tak tau harus bagai mana setelah tau Sean siapa dia merasa ada dinding di antara mereka, sebelum semuanya semakin dalam dia memilih untuk menjauh dari Sean .


"Bie telpon mu berdering sejak tadi kenapa cuma di pandang saja ,dari siapa ? "


Kakanya mengambil ponsel Bie dan mengangkat nya ,Bie panik dan berusaha mengambil kembali pobsel nya tapi terlambat kakanya sudah mengangkat telpon itu .


"Ada apa adik saya tak mau di ganggu sudah jangan menelpon lagi "


"Tutttt"


Kemudian dia meletakan kembali ponsel itu ,Renbie hanya melotot melihat kelakuan kakanya itu .


Sean menjatuhkan tubuhnya di atas kasur sepertinya Bie marah pada nya apa Mamih membuatnya sakit hati ,kemudian dia mengambil ponselnya lagi menghubungi seseorang .


"Kai bagai mana ya ini "


Dia mencoba curhat pada teman nya yang lebih berpengalaman


"Siapa ini kai sedang belajar ,,tutttttt "


Sean melihat kembali layar ponselnya itu benar nomor Kai siapa tadi yang mengangkat ,dan belajar sejak kapan Kai belajar apa dia kesurupan ,pikir Sean .


"Kenapa di matiin siapa tadi yang menelpon ,?"


"Sudah kerjakan soal tadi ,hp kamu saya sita "


Sungguh malang nasib Kai bahkan matanya sudah tak mampu lagi melihat soal dengan benar otak nya benar-benar sudah panas dan hampir meledak ,tapi dia masih sadar tutor nya sedang memasang mata elang dengan rotan panjang yang siap menyerangnya jika salah .


SOYA,(CEMBERUT)