Problematic Handsome

Problematic Handsome
43



Setelah menikah mereka memutuskan untuk tinggal di apartemen milik Kian yang jarak nya lumayan dekat dengan ruamah sakit tempat nya bekerja ,awalnya pernikahan mereka terlihat baik-baik saja Kian sangat baik memperlakukan Gisela ,dia sosok suami sempurna di mata keluara mereka ,dia selalu memenuhi semua kebutuhan Gisela bahkan sering membelikan nya hadiah tapi tak pernah ada cinta di hati nya ,selama dua tahun pernikahan mereka, tak pernah sekalipun Kian menyentuh nya sejujurnya Gisela tak masalah dengan itu toh dia juga tak cinta pada Kian ,hanya saja dia merasa ada yang aneh apalagi setelah Kian jarang pulang dan malah sering tidur di rumah sakit hingga dia tau kebenaran nya .


Siang itu Gisela hendak mengantar beberapa baju dan keperluan Kian dia menelpon menyuruh mengantarkan semua itu ke ruangan nya ,sesampai nya di rumah sakit beberapa suster menyapanya dengan ramah mereka tau Gisela istri dokter Kian yang terkenal tampan ,setelah menaruh barang Kkan ,Gisela hendak pulang dia tak bertemu dengan Kian seperti nya dia sedang sibuk mengecek pasien.


"Gisel ,kamu habis ketemu dokter kian ya ?"


Gisela bertemu dengan teman nya yang menjadi suster di sana.


"Iya tapi dia tak ada di ruangan sepertinya sedang meriksa pasien "


"Ahhh benar di ruang 107 ada pasien penyakit jantung dia sudah lama di rawat di sini ,Kian sering kesana mengecek keadaan nya kasian sepertinya umurnya tak lama lagi "


Sebenarnya Gisela ingin menyampaikan sesewatu pada Kian ,dia ingin meminta izin untuk pulang ke rumah orangtua nya beberapa hari, kaka perempuan nya kemarin melahirkan dia ingin berkunjung dan menengok nya ,akhirnya Gisela memutuskan untuk pergi,dia bukanya pintu ruangan itu tak ada siapa-siapa di sana.


"Maaf cari siapa ya ?"


Seseorang mengagetkan nya dia keluar dari kamar mandi ,Gisela bengong melihat gadis di depan nya dia masih sangat muda tapi sudah sakit keras dan juga dia sangat cantik.


"Maaf saya tak sopan masuk tanpa izin ,saya pikir Dokter Kian ada di sini "


Mendengar kata Kian gadis itu langsung tersenyum lebar ke arah Gisela.


"Ahhh Dokter Kian dia baru saja keluar ,ada keperluan apa ya ?"


"Sebenarnya ini urusan pribadi ,kalau begitu saya permisi "


Tapi gadis itu menahan lengan Gisela yang hendak keluar ,Gisela berbalik.


"Kamu siapa nya dokter Kian "


Tanpa tau apa-apa gisela menjawab dengan jujur.


"Saya istrinya ,kalau begitu saya permisi ,sekali lagi maaf sudah mengganggu "


Entah apa yang salah dengan jawaban Gisela ,setelah dia pergi gadis itu langsung pucat pasi dia memegangi dadanya dan nafas nya menjadi sesak tak beraturan jantung nya kabuh lagi,dan malam harinya gadis itu di kabarkan meninggal .


Setelah kejadian itu Kian menjadi tambah aneh bahkan dia sering marah-marah tak jelas pada Gisela,dia tak tau di mana letak kesalahan nya kenapa sekarang Kian yang manis berubah menjadi kasar ,hingga satu malam Kian pulang dengan keadaan mabuk dia meracau tak jelas Gisela kaget dan juga bingung kenapa Kian bisa menjadi seperti ini .


"Semua ini gara-gara kau ,Jasmin ku pergi kenapa hari itu kau harus datang ke ruangan nya dan bilang kau istiri ku kenapa "


Siapa jasmin apa maksud perkataan Kian ,dia mabuk berat.


