
Dua tahun setelah kecelakaan yang merenggut nyawa orang tua nya ,Bie dan kaka nya baru memulai kehidupan normal mereka kembali ,meskipun itu menjadi awal yang berat terutama untuk Bie yang harus kehilangan suaranya, segala usaha telah mereka lakukan untuk mengembalikan keadaan Bie tapi teknologi dan dokter di rumah sakit mana pun saat itu belum ada yang bisa membantu nya ,Bie dan kaka nya mulai membenahi hidup mereka kembali hotel-hotel yang awalnya di kelola orang tua nya kini di ambil alih oleh kakanya yang baru lulus kuliah dan di bantu dua orang teman Ayahnya ,awalnya tak ada masalah dengan itu hingga salah satu dari teman Ayahnya menipu mereka mengambil alih semua hotel dan aset peninggalan orangtua nya ,tanpa rasa bersalah dan malu sedikit pun ,Bie dan kaka nya jatuh lagi dan kini semakin dalam, mereka bahkan hidup seadanya di bantu teman Ayahnya yang masih setia ,hingga kini beberapa tahun berlalu kakanya sudah mulai bangkit dan membuka beberapa cafe dengan usaha dan jerih payah nya sendiri ,Bie masih ingat jelas wajah penipu itu wajah yang menghancurkan hidup mereka ,wajah yang tak seharusnya di warisi Sean anak nya .
Bie terisak dalam kebisuan ,dia tak bisa mengatur perasaan nya dia tak bisa merubah hatinya yang tulus mencintai Sean meskipun fakta menyakiti hatinya ,bagai mana bisa dia hidup dengan orang yang telah menghancurkan hidup nya .
Setelah pertemuan itu Sean mengantar Bie pulang dia tau ada yang salah dengan Bie sikapnya berubah bahkan saat Sean hendak memeluknya sebelum pulang Bie dengan halus menolak dan langsung masuk ke dalam asrama dan sekarang saat sean akan pulang kembali bie masih tak bisa di hubungi .
"Ada apa dengan mu bie apa aku melakukan kesalahan ,?"
Sean bingung dia tak tau apa-apa ,Papih yang sangat di sayangi nya yang dia ingin tiru sikap baik nya dia tak tau kebenaran bagai mana sipat licik dan kejam dalam berbisnis nya , Sean terlalu baik dan polos dia selalu tulus mencintai seaeorang tanpa tau kebenaran di balik semua kenyamanan hidup nya .
Kai duduk di kursi samping Kian, dia aneh melihat sikap Kian yang hanya diam biasanya dia akan banyak bertanya pada Kai tentang apapun ,dan Kai masih tak tau ke mana tujuan perjalanan mereka seperti nya ini acara resmi karna semua memakai pakaian rapih bahkan Mamak sampai pakai sanggul,setelah menempuh perjalanan kurang lebih dua jam mereka sampai di sebuah rumah megah di dalam komplek perumahan elit ,semua turun dari mobil kai berjalan paling belakang sambil terus fokus ke ponselnya dia masih terus mencoba menghubungi Gisela ,di depan rumah itu beberapa orang tampak berdiri menyambut kedatangan mereka ada empat orang sepertinya pasangan suami istri dan dua anak nya satu laki-laki dan perempuan mereka dengan ramah menyambut kedatangan mereka sekeluarga .
"Hallo pak wali kota hoho ,bagai mana kabar anda "
Bapak-bapak berkumis tebal dengan perawakan tinggi besar mengagetkan Kai yang sedari tadi fokus ke ponsel nya, suaranya menggelegar dia memeluk Bapak Kai.
"Hallo juga pak kolonel sehat "
Mamak juga tak kalah heboh nya mereka seperti saudara yang terpisah lama .
"Oh iya ini nak ku yang paking besar Kian dan ini yang bungsu Kai "
Kkan menyalami mereka satu persatu membuat Kai mengikuti gerakan nya ,kemudian mereka semua di persilahkan masuk ke dalam rumah mewah itu ,setelah basa basi dan ngobrol ngalor ngidul akhirnya Kai tau tujuan mereka datang ke rumah itu ,pantas saja Kian dari tadi hanya diam seperti banyak pikiran ternyata Bapak dan Mamak akan mejodohkan nya dengan anak bapak-bapak berkumis tadi Kai langsung berubah perihatin melihat nasib Kian ,dia tau Kian belum mau menikah dia masih ingin fokus mengejar kariri kedokteran nya .
"Tunggu sebentar ya biar Ibu panggil dia ,sepertinya belum selesai dandan maklum anak gadis sekarang makeup nya suka lama "
Kai masih memandangi Kian apa dia tak suka dengan perjodohan ini, apa gadisnya jelek atau gendut ,kemudian terbersit di pikiran nya apa dia akan bernasib sama seperti kakanya memikirkan nya saja membuat bulu kuduknya merinding .
Seorang gadis dengan anggun berjalan menuruni anak tangga ,dia tampak cantik dengan rambut di tata sangat indah makeup yang di poles sederhana membuat dia tampak begitu anggun dan cantik tapi dia terus menunduk seolah beban berat terdapat di pundak nya ,Kai yang sedang mencicipi kue di hadapannya langsung menjatuhkan garpu yang dia pegang nya begitu melihat siapa gadis calon kaka nya, jantungnya seolah terbakar sangat panas sekali dia mengucek-ngucek matanya seolah tak percaya
Semua mata memandang ke arah Kai yang berkata cukup keras ,Mamak sampai mencubit paha nya.
"Awwww Mamak sakit "
"Kai jangan ribut ,maaf ya bu pasti anak bungsu saya kaget soalnya nak Gisel tutor belajarnya "
"Ahh iya tak apa-apa saya sudah dengar dari cerita Gisel "
Kai hampir menangis sekarang kenapa gisela bisa setega ini pada nya ,setidak nya dia biasa bicara dengan nya lebih dulu ,atau seharusnya dia tak pernah membalas perasaan nya .
"Mak Kai mau keluar "
Bisik kai dengan suara berat akibat manahan semua emosi nya ,pada mamak yang duduk di sampingnya.
"Mau kemana Kai jangan bersikap tak sopan "
"Kalau kai kentut di sini gak apa-apa"
Mamak langsung melotot memandang anak bungsu yang kelakuan nya selalu membuatnya darah tinggi.
"Ya sudah sana "
Kai sebenarnya ingin marah dan menghancurkan acara itu tapi dia tak mau mengacaukan kebahagiaan mereka ,dia kaget, kecewa ,dan marah bahkan kini dia menangis seumur hidup nya baru kali ini dia menangis karna seorang wanita ,dia menyetop taksi yang lewat dia ingin pergi sejauh mungkin dari sana ,apa ini karma untuk nya karna sering menyakiti mantan-mantan nya dulu .
Tak jauh beda dengan Kai Gisela juga hancur ,perjodohan ini di lakukan mendadak bahkan dia kaget begitu Ayah dan Ibu menjemputnya tiba-tiba dari asrama ,Gisela awalnya menolak dengan tegas memang dulu dia suka dengan Kian tapi sekarang di hatinya hanya ada Kai ,sampai Ayah nya mengancam akan memberhentikan nya kuliah dan melarangnya menjadi seorang Dokter dengan terpaksa gisela menurut ,dia begitu hancur melihat sorot mata Kai yang sudah penuh dengan air mata dia bersalah telah menyakiti nya .