Problematic Handsome

Problematic Handsome
55



Sejak sing tadi Kai sangat serius mengerjakan proyek barunya ,bahkan dia sampai tak ikut makan siang dengan pegawai nya .Dia harus cepat-cepat menyelesaikan bagian nya agar bisa tepat waktu menjemput Gisela ,semalam mereka sudah janji akan bertemu dan juga Kai ingin menunjukan sesewatu pada Gisela sekalian membicaraka hal penting padanya .Saat jam menunjukan tepat pukul 04:30 sore Kai berhasil menyelesaikan pekerjaan nya ,kemudian meminta anak buahnya melanjutkan bagian mereka dengan lembur ,Kai langsung pamit pergi dari studio nya .para pegawai Kai sebenarnya merasa aneh dengan sikap bos nya belakangan ini dia menjadi sering tertawa sendiri dan juga jarang lembur kerja ,padahal sebelumnya dia sangat ketat soal kerja sampai tangan nya cidera .


"Sepertinya bos sedang jatuh cinta"


Ucap vina salah satu pegawai Kai ,dia yang paling tau bagai mana sipat bos nya .


"Bos jatuh cinta ?,selama aku kerja di sini belum pernah tuh bos nyebut-nyebut nama cewek"


"Iya tapi sekarang lihat saja kelakuan nya "


Benar Kai sedang jatuh cinta ,tepat nya menemukan cinta nya kembali di saat dunia nya kini hanya di penuhi dengan gambar, seketsa dan layar laptop ,cinta nya tiba-tiba datang lagi membawa semua kehangatan yang dulu dia bawa pergi .Jika dulu dia mengalah dan berpikir Kian akan lebih baik dari nya sekarang takan lagi, dia akan mempertaruhkan semuanya untuk orang yang paling berpengaruh dalam hidup nya ,orang yang bisa membuat nya lebih baik yaitu Gisela.


Kai mengemudi dengan riang bahkan dia sempat mampir ke toko bunga membeli setangkai mawar kesukaan Gisela meskipun langkah nya di guyuri hujan yang mulai deras ,senyum nya tambah merekah begitu tiba di depan rumah sakit saat melihat Gisela yang berdiri di sana menunggunya .Tapi senyum itu seketika hilang saat di lihatnya Kian datang dan menyelimutkan jaket nya kepada Gisela ,dadanya memanas dia benci Kian sekarang seharusnya dia tak pernah menyakiti Gisela seharusnya dia tak membiarkan nya pergi ,dan sekarang ini akibat nya Kian membuat persaudaraan di antara mereka berubah menjadi persaingan .Kai langsung menghampiri mereka dan menarik lengan Gisela .


"Ayo kak kita pulang "


Gisela mengangguk kemudian mengikuti langkah Kai membawanya .


"Gisel tolong pikirkan lagi ucapan ku ,aku tunggu jawaban darimu "


Kai langsung melirik Kian dengan tajam ,apakah kali ini Gisela akan memilih Kian lagi ,apa sekarang dirinya masih belum lebih baik dari Kian .Setelah semua kerja kerasnya apa dia harus melepaskan Gisela lagi .


Gisela terus memandangi wajah Kai yang sedang menyetir ,dia tau kai pasti sangat kesal dengan kejadian tadi .Tapi tiba-tiba matanya menangkap sesewatu di bagian bawah dekat jok mobil sesewatu berwarna merah ,Gsela menunduk kemudian mengambilnya ,itu setangkai mawar dan sebuah tuliasan menempl di bungkus nya .


Untuk kak gisela yang sama cantiknya dengan aku "MAWAR"


Gisela tersenyum Kai selalu semanis ini padanya .


"Makasih Kai "


Kai tak tau Gisela telah menemukan bunga mawar yang tadi di jatuhkan nya saat kaget melihat Kian mendekati nya ,Kai menoleh dan mendapati Gisela tengah mencium bau bunga itu .