Bahkan Kian menampar Gisela membuat sudut bibirnya berdarah ,kemudian dia mengerti semuanya kenapa ini harus menjadi salah nya bahkan dia tak tau siapa itu Jasmin ,di mana letak kesalahan nya kenapa Kian begitu jahat padanya apa Kian berselingkuh tapi kenapa dia yang salah ,malam itu gisela mengemasi barang-barang nya dia pulang ke rumah orang tuanya Gisela memutuskan untuk mengakhiri pernikahan konyol nya dengan Kian, tapi bukan nya di sambut dengan baik keluarga nya malah menyalahkan nya dan menyuruhnya bersabar ,dia hancur sangat hancur Gisela memilih pergi dari semuanya mulai hidup barunya kini sendiri ,dan saat hatinya sudah mulai lebih baik Kai datang lagi membawa musim semi yang hilang di hidupnya tapi kini dia takut masuk ke dalam musim itu,entah takdir apa yang di buat tuhan untuk nya sekarang Kai di hadapan nya lelaki konyol yang selalu membuatnya tersenyum dan bahagia itu kenapa harus menjadi adik Kian .


"Kamu rutin kan minum obatnya ?"


Kai sudah selesai terapi dia kini duduk di kursi depan meja Gisela ,dia mengangguk lemas jarum-jarum itu masih membayangi otak nya.


"Berapa kali lagi terapi ini ?"


"Minimal lima kali Kai sampai kamu benar-benar sembuh "


Lima kali apa Kai akan sanggup rasanya dia akan mati sebelum dia sembuh.


"Kamu setakut itu dengan jarum ? "


"Lumayan "


Dia berucap pelan hampir tak terdengar saking malunya tapi mau bagai mana lagi dia memang takut ,setelah selesai di periksa dan menebus obat kini Kai sedang menunggu taksi di depan rumah sakit ,hari ini rencananya dia akan ke studio mengecek kerja bawahan nya ,dan sepertinya dia harus makan dulu pagi tadi dia hanya makan buah pisang dan susu perutnya keroncongan ,Kai sedang memikirkan makan apa yang paling mudah di lakukan mengingat tangan kanan nya masih sulit di gerakan, sebuah mobil lewat dan berhenti di depan nya kemdian seseorang turun dan menghampirinya


"Kai belum pulang ?"


Gisela yang sebenarnya sudah harus pulang dua jam lalu bersedia kerja tambahan demi memeriksa Kai ,dia sebenarnya jadwal malam tapi karna ingin menangani Kai secara langsung dia rela pulang terlambat ,dan kini saat hendak jalan pulang dia memergoki Kai yang sedang bengong menunggu taksi lewat .


"Kak gisel ,aku lagi nunggu taksi "


"Ayo aku antar sekalian pulang ? "


Sebenarnya Kai senang dengan tawaran itu tapi apa itu tak merepotkan .


Saat itu Sean sedang makan siang dengan beberapa karyawan hotel nya ,karna merasa bosan dengan percakapan karyawan yang terus mencari perhatian nya ,Sean kemudian iseng membuka sosial media ,membaca beberpa artikel tentang comeback nya Chandra hingga matanya membulat sepenuhnya melihat seorang wanita yang berfoto bersama Chandra ,dia pianis terkenal dunia yang ikut berkolaborasi di album baru Chandra, tanpa basa-basi sean langsung menelpon chandra .


"Woyy dasar sahabat apaan loe wahhh , kenapa loe gak bilang gue dasar Chandra berengsek yang oon nya sama kaya Kai ,"


Karyawan yang duduk di samping Sean sampai kaget mendengan bos cool nya bicara keras dan kasar seperti itu.


"Dia pianis yang tampil bareng loe oon ,dia Bie pokonya loe haus bantu gue titik "


Setelah menutup telpon itu Sean tak berhenti mengukir senyum di wajahnya ,membuat semua karyawan terheran-heran oleh nya .