Problematic Handsome

Problematic Handsome
15



Setelah mengantar Bie pulang Sean juga langsung pulang kerumah nya ,perasaanya sedang sangat baik malam itu setelah memasukan mobilnya ke dalam garasi Sean langsung masuk ke rumah ,dia melihat Mamih nya duduk di kursi ruang keluarga sendiri menatap pas foto keluarga yang di pajang di dinding ,perasaan Sean langsung berubah dia tau Mamihnya pasti sedang merenungkan sesewatu dan pasti itu tentang dirinya ,Sean berusaha berjalan pelan mengendap-ngendap agar tak menimbulkan suara tapi usahanya gagal .


"Sean pernandes sini kamu Mamih mau bicara"


Dengan malas Sean menghampiri mamihnya kemudian duduk di kursi samping mamihnya .


"Ada apa mih ?"


"Kamu pacaran sama gadis bisu itu,? "


"Namanya Renbie mih "


"Jawab saja Sean "


"Iya mih "


Setelah satu tarikan napas sudah Sean tebak Mamihnya akan nyerocos bicara tanpa henti dia tak menyukai hubungan nya dengan Bie ,dia menyebut Bie akan menyusahkan nya dan membuat malu keluarganya ,Sean tidak habis pikir dengan jalan pikiran Mamihnya apa hubungan nya dengan hidup nya Bie cuma tak bisa bicara dia tak berbuat kejahatan dia bukan pesikopat yang akan mencelakainya kenapa mamih sebegitu nya tak menyukai Bie , dan setelah setengah jam bicara tanpa henti .


"Mamih tau ini dari cewek itu kan Mina "


"Bagus kamu sudah tau Mamih mau kamu dekat sama Mina bukan sama gadis itu dia jauh lebih baik dan juga dari keluarga baik-baik"


"Mih Sean gak seperti Chandra yang akan menuruti semua kemauan orang tuanya Sean berani pergi dari sini ninggalin Mamih jika Mamih bersikeras Sean harus dengan cewe itu "


Mamih Sean langsung terpaku mendengar ucapan anak pendiam yang sangat dia sayangi itu, dia tak menyangka anak satu-satu nya yang sangat dia manjakan akan melawannya dan berani untuk pergi dari rumah, Sean tak jadi pergi ke kamarnya dia berbalik keluar rumah dan masuk mobil nya lagi dia malas berhadapan dengan Mamihnya .


"Sean kamu mau kemana nak ?"


Sean tak menjawab dia langsung menyalakan mobil nya dan pergi tujuannya adalah rumah Kai tempat paling netral di antara mereka bertiga .


Kai masih menggambar wajah tutornya dia hampir selesai ,entah kenapa dia bisa tertarik dengan tutor galaknya itu dia juga tak seksi seperti mantan-mantan nya apa yang membuatnya menyukai nya ,sementara itu Chandra masih tengkurap di sampingnya ,Kai kira dia tidur tapi kemudian dia berbalik dan mendengus menendang-nendang selimut .


"Woyy kasur gue nih baru juga di jemur "


Chandra langsung bangun menatap tajam Kai kemudian melakukan nya lagi menendang-nendang selimut bahkan kini bantalnya .


"Ayo cerita sama gue "


Kai menaruh buku gambarnya kemudian berbalik menghadap Chandra .


"Gue mau kabur dari rumah "


"Hmmmm terus "


"Gue mau tinggal di sini "


"Plletakkkkkk"


kai menyentil dahi chandra


"Akkkkkkhhhhhh sakit woyy "


Mereka bergulat di kasur saling memelintir tangan dan leher .


"Rasain nihhh manja banget loe jadi cowo yang strong dongg gue aja yang di usir setiap hari ma Bapak gak pernah kepikiran kabur "


Mereka berdua sudah seperti anak kecil yang berkelahi merebutkan mainan ,Sean yang baru datang mematung sebentar di depan pintu melihat kebodohan yang kedua sahabat nya lakukan setelah mereka berhenti Sean kemudian menghampiri mereka berbaring di antara Kai dan Chandra .


Kai kaget melihat Sean yang sudah ada di antara merka.


