Problematic Handsome

Problematic Handsome
52



Tidurnya terusik begitu merasakan sentuhan tangan lembut Soya di pipinya ,dia langsung bangun dan menatap Soya dengan mata yang masih ngantuk .


"Elo udah bangun ? "


Soya mengangguk entah kenapa rasa marah nya pada Chandra langsung hilang seketika saat lelaki cuek itu di hadapan nya ,rasa cinta nya pada lelaki itu lebih besar dari rasa apapun yang ada di dalam hatinya ,setelah kejadian malam itu Soya sering melamun dan uring-uringan bahkan teman-teman nya di kampus sempat aneh karna Soya yang selalu ceria tiba-tiba berubah menjadi pendiam ,membuat nya tak nafsu makan dan akhirnya sakit ,hanya Jen yang tau penyebab nya tapi dia tak bisa membantu apa-apa .


Kemudian tanpa di suruh Chandra memberinya segelas air putih ,Soya menerimanya kemudian meminum nya dia memang haus saat itu .


"Elo lapar gak ?,gue bawa cake "


Soya hanya mengangguk ,kemudian Chandra membuka bungkusan itu memotong cake itu dan menaruh nya di piring memberikan nya pada Soya ,dia masih tak percaya Chandra kini di hadapan nya .


Soya mulai memakan cake itu ,Soya sedikit senang Chandra masih ingat cake kesukaan nya ,dia tau persis apa yang Soya mau saat ini .Soya kaget lagi Chandra mengusap sisa krim di bibirnya sambil menatapnya dengan tatapn yang selalu sama ,yang membuat soya semakin jatuh cinta .Jika di pikir lagi cara yang dia lakukan pada Wendy waktu itu sangat berbeda kepada nya ,Chandra hanya membersihkan nya tanpa menatap Wendy .


"Maaf soal sikap kasar gue malam itu "


Akhirnya Chandra mengatakannya dia juga sebenarnya sudah kepikiran dan merasa bersalah setelah malam itu ,entah kenapa malam itu dia tak bisa mengendalikan perasaan nya ,mungkin benar dia cemburu hanya saja dia gengsi egonya terlalu besar untuk menyadari perasaan nya .


"Selama ini gue terbiasa ngejalani hari-hari gue dengan perhatian dari loe ,gue terbiasa dan jadi nyaman saat loe ada di sekitar gue ,hingga gue gak sadar sama perasaan gue sendiri dan mulai gak nyaman saat loe jauh dari gue ,"


Soya mendengar kata-kata itu keluar daru mulut lelaki cuek yang selama ini dia sukai ,Chandra yang awalnya menunduk kini mengangkat kepalanya dan menatap Soya ,kemudian dia meraih tangan Soya dan menggenggam nya .


"Awalnya gue berusaha untuk acuh dan gak peduli saat loe ngejauh ,ego gue emang besar tapi perasaan gue ke elo ternyata jauh lebih besar ,dan saat loe deket sama Juna gue marah ,mungkin gue cemburu saat itu "


Tunggu-tunggu ,Soya perlahan mulai mencerna semua perkataan Chandra di otak nya ,dia tak sedang bermimpi kan ,hatinya yang dulu dingin kini mulai mendapat balasan hangat dari lelaki yang selama 4 tahun ini dia sukai ,Soya menunduk dia sangat bahagia bahkan saking bahagianya air matanya menetes .


"Makasih selama ini loe udah di samping gue ,dan tahan sama sikap gue ,dan maaf mungkin elo ngerasa gue udah mempermainkan hati loe ,gue gak bisa berkata-kata manis gue gak pandai ngungkapin perasaan gue ,maafin gue "


Soya mengangguk ,mungkin dia yang terlalu pamrih selama ini dia berharap Chandra mengerti dan membalas cinta nya dengan cara yang selalu dia inginkan ,dia baru sadar mungkin dia yang selama ini tak sadar dengan perasaan Chandra ,Chandra selalu memperhatikan nya Chandra selalu menunjukan perasaan nya tanpa berkata apa-apa seharusnya dia bisa lebih tulus mencintai Chandra .