"Ehh kaka nemu di mana itu ?,aku lupa mau membawanya tadi karna melihat Kian malah jdi kesal "


"Di bawah jok ,aku suka makasih ya "


Akhirnya Kai tersenyum kembali ,Gisela memang bisa membuatnya sebahagia itu .Setelah beberapa saat berkendara mereka akhirnya sampai di sebuah galeri seni Kai yang mengajak Gisela ke sini ,hal yang ingin dia tunjukan berada di dalam gedung ini .Gisela hanya menurut dan mengikuti langkah Kai yang tak lepas menggenggam tangan nya ,tak banyak orang di dalam galeri karna memang ini sudah sore dan sebentar lagi galeri akan tutup .Kai membawanya ke bagian galeri lukisan kemudian dia berhenti di depan sebuah lukisan ,Gjsela langsung membeku begitu melihat lukisan itu .


"Apa itu aku ? "


Wajah nya di lukis sangat cantik di bingkai dan di pasang di galeri mewah ini ,Gisela menangis dia terharu Kai memang pria luar biasa .


"Bagai mana perasaan Chandra dengan album ke tiga yang terbilang sukses ini ?"


Host mulai melemparkan pertanyaan pertama nya .


"Saya sangat bahagia bisa menyelesaikan album ini dengan baik dan sangat terkejut dengan antusias fans dalam menyambut album baru saya ini ,terimakasih semuanya "


Chandra tersenyum melambaikan tangan nya pada penonton di depan nya .


"Chandra memang luar biasa ,menurut informasi semua lagu yang ada di dalam album kali ini adalah ciptaan Chandra sendiri ,berapa lama waktu untuk mempersiapkan nya ?"


Semua penonton bertepuk tangan ,Chandra memang luar biasa dia sangat berbakat .


"Tidak hanya saya sendiri ,teman-teman saya juga banyak membantu Wendy juga "


Wendy yang sejak tadi terus memandangi Chandra cukup terkejut saat namanya di sebut .


"Butuh sekitar 1 tahun untuk mempersiapkan semuanya ,terimakasih telah mendukung saya selama ini "


"Dan untuk Wendy ini bukan pertama kalinya kalian berduet ,bagai mana Chandra menurut mu , baik dari pandangan sesama musiai atau juga seorang wanita ?"


Host itu sedikit menekan kalimat terakhirnya ,dia tau betul penonton nya sangat penasaran dengan hubungan mereka ,banyak gosip yang menyebut mereka berdua punya hubungan khusus ,apalagi setelah melihat kemistri keduanya membawakan lagu .


Wendy tersenyum dia tersipu dengan pertanyaan itu .


"Kami sudah dekat sejak di bangku SMA selain satu kelas kita juga satu band yang sama ,Chandra tak pernah berubah dia selalu kreatip dan punya banyak ide segar untuk musik ,dia pria yang baik mungkin dari luar Chandra terlihat dingin dan acuh tak acuh ,tapi sebenarnya dia pria hangat yang manis "


Penonton kembali riuh ,mereka semakin yakin dengan gosip yang beredar di luaran ,mungkin bagi artis berkencan adalah satu hal yang tabu tapi fans Chandra sangat mendukung idolanya jika berhubungan dengan Wendy ,menurut mereka Wendy sangat cocok dengan Chandra .


"Wendy adalah salah satu sahabat terbaik saya "


Hingga Chandra mengatakan itu ,mungkin harapan Wendy dan semua fans nya hanya tinggal angan-angan saja ,sudah jelas dari dulu dia membuat garis untuk nya tapi Wendy masih terus berharap bisa mendapatkan hati Chandra.


Setelah acara itu selesai semua orang yang terlibat mengadakan makan malam di sebuah restauran ,termasuk Wendy dia duduk di samping Chandra mencoba untuk bersikap biasa saja ,tapi menyimpan perasaan berlama-lama seperti ini hanya akan menyiksa batin nya .


"Chan bisa kita bicara empat mata ?"


Chandra yang saat itu sedang membalas pesan dari Soya langsung menoleh dan mengiyakan ajakan Wendy .