"Suuuuutttttttttt "


Jawab sean sudah cukup Maamihnya yang bawel .


Sesaat hening tak ada suara di antara mereka bertiga mereka diam memandang satu arah yaitu langit-langit kamar kai , mereka punya semuanya, wajah tampan keluarga kaya tapi hanya satu yang mereka tak punya yaitu kebebasan ,mereka seperti seekor burung terjebak di sangkar emas tak bahagia .


"Btw gue laper "


"Sama "


"Iya "


Kai langsung ingat bakso di pinggir jalan tak jauh dari depan rumahnya, dengan otak jahilnya Kai berencana mengajak mereka makan di sana pasti mereka akan terkejut ,dengan cengengesan Kai membawa kedua sahabatnya itu keluar .


"Gue teraktir kalian makanan mewah "


Chandra juga Sean menyangka mereka akan di bawa ke tempat biasa restauran jepang di depan kompleks rumah Kai ternyata mereka berhenti di depan gerobak baso .


"Ayo !!!! ,mang tiga ya "


Chandra dan sean saling pandang tapi karna Kai sudah memesan akhirnya mereka ikut duduk di bangku dekat gerobak bakso itu ,tak lama kemudian bakso pesanan mereka datang Kai dengan cepat mulai memakan bakso nya sementara Chandra dan Sean yang tak terbiasa sedikit risih dan hanya memandngi Kai ,mereka tak tau Kai bisa menjadi sederhana begini padahal dulu di antara merek bertiga yang paling suka foya-foya adalah Kai .


"Kenapa liatin gue ,gak mau ,gak laper ? "


Akhirnya Chandra mulai suapan pertamanya  dan ekspresi nya sama dengan Kai yang tempo hari pertama memakan nya dia kaget dengan rasa bakso nya yang enak ,Sean juga walau pun dengan ragu-ragu mulai memakan bakso itu dan terus memakannya hingga habis ,Kai melihat kedua sahabatnya dengan perasaan puas ,bahkan mereka menghabiskan masing-masing dua mangkuk bakso .


"Kenapa loe baru ngajak kita kesini "


Gerutu Sean ketika dalam perjalanan pulang.


"Gue juga baru tau tutor gue kemarin yang ngajak "


"Ohhh kaka Cantik itu yah yang loe gambar loe suka sama dia "


Kai menghentikan langkahnya dari mana Chandra tau .


"Elo liat gambar gue ?"


Chandra cengengesan kemudian lari meninggalkan mereka berdua ,Kai dan Sean langsung mengejar nya tapi sayang langkah kaki Chandra paling lebar di antara mereka karna dia yang paling tinggi susah untuk mengejarnya .


Pagi datang dengan cepat ketiga pria tampan itu masih di gulung selimut tebal Kai dan Sean tidur satu kasur sedangkan Chandra memilih tidur di sofa panjang di dekat jendela kamar Kai ,mereka tak harus bangun pagi hari ini karna ini hari libur ,Chandra juga ingin tidur seharian dia malas pulang dan bertemu Ayah nya ,sama halnya dengan Sean dia malas mendengar ceramahan Mamihnya .


Seseorang masuk ke kamar Kai dia menggeleng-ngelengkan kepala nya melihat ketiga bujang masih tidur ,matahari bahkan sudah mulai naik kemudian dengan sekali tiupan peluit ,dia membangunkan mereka .


" PRRRRRRRRRIIIIIIIIIIIITTTTTTTT"


"Ya tuhannn bagai mana bangsa ini bisa maju pemuda nya saja malas ,ayo bangun kalian ikut Bapak lari keliling komplek "


Sean dan Chandra langsung bangun dan melotot seketika karna kaget dengan bunyi peluit kesadaran mereka masih setengah-setengah ,bahkan Chandra lupa dia menginap di rumah Kai ,Sean sampai terjatuh dari tempat tidur ,Kai yang sudah biasa dengan hal itu sudah antisipasi dan menutup telinganya .


"aduhh pak sean kaget tau "


"ayo bangun pemuda, kita lari bapak tunggu ,bangunkan si Kai kalo gak bangun guyur saja dia ".