Dia menarik lengan Soya kemudian membawa ke dalam pelukan nya ,Soya membalas pelukan itu sama erat nya bahkan Chandra mencium pucuk kepalanya .


"Jangan jauhin gue "


"Aku yang salah karna terlalu manja dan kekanakan ,mungkin aku kurang tulus menyukai kaka ,makasih udah mau jujur "


Chandra melepas pelukan nya ,menghapus air mata di pipi Soya ,kemudian tersenyum hatinya kini lega perasaan tak nyaman yang belakangan ini dia rasakan hilang .


Soya terpaku melihat senyum tulus Chandra untuk pertama kalinya ,dia jatuh cinta lagi .


Sean langsung berlari begitu sampai di hotel tempat Bie dan Dimas berada ,perasaan nya tak enak dia takut telah terjadi sesewatu pada Nie bahkan telpon nya tak di angkat dari tadi ,Sean melihat acara tlakshow itu telah berakhir dan Bie tak dia temukan di mana pun .


Bie tak mengerti kenapa produsernya bisa kasar padanya selama ini Bie menganggap dia seperti kakanya sendiri ,setelah menyeret Bie dan membawanya ke salah satu kamar di hotel itu Dimas mengunci pintu nya ,mendorong tubuh Bie sampai jatuh di pinggir tempat tidur .


"Ada masalah apa sebenarnya ,kenapa kak Dimas bawa aku ke sini "


Dimas melempar kunci kamar itu ke sembarang tempat ,dia tersenyum getir menatap Bie dia selalau tak menyadari perasaan nya padahal selama ini Dimas selalu baik padanya .


"Kamu bodoh atau pura-pura bodoh Bie ,aku mencintai kamu aku ingin kamu jadi miliku ,apa kamu gak sadar selama ini apa kurang usahaku untuk mendapatkan hati mu "


Bie kaget dia kira Dimas benar-benar orang baik dia tak pernah berpikir kebaikan nya itu punya maksud lain .


"Aku gak mau kamu anggap aku sebagai kaka ,dan setelah semua jerih payah ku kamu malah balikan sama si Sean mantan cinta monyet mu itu ,ayolah Bie apa kurang nya aku "


Bie menggeleng ini tak benar ,kak Dimas yang selama ini di kenalnya kini menunjukan wajah aslinya ,dia takut Bie mencoba menelpon Sean tapi sial Dimas dengan cepat mengambil ponselnya dan melemparkan nya ,kemudian dia menarik dagu Bie dia hendak mencium bibir mungil itu tapi Bie dengan cepat mendorong nya .


"Jangan seperti ini kak ku mohon ,aku benar-benar tak punya perasaan apapun pada kaka ,kaka sudah seperti kaka ku selama ini "


Amarahnya makin memuncak dengan kasar dia angkat tubuh Bie ke atas kasur ,jika dia tak bisa mendapatkan Bie dengan cara halus dia harus melakukan cara kasar ini .


"Lapaskan kak "


"Terlambat bie ,kamu harus jadi miliku "


"Siapapun tolong aku ,tolonggg tolongg "


Percuma saja tak akan ada yang mendengar nya bahkan sekarang Bie menangis dengan kencang ,tapi Dimas tak peduli .


"BRAKKĶKKKKKKKK"


Sean membanting pintu itu ,dengan cepat dia menarik tubuh Dimas yang sudah di atas  tubuh mungil Bie dengan kasar ,Dimas yang kaget tak sempat memasang acang-ancang kemudian Sean dengan membabi buta menghajar nya .


"Berengsek kau apakan bie hahh ? "


Bie menangis dia takut dan semakin takut melihat Sean seperti orang kerasukan menghajar Dimas tampa ampun .


"Cukup kak cukup "


Dengan histeris Bie berteriak ,dan Sean menghentikan aksinya kemudian menatap Bie yang menangis ,dia bangkit dan mendekati Bie memeluk tubuh mungil wanita yang sangat di cintainya itu .